It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 34


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Farhan pun terkeheh melihat salah tingkah keduanya, ia sudah berdiri di sana sejak tadi dan melihat dengan jelas Hafa yang tengah menatap penuh cinta sang kakak, apalagi mendengar godaan yang di lontarkan membuatnya merasa bahagia, akhirnya sang kakak telah bertemu dengan pria yang akan membuatnya bahagia.


“Kamu mau makan lagi dek?” timpal Ara untuk mengurai rasa malu dan salah tingkahnya.


“Ga lah ka, nanti di tempat bulik adek ga makan kalau sekarang makan, sayang dong” jawab Farhan seraya duduk di depan sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu. Namun dengan santainya Farhan tetap mencomot tempe mendoan yang tadi di buat sang kakak.


“Emang kamu tau bulik masak apa?”


“tau dong, bulik masak gulai patin, hehe, tadi si Ryan kasih tau adek” Farhan terkekeh, sembari membayangkan salah satu menu favoritnya akan di hidangkan di tempat buliknya.


“Dasar…. Lanjut makan saja mas, abaikan makhluk di depan mas, anggap saja tidak ada”


“Emangnya adek makhluk astral?” sungut Farhan tak terima,


“emang, tiba-tiba muncul tanpa perberitahuan” ucap Ara sembari melanjutkan makannya, mengabaikan sang adik yang bersungut kesal.


“Wah, parah nih, lihat tuh mas, kelakuan calon istrimu, harap nanti bersabar ya mas, dia itu jahil dan galak” Farhan mengadukan kelakuan sang kakak pada calon kakak iparnya, dan sedikit berbisik di akhir kalimatnya.


“kakak denger ya, kakak galak kalau sama orang yang perlu di galakin aja” Ara mencebikan bibirnya, tak terima dengan ucapan sang adik, meski memang banyak yang mengakui kalau Ara itu galak, tapi menurutnya ia bersikap galak hanya pada orang tertentu saja, tergantung situasi dan kondisi pokoknya.


“Gak usah di dengerin mas” lanjut Ara meminta sang calon suami tak menggubris ucapan adiknya.


Hafa yang mendengar perdebatan kedua kakak beradik itu hanya tersenyum menggelengkan kepala, keduanya benar-benar blak-blakan, tak jaga image sama sekali, dia merasa senang, dengan begini artinya keduanya merasa nyaman, tak merasa sungkan dengan adanya dirinya, dirinya benar-benar di terima.


***


Sekitar pukul 9.20 keluarga Ara telah tiba di kediaman bulik Marni yang merupakan adik bungsu papa Ilham.


Suasana sudah nampak riuh dengan kerabat lain yang telah datang, saudara papa Ilham memang banyak, papa Ilham adalah anak ke tiga dari enam bersaudara, jadi ketika berkumpul rumah akan terasa sangat ramai, di tambah lagi dengan suara tangis cucu dari kakak maupun adik papa Ilham, dan hanya papa Ilham dan kedua adiknya saja yang belum mempunyai cucu.


“Wah, calon pengantin sudah datang” goda salah satu sepupu Ara tampak sedang menggendong bayi.

__ADS_1


Semua orang pun menoleh dan melihat Ara beserta keluarganya datang kemudian menyalami mereka, Ara pun secara resmi memperkenalkan calon suaminya kepada para sepupunya yang kemarin tak hadir dalam acara pertunangan.


Beruntung keluarga dari pihak papa tak banyak yang bersikap julid, meskipun selama ini banyak juga yang menanyakan kapan Ara akan menikah, mereka lebih banyak menyampaikan nasihat dengan nada halus dan mendo’akan Ara segera bertemu jodohnya, bebeda dengan keluarga dari pihak mamanya yang lebih frontal bersikap julid dan mencibirnya.


Sepanjang acara, pasangan baru yang akan melangsungkan pernikahan kurang dari dua bulan itu terus mendapatkan godaan dari anggota keluarga, membuat semuanya tertawa karena melihat keduanya yang tersipu malu dan salah tingkah. Serasa mendapat hiburan gratis.


Hingga acara selesai saat adzan dzuhur berkumandang, Ara dan keluarganya baru berpamitan untuk pulang.


“Nak Hafa jangan kapok ya, kalau keluarga besar kumpul memang seperti itu” ucap mama Mira saat mobil yang Hafa kemudikan sedang dalam perjalanan pulang.


“Ga ma, Hafa malah seneng, Hafa benar-benar merasa di terima, jadi serasa punya banyak anggota keluarga.”


“Kalau anggota keluarga ini oke mas, hampir semuanya ramah, cuma harap mas bersabar kalau ketemu anggota keluarga yang kemarin mas, maaf ya ma, kalau keluarga dari pihak mama, banyak yang julid, jadi jangan kaget nantinya” timpal Farhan yang dengan santainya mencertiakan kondisi keluarga besarnya.


“iya dek, gapap kok, keluarga kan emang beda-beda ya karekternya, tapi mas seneng kok bisa masuk keluarga besar ini, Keluarga Hafa hanya sedikit, papa hanya dua bersaudara, mama anak tunggal, hanya ada kerabat jauh, itu pun di luar kota jarang banget ketemu, dan lihat keluarga besar ini, mas benar-benar merasa takjub, tak menyangka akan mendapat sambutan hangat seperti ini”


“Kedepannya keluarga ini juga akan menjadi keluargamu nak, ya memang, seperti katamu tadi bilang, yang namanya keluarga mesti akan ada yang berbeda karakter, terlebih keluarga besar, anggap saja hal itu sebagai warna, agar tak monoton, tidak selamanya mereka yang julid juga akan bersikap julid, hanya pada saat tertentu saja kok” timpal papa Ilham menasehati calon menantunya.


“Kalau ada yang julid, jangan ambil hati omongan mereka ya nak, mama minta kemarin kamu mendengar omongan tak enak dari kakak sepupu mama”


“Gapapa ma, lagian budhe memang bicara benar, Hafa kan montir dan kerja di bengkel” ucap Hafa merendah, tak ingin membuat calon mertuanya semakin merasa bersalah dan tak enak hati.


“Ah, kamu nemu di mana sih kak calon mantu mama ini, Alhamdulillah kamu dapat jodohnya kaya gini” jawab mama senang, dia begitu gemas dengan calon menantunya, tak sungkan ia langsung memuji sang calon menantu yang rendah hati.


Ara pun terkekeh mendengar ucapan ceplos sang mama, dan bersyukur karena penantiannya selama ini di balas dengan manis oleh Sang Pencipta.


“Mas, pelanin dong, berhenti bentar.” Celetuk Farhan tiba-tiba membuat Hafa mengerutkan dahi, tak urung Hafa tetap menghentikan mobilnya di sisi kiri jalan.


Ara pun menoleh ke arah sang adik, dan melihat sang adik melihat ke arah luar,


“Astaga dek, jeli banget sih kalau soal jajan” celetuk Ara yang sudah bisa menebak tujuan Farhan meminta Hafa menghentikan mobilnya.


“Ya jelas dong, kakak mau ga? Adek turun nih”

__ADS_1


“Apa sih dek?” tanya mama yang belum tau jajan yang di maksud putri sulungnya.


“Es doger ma, tuh, ada warung es doger di pinggir jalan”


“Astaga dek, emang belum kenyang?” heran sang mama, padahal tadi di acara keluarga, putra bungsungnya itu makan banyak, dan sekarang masih saja ingin jajan. Ck..ck..ck..


“Ya beda dong ma, panas gini enak yang seger-seger. Mama papa mau ga?”


“Mama ga usah, kenyang mama”


“Papa belikan 1 dek”


“Mas mau ga?” tanya Ara sebelum sang adik beranjak turun dari mobil,


“Boleh, seger kayanya”


“Kakak sama mas Hafa juga dek, kami tunggu sini aja ya”


“oke, siappp….”


Farhan pun segera turun dan memesan es doger yang tak jauh dari mobil berhenti,


“Farhan suka ngemil kaya kamu ya dek?”


“eh”


Tbc


Hallo semua🤗🤗🤗


terimakasih atas dukungannya 🤩🤩


love you All 😍😍

__ADS_1


__ADS_2