
Baru setahun berjalan bisnis batu bara Trisno telah membuahkan hasil yang cukup fantastis.
Dengan hasilnya yang cukup fantastis Trisno pun membelikan sebuah mobil untuk Lasmi.
“Lasmi aku punya kejutan untukmu,” ujar Trisno yang baru saja pulang dari show room mobil.
“Apa itu Mas,” tanya Lasmi yang sangat penasaran.
“Coba kamu lihat di garasi mobil,” ujar Trisno.
Lasmi yang sangat penasaran pun berjalan keluar rumah di temani oleh Trisno menuju garasi mobil.
Sesampainya di garasi mobil Lasmi di buat kaget oleh kejutan dari Trisno.
Satu buah mobil terbaru yang Trisno berikan kepada Lasmi.
Lasmi melihatnya pun sangat bahagia dan memeluk Trisno.
“Mobil ini untukku Mas?” tanya Lasmi.
“Iya itu aku beli untuk mu Lasmi,” ujar Trisno dengan tersenyum.
“Terima kasih Mas, kamu memang suami yang terbaik,” puji Lasmi sembari memeluk Trisno.
“Iya Lasmi, ini kuncinya jika kamu mau memakai mobil baru itu, Iwan serta Usup akan mengajarkan kamu mengemudi.
“Iya Mas.”
“Apa kamu menyukainya Lasmi?”
“Iya aku sangat menyukainya Mas.”
Lasmi pun membuka pintu mobil barunya dan masuk ke dalamnya ingin mencoba mobil barunya.
Namun di saat Lasmi tengah duduk di tempat duduk pengemudi perut bagian bawahnya tiba-tiba merasakan sakit kembali.
“Aduh!” pekik Lasmi.
“Ada apa Lasmi?” tanya Trisno.
“Perutku tiba-tiba sakit kembali Mas,” kata Lasmi.
“Ya sudah aku antar kamu ke dokter?” ujar Trisno.
“Tidak usah Mas, aku ingin istirahat saja di kamar,” kata Lasmi.
Lasmi yang bersih keras tidak ingin di antar ke dokter akhirnya Trisno mengiyakan kemauan Lasmi.
Trisno membantu Lasmi berjalan menuju kamar, Lasmi pun di gandeng oleh Trisno menuju kamarnya.
Di dalam kamar Lasmi meminum obat pereda nyeri yang telah tersedia di kotak obat.
Setelah itu Lasmi pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat.
“Mas, aku ingin beristirahat dahulu,” kata Lasmi.
“Iya Lasmi,” ujar Trisno.
Di malam harinya Trisno yang mendapat undangan untuk menghadiri acara pernikahan warga di desanya kebetulan jarak antara rumah Trisno dengan pesta pernikahan tidak terlalu jauh.
Trisno yang berada di dalam kamar pun telah bersiap untuk berangkat ke acara tersebut.
“Mau ke mana Mas?” tanya Lasmi.
“Aku mau menghadiri acara pernikahan putri bapak Minto, apa kamu mau ikut Lasmi?”
“Tidak Mas, aku di rumah saja, ingin beristirahat perutku masih sedikit sakit,” ujar Lasmi memberitahukan Trisno.
__ADS_1
“Ya sudah jika begitu aku akan ajak Usup serta Iwan saja,” ujar Trisno.
Trisno pun meninggalkan Lasmi sendirian di kamarnya sementara Trisno pergi keluar menemui Iwan dan Usup.
“Kalian berdua malam ini ikut aku,” kata Trisno.
“Ke mana Bos?” tanya Usup.
“Ke perkawinan anak pak Minto.”
“Kami ikut Bos,” ucap Iwan yang sangat antusias.
Setelah itu mereka bertiga pun pergi bersama-sama menuju acara pernikahan.
Sesampainya di sana Trisno pun pergi menuju pelaminan guna untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Sampai akhirnya Trisno ingin pulang ia bertemu dengan pak Arifin yang juga menghadiri acara pernikahan anak perempuannya Minto sahabatnya.
“Pak Trisno!” pekik pak Arifin memanggil Trisno.
Seketika langkah Trisno terhenti mana kala mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.
Trisno pun menoleh ternyata Arifin.
“Mau ke mana pak Trisno?” ucap Arifin.
“Mau pulang saya pak,” sahut Trisno.
“Jangan pulang dulu lebih baik kita bersenang-senang sebentar, aku bawa bayak minuman di mobil. Ayo pak Trisno kita minum dulu sedikit saja,” ajak Arifin.
Mendengar ajakan Arifin Trisno pun ikut bersama Iwan dan Usup.
Mereka menikmati orkes musik dangdut di temani dengan minuman beralkohol.
Malam hampir larut jam pun sudah menunjukkan pukul 12 malam, Trisno masih sangat asyik dengan botol minumannya.
Bersama Iwan serta Usup yang masih setengah sadar.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil, Iwan yang masih cukup sadar pun mengemudikan mobil Trisno.
Beberapa menit telah berlalu mereka bertiga sampai di rumah, Usup yang banyak minum pun mulai berjalan masuk ke pos jaga untuk tidur dan di susul oleh Iwan.
Sementara Trisno mulai masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
Trisno yang di pengaruhi oleh minuman beralkohol mulai mendekati Lasmi yang sudah tertidur.
Trisno membangunkan Lasmi yang sedang tertidur untuk melampiaskan hasratnya.
“Aku ingin!” ucap Trisno.
Lasmi yang mencium bau alkohol di mulut Trisno pun mulai geram.
“Kamu mabuk Mas?” ucap Lasmi.
“Tidak, aku hanya sedikit minum saja kebetulan tadi bertemu pak Arifin dan dia mengajakku untuk minum,” pungkas Trisno kepada Lasmi.
“Ayo Lasmi sudah lama kamu tidak memberikan aku?”
“Aku sedang tidak ingin Mas, lagi pula perutku masih sakit,” Lasmi yang menolak.
Trisno mencoba memaksa Lasmi namun tidak berhasil. Karena saat itu perut Lasmi masih sangat sakit.
Trisno yang kesal pun keluar dari kamarnya karena hasratnya tidak bisa ia salurkan.
Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, Trisno pun berjalan ke ruangan bawah tanah.
Sesampainya di sana Trisno melihat Lasmi yang sedang tertidur sembari di pasung.
__ADS_1
Karena pengaruh minuman beralkohol serta penolakan Lasmi membuat dirinya tidak dapat menahan hasratnya.
Trisno menghampiri Surti dan mulai menggerayangi tubuh Surti.
Sontak saja Surti pun terbangun dari tidurnya dan sangat terkejut melihat Trisno yang sudah ada di sampingnya dengan tatapan yang nakal.
“Bapak mau apa dengan saya!” ucap Surti dengan tegas.
Namun Trisno tidak menjawab ucapan dari Surti.
Trisno mulai dengan paksa menciumi tubuh Surti.
“Jangan Pak, saya mohon jangan,” ujar Surti yang memohon sembari memberontak.
Trisno yang sangat kasar memaksa melepas baju Surti yang ia kenakan.
Melihat kemolekan tubuh Surti yang masih muda membuat hasrat Trisno tidak dapat terbendung lagi.
Trisno mulai melepaskan celana yang ia gunakan dan mencoba meniduri Surti.
Sekuat tenaga Surti memberontak dari ia mendorong tubuh Trisno sampai Surti melakukan perlawanan, Surti juga berteriak meminta pertolongan namun semua usahanya hannyalah sia-sia. Trisno sendiri yang telah mendesain ruang bawah tanah yang kedap suara sehingga sekuat tenaga Surti berteriak hanya sia-sia bagi dirinya.
Trisno pun berupaya untuk dapat melampiaskan hasratnya kepada Surti.
Sampai akhirnya Trisno berhasil menyalurkan hasratnya kepada Surti.
Trisno pun memasang celananya kembali lalu meninggalkan Surti begitu saja.
Trisno yang sudah merasa puas pun kembali ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di kasur sampai akhirnya ia tertidur.
Sementara Surti menangis meratapi nasibnya yang di perlakukan sangat kejam oleh Trisno.
Surti menangis sembari memegangi baju yang terlepas oleh Trisno.
Surti pun memasang bajunya kembali sembari menangis.
Hidupnya begitu sangat hancur ketiga dirinya di perlakukan seperti itu oleh Trisno.
Surti hanya bisa menangis.
***
Keesokan paginya Trisno mulai terbangun dari tidurnya merasakan berat di kepalanya dan melihat Lasmi tidak ada di sampingnya.
Trisno tidak langsung bergegas pergi dari tepat tidurnya ia duduk di tepi tempat tidur mencoba mengingat apa yang dia perbuat tadi malam.
Samar-samar Trisno mulai mengingat kejadian yang di lakukannya tadi malam.
‘Aku meniduri Surti tadi malam karena pengaruh minuman beralkohol itu,' batin Trisno.
‘Tapi, kemolekan tubuh Surti serta dirinya yang masih muda membuat aku ingin melakukan lagi dengan dirinya,' batin Trisno kembali.
“Ah biarkan saja, lagi pula sekarang Lasmi jarang bisa melayani kebutuhanku jangan salahkan aku jika aku mencari pelampiasan,' batin Trisno yang kesal.
Beberapa menit kemudian Lasmi menghampiri Trisno di dalam kamar, membuat lamunan Trisno kepada Surti pun hilang.
“Kamu sudah bangun Mas. Maafkan sikapku tadi malam Mas, aku hanya kesal denganmu kamu pulang dengan mulut bau alkohol lalu kamu meminta itu kepadaku, dan saat itu aku sedang sakit. Mangkanya aku menolak ajakanmu Mas,” ucap Lasmi yang merasa tidak enak kepada Trisno suaminya.
“Iya tidak apa-apa, aku memakluminya Lasmi,” ujar Trisno yang berusaha menyimpan sesuatu kepada Lasmi.
“Ayo kita sarapan aku sudah membuatkan makan kesukaanmu, Mas.”
“Iya kamu duluan saja, aku mau mandi terlebih dahulu”
Semenjak kejadian tadi malam bersama Surti, Trisno selalu terbayang-bayang olehnya, dan mulai ketagihan ingin melakukan kembali kejadian yang tidak senonoh kepada Surti.
__ADS_1