It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 45


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Setelah menceritakan secara garis besar alasannya tak mengijinkan Rindi belajar motor, Hafa pun meminta sang istri untuk berhati-hati jika nanti memang ia mengendarai motornya.


“Mas tak usah khawatir, insyaAllah semua akan baik-baik saja, mungkin memang jalan takdirnya Rafif meninggal karena kecelakaan. Mas hebat sudah bisa menjaga adik dan keluarga mas sejauh ini sesuai amanah almarhum papa”


“Hmm… cuma ya kadang khawatir aja dek”


“Iya, Ara akan lebih hati-hati kedepannya”


“hmm, kalau mau ke mana-mana bilang sama mas ya, nanti mas antar”


“Iya, sudah lepas dulu ih, Ara mau turun, siapkan sarapan, om Radit juga mau pulang pagi ini kan? gak enak kalau mau pulang sarapan belum siap”


“Sudah ada mama sayang, mas masih pengen peluk gini” kembali lagi Hafa merengek.


Ya, sedari tadi Hafa belum melepaskan rengkuhannya, saat menceritakan kejadian beberapa tahun silam pun ia masih memeluk erat sang istri. Ada rasa nyaman yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata, namun saat memeluk istrinya, rasanya begitu menenangkan.


“Gak enak lah mas, emang mas gak mau makan masakan Ara?’


“Ya maulah, masakan kamu itu enak banget, bikin nagih tau gak”


“Ya sudah, lepas, biar Ara bisa masak” pinta Ara sembari berusaha melepas dekapan Hafa yang merengek manja. “udah jam 5 lebih itu”


“Huff…. cepet banget sih jamnya?” keluh Hafa yang akhirnya melepaskan dekapannya, membuat sang istri bebas bergerak kemudian berdiri dari sisi ranjang untuk bersiap keluar kamar.


“Mas mau di buatkan teh atau apa sambil menunggu sarapan siap?” tanya Ara yang memang belum terlalu mengerti kebiasaan sang suami.


“siapkan teh aja dek, jangan terlalu kental ya, mas gak suka”


“Oke, Ara ke dapur dulu” ucap Ara lalu mengecup pipi sang suami yang sepertinya masih belum rela untuk ditinggal.


“Yang…..” rengek Hafa setelah terkejut mendapat kecupan manis di pipinya. Sang istri pun sudah kabur dan tak terlihat lagi setelah keluar dari kamar.


***


Sekitar pukul 6.40 semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan untuk menyantap sarapan hasil masakan Ara dan mama mertua.

__ADS_1


“Wah, siapa yang masak ini?” tanya tante Nayla yang baru saja bergabung dengan anak hungsunya yang masih duduk di bangku SMP.


“mantu ku Nay, hari ini mbak seneng, ada yang bantu masak, selama ini mana mau Rindi bantuin masak kalau ndak libur” ungkap mama Hesti girang karena akhirnya ada yang menemaninya memasak, aktivitas kesukaanya saat di rumah.


“Ya kan Rindi harus bersiap kerja ma, bisa telat dong nanti kalau bantu masak mama dulu” kilah Rindi membela dirinya, birbirnya mengerucut karena ucapan sang mama.


“Ya kan bisa bantu bentar dek” sanggah mama Hesti tak ingin kalah dengan anak bungsunya.


“Mulai sekarang Ara yang akan bantu mama, ga usah khawatir” timpal Ara yang kemudian berdiri menyiapkan makanan untuk sang suami.


Ucapan dan perilakunya membuat semua orang tersenyum senang dengan kehadirannya.


“Ah, kamu memang menantu terbaik mama Ra” puji mama Hesti membuat pipi Ara yang tak terpoles make up itu seketika merona.


“hmmm…. masakan kakak emang the best.” Pekik Rindi senang karena akhirnya ia bisa memakan masakan kakak iparnya.


Dulu sebelum Ara menikah dengan kakaknya, memang Ara hampir setiap hari membawa bekal, dan Rindi kadang ikut mencicipi.


“Ya jelas dong, istri siapa dulu” timpal Hafa dengan jumawanya, membanggakan sang istri yang memang pandai memanjakan lidah dan perutnya. Masakannya selalu terasa enak di lidah dan mengenyangkan perutnya.


“Idih, sombong….. mentang-mentang sekarang udah di masakin, baru juga beberapa kali makan masakan mbak Ara kan?” ucap Rindi tak terima


“mas kan jarang main ke rumah mbak Ara sih, mana mungkin nyicipin masakan mbak Ara?”


“Jarang main kan bukan berarti ga bisa” ceplos Hafa tanpa sadar,


“Kamu sering minta di masakin Ara fa?” kini tante Nayla yan bertanya, karena menyadari tubuh Hafa lebih berisi dari terakhir ketemu saat pertunangan mereka.


“hmm, hampir tiap hari”


Semua orang pun menoleh ke arah pria yang baru bebapa hari melepas masa lajangnya itu. Sementara Hafa yang menjadi pusat tatapan nampak santai menikmati makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


“kapan kamu minta di masakin?”


“Tiap hari Hafa minta di siapin bekal” jawab Hafa dengan polosnya tak mempedulikan semua orang yang menatapnya melongo. Ucapan yang baru saja ia lontarkan tanpa sadar mengungkapkan rahasia yang selama ini tutupi dari keluarganya, bahkan adiknya sekalipun.


“Kapan kasihnya? Kok Rindi gak tau sih? tiap hari kan mas antar Rindi, dan saat makan siang mbak Ara jarang banget keluar ruangan tuh. Mbak pakai ojek online ya?”

__ADS_1


Ara yang mendapat pertanyaan pun mengangkat kepalanya dan menatap adik iparnya yang tengah di landa rasa penasaran.


“nggak kok, mbak kasih langsung ke mas Hafa dek”


“Whats!! Kapan?”


“Setiap hari kan mas Hafa temuin mbak sebelum masuk kantor dek, kamu udah turun dari mobil”


“Haish… mas kok curang sih, tau gitu Rindi juga mau” Rindi kembali mencebikan bibirnya, membuat semua orang terkekeh.


Rasa hangat begitu terasa saat mereka menyantap sarapan kali ini, di tambah anggota keluarga baru yang sudah lama di nantikan, membuat susana lebih ramai dari biasanya.


Setelah menghabiskan berbagai menu sarapan hasil kolaborasi mertua dan menantu, semuanya berangsur meninggalkan meja makan, menyisakan dua orang wanita beda usia yang tadi menyiapkan, kini mereka juga yang membereskan.


“Makasih ya sayang, mama seneng kamu memperhatikan Hafa” ucap mama Hesti si sela aktivitas mereka membersihkan meja makan.


“Sudah kewajiban Ara ma, sudah seharusnya Ara memperhatikan suami Ara”


“hmm… sudah lama mama tidak melihat Hafa sebahagia ini Ra, dan mama bersyukur dengan kehadiranmu anak sulung mama kini terlihat lebih bahagia.”


“Ara juga bahagia bersama mas Hafa ma, terimakasih juga karena telah menerima Ara jadi menantu mama”


Keduanya saling melempar senyum, kemudian segera menyelesaikan pekerjaan mereka.


“Dek… segera siap-siap gih, itu Rindi sudah siap berangkat?” teriak Hafa dari ambang pintu ruang makan dan masih melihat kedua wanita kesayangannya sedang membereskan meja makan.


“Loh kamu mau kerja Ra? Bukannya masih cuti?”


“Nggak ma, Ara mau ikut mas Hafa ke bengkel” timpal Ara yang kemudian mencuci tanggannya dan mendekati sang suami yang menunggunya.


“kamu sudah mau kerja Fa?”


“iya ma, ada alat masuk, jadi Hafa harus handle dulu”


“Kenapa harus ajak menantu mama?”


“hmm…..”

__ADS_1


Tbc


__ADS_2