Jenglot

Jenglot
Pertikaian


__ADS_3

Setelah Trisno selesai mengantar Sari pulang, ia pun kembali pulang ke rumah Ningsih.


Sesampainya di rumah Trisno memarkirkan mobilnya di halaman rumah.


“Ning! Ning! Buka pintunya,” pekik Trisno sembari mengetuk pintu.


Ningsih yang mendengar Trisno memanggil-manggil dirinya pun keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju pintu utama.


Sesampainya di pintu utama Ningsih membukakan pintu untuk Trisno.


“Baru pulang kamu Mas, sekarang kamu jarang pulang ke rumah Mas,” eluh Ningsih kepada Trisno.


“Aku sibuk mengurus pekerjaan,” ujar Trisno yang langsung masuk ke dalam rumah.


“Tapi Mas, dulu sesibuk-sibuknya kamu, kamu masih tetap memberi kabar dan pulang ke rumah tapi sekarang sudah tidak lagi seperti itu,” Ningsi yang protes ke Trisno.


Trisno pun tidak menghiraukan ucapan dari Ningsih ia berjalan menuju kamar tanpa memedulikan Ningsih. 


Trisno pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa memedulikan Ningsih. 


Di atas tempat tidurnya Trisno kembali memikirkan Sari.


Di dalam benak Trisno dirinya ingin sekali memper istri Sari. Trisno mulai berpikir untuk menyingkirkan suami Sari karena hanya dengan cara itulah Trisno bisa menikahi Sari.


 Ningsih pun mendatangi Trisno di dalam kamarnya sontak saja menghilangkan lamunan dirinya dengan Sari.

__ADS_1


“Mas, aku belum selesai berbicara denganmu,” eluh Ningsih.


“Ada apa sih Ning, aku sedang malas berdebat hari ini dan ingin tidur,” ujar Trisno membalik kan badannya menghadap dinding.


Ningsih yang menjadi kesal kepada Trisno karena akhir-akhir ini sikap Trisno sangat berubah ketika dirinya telah mengenal Sari.


Ningsih pun mencoba mengalah ia keluar dari kamar menuju dapur, Ningsih ingin memasak makan malam untuk Trisno.


Sementara Trisno yang berada di dalam kamar telah tertidur dengan sangat nyenyak sambil bermimpi tentang Sari.


Di dalam mimpinya Trisno berhasil menyingkirkan suami Sari dan menikahi Sari.


Hidup bahagia bersama Sari dan memiliki seorang putra bersama Sari.


Beberapa jam telah berlalu langit pun mulai terlihat gelap namun Trisno tidak kunjung bangun dari tempat tidurnya.


Ningsih menuju kamarnya, sesampainya di kamar terlihat Trisno yang tertidur lelap sembari memanggil-manggil nama Sari.


Mendengar Trisno memanggil nama wanita lain membuat Ningsih menjadi sangat geram, ternyata selama ini sikapnya berubah karena ada wanita lain selain dirinya.


Ningsih tak kuasa menahan sakit hatinya tidak ada seorang wanita yang ingin di duakan.


 Ningsih pun duduk di pinggir tempat tidur air matanya tidak dapat ia bendung dan mengalir ke pipi rasa sakit hati ia alami  jika teringat akan janji-janji Trisno di saat ingin meminangnya.


Trisno selalu berjanji kepadanya bahwa dirinya yang akan selalu di hatinya namun kenyataan berubah ketika Ningsih mendengar nama wanita lain yang ia ucapkan.

__ADS_1


  Tiba-tiba Trisno pun terbangun dari tidurnya dan melihat Ningsih yang sedang menangis di sampingnya.


“Kamu kenapa Ning malah menangis?” tanya Trisno yang bingung.


“Apakah ada wanita lain di hati mu Mas?” tanya Ningsih dengan wajah sedihnya.


“Kenapa kamu menanyakan seperti itu?” ujar Trisno yang bingung.


“Aku mendengar kamu memanggil-manggil nama wanita lain Mas, di kala sedang tidur,” ucap Ningsih dengan sangat kesal.


“Dan Siapa Sari Mas?” sambung Ningsih dengan memberikan pertanyaan yang sang menohok kepada Trisno.


“Sari dia bukan siapa-siapa itu sekretaris pak Arifin,” sahut Trisno dengan berbohong.


“Kamu bohong Mas, aku mendengar kamu memanggil nama Sari berulang-ulang di kala kamu sedang tidur,” kata Ningsih yang tidak percaya.


“Untuk apa aku bohong, aku bermimpi dia mendatangiku menanyakan proyek pekerjaan,” sahut Trisno yang kembali berbohong.


“Aku tidak percaya dengan ucapanmu Mas.”


“Aku cape Ning, kamu selalu marah dan marah, aku lelah dan malas berdebat,” Trisno yang menyudutkan Ningsih.


“Sudahlah jika terus seperti ini jangan salahkan aku jika aku jarang pulang ke rumah,” sambung Trisno dengan kesal.


Trisno pun kembali pergi meninggalkan Ningsih Trisno pergi keluar rumah dengan menaiki mobilnya mencoba mencari ketenangan.

__ADS_1


 


   


__ADS_2