It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 42


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


“Ya kalau bisa mas, lagian adek kan belum punya apa-apa, uang aja masih minta, malu dong udah punya cewek, masak ngajakin jajan aja minta dulu ke papa atau kakak, yang ada malah kena ceramah panjang lebar kak, tugas kuliah aja udah bikin pusing kak, belum kepikiran buat nambah pusing dengan pacar juga, hehe”


“Hmm, bagus, jempol buat kamu” Hafa pun mengacungkan kedua jempolnya untuk sang adik ipar.


“Kalau mas sudah pernah pacaran?” tanya balik Farhan yang penasaran dengan sang kakak, pasalnya dia sendiri belum begitu mengenal kehidupan pria yang duduk di sampingnya ini. Hanya saja rasa nyaman dan hangat saat bersamanya mambuat ia yakin kalau pria yang telah menjadi kakak iparnya ini akan bisa membahagiakan kakak semata wayangnya.


Deg!


“Eh…” Hafa menggaruk kepalanya yang tak gatal, bingung bagaimana menceritakan masa lalunya, bahkan gadis pujaannya yang kini telah menjadi istrinya pun belum mengetahuinya.


“Udah ya? wah ada berapa mantannya mas?”


“hmm….”


“Mantan siapa dek?” timpal Ara tiba-tiba yang ikut bergabung dengan duduk di sofa sembari membawa satu toples kacang di tangannya.


“Mantan mas Hafa lah kak, siapa lagi? Kakak kan tau adek belum punya pacar” celetuk Farhan dengan tampang polosnya, kemudian melanjutkan mengotak-atik laptop di pangkuannya.


“Oh ya, mas punya mantan berapa?” kini Ara yang penasaran kemudian menatap suaminya yang duduk di sofa depaannya.


“hmmm…. itu… aduh gimana ya?” ucap Hafa ragu


“Mas punya banyak mantan ya?” ucap Ara bertanya kembali dengan menekankan kalimatnya


“Sembarangan… mantan mas cuma satu....”


“Masa?” kini Farhan yang menggoda kakak iparnya,


“Beneran dek”


“orang mana mas?”


“Eh…” Hafa pun gelagapan di tanya Ara, ada rasa kekhawatiran dalam dirinya


“Orang mana?”


“deket rumah mas dek” jawab Hafa pelan


“Wah…. Kalau gitu jangan mau pindah ke sana kak, nanti ketemu mantannya mas Hafa” ucap Farhan mengompori sang kakak, sepertinya paham sang kakak sedang mengerjai suaminya. Dari kecil hidup bersama dan sama-sama suka saling menjahili, ia paham betul nada ucapan sang kakak bukanlah hal serius dan perlu di khawatirkan.

__ADS_1


“Loh… loh…. ya ga gitu dong dek” Hafa makin gelagapan, belum juga jelasin lebih detail sudah di kompori aja, “mantan mas kan udah ikut suaminya”


“Oh udah nikah? Kirain?” celetuk Ara dengan tampang sok ketusnya.


“Iya lah dek, mas pacaran dulu juga jaman sekolah kok, ya kali dia belum nikah?”


“wah… wah… hati-hati kak, jaman sekolah aja udah berani pacaran? Jangan percaya kalau mantannya cuma satu”


“ish… beneran cuma satu lah dek, kaya cinta monyet gitulah, jangan dengerin Farhan ya..” ucap Hafa memelas mendekati sang istri yang tengah santai menikmati kacangnya, namun tampak membuang muka, tak mau menatap sang suami.


“Bohong pasti kak” timpal Farhan yang bagai kompor meleduk.


“Ya Allah, beneren dek. suwer deh…. Percaya sama mas” Hafa kalang kabut karena Ara masih saja membuang muka, tak menatap sang suami yang berusaha membujuknya.


Hafa mendekati sang istri dan mecoba meminta sang istri menoleh ke arahnya, namun tetep saja, Ara berusaha cuek,


Namun tak bertahan lama, akhirnya Ara tak tahan juga, tiba-tiba terdengar tawa pelan dari Ara yang menolah ke arah lain.


“Ish….. kakak ih, baru juga bentar kok udah ketawa sih?” celetuk Farhan yang membuat Hafa melongo menatap keduanya.


“Kalian ngerjain mas ya?” pekik Hafa setelah menyadari kelakuan kakak beradik itu.


“Ah… maa…af mas…. Ha… ha…”


“Awas kamu, udah berani ngerjain mas, kalian ini bener-bener”


“Ha… ha… udah mas… udah…”pinta Ara dengan nafas terengah-engah.


Hafa pun akhirnya berhenti setelah melihat wajah sang istri berwarna merah karena terlalu banyak tertawa.


“Ih,,, mas ih… uhuk..uhuk” rengek Ara sembari terbatuk saking banyaknya tertawa.


Ia pun mengatur nafasnya lalu meraih segelas air yang berada di atas meja.


“maaf-maaf dek…” Hafa yang masih duduk di samping istrinya pun mengelus punggungnya berharap bisa meredakan batuk sang istri.


Setelah bisa mengatur nafasnya, Ara pun menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


“Maafin mas dek” ucap Hafa pelan menatap wajah sang istri yang sepertinya masih belum merasa nyaman.


“Gapapa mas, Ara yang minta maaf karena udah jahilin mas, hehe..”

__ADS_1


“tapi beneran mantan mas cuma 1 dek, mas ga ada deket juga sama cewek mana pun setelahnya” tanpa sungkan Hafa pun menggenggam telapak tangan sang istri dan mendekapnya di dada.


“Iya… Ara percaya kok, sebenarnya Ara sudah tau juga dari Rindi” sekali lagi Ara terkikik. “lagi pula itu kan masa lalu mas, Ara juga kan tak bisa menghakimi masa lalu mas apalagi itu sudah sangat lama, dan jauh sebelum mas mengenal Ara”


“Hmmm… makasih sayang” Hafa pun mengecup telapak tangan sang istri, membuat sesorang yang masih di sana mencebik kesal.


"kamu nakal banget sih dek, mas bener-bener takut tau dek" ucap Hafa memelas sembari menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


“Aish…. Kalian ini bener-bener ya? ga inget adek di sini? Kalian bener-bener menodai mata polosku” sungut Farhan yang terlihat sangat kesal dengan adegan mesra yang di tunjukan pengantin baru itu.


"ga usah sok polos dek" timpal Hafa lalu malah merangkul erat dan mesra sang istri,


"haish... Kalian ini. ck" gumam Farhan membuang muka, kemudian memilih fokus lagi pada laptopnya.


Sementara pasangan pegantin baru itu malah terkikik karena bisa menggoda adik mereka.


"emang bener Yang, adik kamu belum punya pacar?" bisik Hafa seraya melirik ke arah sang adik ipar yang tengah fokus mengerjakan laporan.


"gak tau mas, tapi sejauh ini belum ada yang di kenalin ke aku."


"masa sih, anak jam sekarang gak ada pacar?"


"suka-suka aku dong mas" ucap Farhan sewot.


sontak saja ucapannya membuat kedua orang yang tengah berangkulan itu terkekeh lebar.


"haha..denger ya dek?" tanya Hafa dengan tampang sok polosnya.


"ya jelas dengar lah mas, kalian ngobrol berbisik kencang kok di depan orangnya. Ck"


"gak usah sewot gitu lah dek, sensi amat sih, maafin deh, bercanda donga ih" bujuk Ara pada sang adik, namun bibirnya masih berusaha menahan tawa.


Hafa pun terkekeh kemudian melepas rangkulannya pada sang istri lalu beralih duduk di samping adik iparnnya,


"mas minta maaf juga ya?"


"eh..." Farhan pun menolah ke arah kakak iparnya. Melihat kakak iparnya yang menatapnya dengan senyum yang berbeda.


"Ya Allah kak,... "


Tbc

__ADS_1


__ADS_2