It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)

It'S That You? (Kamu Yang Kutunggu)
Part 75


__ADS_3

🌺Happy Reading🌺


Setelah beberapa candaan yang mereka lontarkan, keempatnya masuk ke dalam rumah untuk bersiap menjalankan ibadah maghrib dan makan malam.


“Mulai besok gak mas antar ya” ucap Hafa lagi saat mereka selesai menikmati makan malam. "berangkat sendiri"


“Hmmm… sekali lagi makasih ya mas” jawab Rindi dengan wajah sumringahnya.


“Hati-hati waktu mengemudi, tetap fokus, jangan ngebut-ngebut” titah Hafa pada sang adik yang selama ini, kalau pergi kemana pun akan dia antar.


“siaaap…. Mas…. !!!!!“


“Kalau mau pergi kemana pun tetep kasih tau orang rumah dek, apalagi kalau pergi habis pulang kerja” timpal mama Hesti menasehati putri bungsunya,


“Iya ma..”


Keempatnya pun larut dalam obrolan ringan hingga waktu menjelang tidur, mereka segera pergi ke kamar masing-masing.


***


Beberapa hari telah berlalu, hari ini Ara dan Hafa di sibukan dengan persiapan diri untuk menghadiri acara wisuda Farhan yang akan di gelar di kampusnya. Sejak kemarin sore keduanya sudah datang ke kediaman papa Ilham dan menginap di sana.


“Mas, baju batiknya Ara taruh di atas tempat tidur, Ara mau keluar dulu, bantuin mama” Teriak Ara pada sang suami yang saat ini tengah berada di kamar mandi,


“Iya dek” jawan Hafa dengan teriakan pula.


Ara pun segera menuju ruang makan di mana sang mama tengah menata sarapan untuk keluarga mereka.


“Cie, yang sudah sarjana” goda Ara saat melihat adiknya memasuki ruang makan makan dengan pakaian rapi kemeja putih dan celana hitamnya.


Farhan tersenyum sumringah mendengar lontaran godaan dari kakaknya,


“Perjuangan keras kak” ucapnya dengan kekehan lebarnya.

__ADS_1


Kedua wanita beda usia yang sudah berkutat di ruang makan itu pun tersenyum lebar melihat kebahagiaan putra bungsu papa Ilham.


“Emang gitu prosesnya, semoga ilmu yang kamu dapat nanti bermanfaat untuk banyak orang”


“Aamiin” jawab Farhan mengaminkan doa sang kakak.


Ketiganya larut dalam obrolan ringan sembari menunggu dua pria beda usia yang tengah bersiap di kamar mereka.


“Duh gantengnya anak papa yang mau wisuda” celetuk papa Ilham saat melihat putra bungsunya sudah rapi dan wangi.


“Kan Farhan anak papa, jelas ganteng dong” ucap Farhan jumawa, membuat semua orang tertawa senang.


Hafa yang baru saja memasuki ruang makan pun langsung ikut duduk di samping sang istri yang tengah menikmati cemilan paginya. Dua pasang suami istri beda usia itu tampak kompak dengan pakaian sarimbit yang mereka kenakan. Sementara bintang utama acara hari ini tampil beda dengan kemeja putihnya yang nanti akan di tertutup dengan jubah berwarna hitam saat acara prosesi wisuda berlangsung.


Tak ingin terlamat dan terjebak kemacetan saat menuju tempat wisuda, kelimanya segera bergegas menyantap sarapan yang telah tersaji di depan mereka, kemudian pergi ke kampus di mana Farhan menimba ilmu dengan satu mobil yang di kemudikan Hafa.


“Kakak tunggu di luar sama mas Hafa ya dek” ucap Ara saat kelimanya sudah turun dari mobil dan menuju ruang besar di mana acara di gelar. Undangan yang hanya di peruntukkan untuk dua orang membuat Ara memilih untuk menunggu di luar dan membiarkan kedua orang tuanya masuk mengikuti acara, agar bisa melihat bagaimana putra bungsu mereka berdiri dengan gagahnya saat pengucapan sumpah dan pemindahan tali toga oleh rektor kampus bersama dengan para sarjana lainnya. Putra bungsunya kini telah memberikan kebanggaan akan prestasi yang di raihnya dan akan resmi menyandang gelar sarjana setelah menempuh pendidikan selama empat tahun. Seperti halnya saat ia wisuda beberapa tahun yang lalau, kini giliran kedua orang tuanya memenani sang adik selama prosesi wisuda. Dan meskipun Ara hanya menunggu di luar, ia tak mempermasalahkannya, apalagi banyak pedagang makanan yang berjualan, yang bisa di pastikan ia tak merasa bosan karenanya.


“Iya, kakak sudah tau, kamu tenang aja”


Farhan pun tersenyum pada sang kakak yang kini tampil sangat cantik dengan perut buncitnya. Jika dulu saat sang kakak wisuda dia tak ikut karena bersamaan dengan jadwal ujian di sekolah, kali ini ia sangat bersyukur karena sang kakak hadir untuk memberikan supportnya.


Ara pun berdiri di depan sang adik dan merapikan jubahnya, lalu membantu memasangkan toga di atas kepalanya.


“Adik kakak sudah besar, kakak bangga padamu dek” Ucap Ara dengan senyum lebarnya, sembari merapikan kembali samir dan juga selempang bertuliskan Cumlaude yang tersampir di pundak sang adik.


Setelah berbasa-basi sebentar, ketiganya memasuki aula besar tempat acra berlangsung sementara Ara dan Hafa memilih mencari tempat yang nyaman untuk menunggu.


“Jadi kangen kampus dek” celetuk Hafa menikmati suasana kampus dimana adik iparnya menimba ilmu,


“hmm… sudah banyak yang berubah ini mas, dulu waktu Ara kuliah di sini gedung depan itu belum ada” timpal Ara yang menujuk salah satu gedung yang berdiri megah di depan mereka.


“Kapan-kapan mas ajak kamu ke kampus mas dek, sekalian jalan-jalan”

__ADS_1


“Ara sudah pernah ke kampus mas, saat jadi mahasiswi dulu”


“Oh ya, ngapain?”


“Agenda seminar mas, kebetulan emang yang ngadain kegiatan BEM kampusnya mas dulu”


“itu sudah lama sekali dek, kapan-kapan ke sana ya, mas ajak keliling nanti, kamu paling cuma ke auditoriumnya aja kan?”


“hmmm, ya mau ngapain keliling mas, orang ga ngerti juga, mana kampusnya gedhe banget”


Hafa terkekeh mendengar ucapan istrinya, ia pun mengajak sang istri duduk di salah satu gazebo yang berada di taman yang tak jauh dari tempat acara berlangsung.


“Pingganya masih gak nyaman dek?” tanya Hafa setelah keduanya menunggu beberapa jam, berkali-kali Ara mengubah posisinya, dari duduk, berdiri, bersandar bahkan di buat untuk berjalan-jalan di sekitar taman atau juga sekedar berjalan mencari makanan yang di jual oleh para pedagang.


“Udah enakan mas, habis mas usap-usap tadi” jawab Ara yang kini tengah menikmati sosis bakar yang baru saja Hafa belikan untuk cemilan mereka berdua.


“hmm… Bouqet bunga yang kamu pesan kemarin juga sudah otw jalan sini dek” lanjut Hafa yang ikut menikmati cemilan yang baru saja di belinya.


“Orangnya bisa anter sampai depan kita sini mas?”


“Bisa, mas udah kasih tau lokasi kita nunggu di sini”


“oke, Makasih mas” jawab Ara dengan senyum lebarnya, membuat Hafa juga menyunggingkan senyum lebarnya.


Hari ini ia benar-benar terpesona dengan sang istri. Semenjak hamil aura kecantikan sang istri semakin terlihat, apalagi dengan dress yang Ara kenakan hari ini membuatnya terlihat begitu anggun dengan perut buncitnya.


“Oh ya mas, acara keluarga besok minggu di tempat budhe Nita di alihin ke rumah, kata mama sekalian syukuran wisudanya Farhan”


“iya, papa tadi juga bilang rencananya mau gitu”


“kita nginep di rumah papa sampai habis acara boleh?”


Tbc

__ADS_1


__ADS_2