Jenglot

Jenglot
Hutan terlarang


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Anwar masih saja memikirkan kata-kata dari mbah Kusno karena mengetahui bahwa Trisno di lindungi oleh jenglot peliharaannya.


Semakin hari Anwar semakin antusias untuk membuat Trisno menjadi bangkrut.


Di pagi itu saat Anwar ingin ke perusahaannya, ia berpamitan kepada anak dan istrinya.


Setelah sarapan pagi Anwar mulai berangkat untuk bekerja.


“Bayu, ayah pergi kerja dulu ya mungkin nanti Bayu akan lama tidak lihat ayah karena ayah sibuk bekerja,” ucap Anwar kepada Bayu anak laki-laki semata wayangnya.


“Iya Yah. Ayah hati-hati bekerjanya ya, nanti kalau sudah selesai main lagi sama Bayu ya Yah.”


“Iya Nak,” ucap Anwar sembari mencium pipi Bayu.


“Mas, hati-hati kerjanya,” pesan Rini sang Istri.


“Iya sayang, jaga Bayu selama Mas pergi,” ucap Anwar mencium kening sang Istri 


“Iya Mas,” Rini sembari mencium punggung tangan Anwar.


Anwar pun menaiki mobilnya dengan di atar oleh pak Ujang.


Seperti firasat bagi Anwar ia akan pulang sangat lama.


Pak Ujang pun menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan pertambangan Anwar.


Saat di tengah perjalanan Anwar malah memerintahkan pak Ujang pergi ke hutan terlarang untuk mengantarnya ke tempat Ki Agung.


“Pak tolong antarkan saya ke hutan terlarang,” kata Anwar.


“Bapak Anwar yakin dan sudah memikirkan matang-matang, “ ujar Pak Ujang.


“Sudah Pak, apa pun risikonya saya sudah siap.” Kata Anwar meyakinkan pak Ujang.


“Baik jika begitu Pak, ta-tapi saya tidak bisa ikut ke dalam hutan terlarang itu Pak. Saya takut.”


“Tidak apa-apa pak Ujang biar saya yang masuk sendirian pak Ujang tunggu di dalam mobil saja di depan hutang terlarang, biat saya yang masuk ke dalam hutan itu,” sahut Anwar menjelaskan maksud hatinya.”


Pak Ujang yang di perintahkan oleh Anwar pun tidak bisa berbuat apa-apa, mau tidak mau pak Ujang akhirnya mengantarkan Anwar pergi ke hutan terlarang itu.


Tidak terlalu memakan waktu lama untuk sampai ke hutan itu karena hutan terlarang itu tidak terlalu jauh dengan tempat tambang batu bara milik Anwar.


3 jam telah berlalu pak Ujang sudah memasuki jalan kawasan hutan terlarang sampai akhirnya pak Ujang memberhentikan mobilnya.


“Pak saya hanya bisa mengantarkan pak Anwar sampai di sini, Bapak harus berjalan masuk ke dalam hutan itu, menurut cerita nanti di dalam hutan itu ada rumah kecil yang terbuat dari bambu. Nah di sanalah ki Agung itu tinggal pak,” pak Ujang menjelaskan kepada Anwar.


“Baik pak kalau begitu saya akan masuk ke hutan itu sendirian.”


“Iya pak semoga berhasil.”

__ADS_1


Anwar pun turun dari mobilnya sendirian sementara pak Ujang sopir pribadinya tinggal di dalam mobil menunggu Anwar.


Anwar mulai berjalan memasuki hutan terlarang itu, saat Anwar memasuki hutan terlarang itu tidak ada hal yang aneh di sana, namun semakin dalam Anwar masuk hutan terlarang hawa dingin mulai menusuk kulit Anwar.


Padahal saat itu hari sudah menunjukkan tengah hari, namun Anwar merasakan rasa dingin menusuk kulitnya saat memasuki lebih dalam di hutan itu.


Di tambah lagi suara-suara seperti hewan buas yang Anwar dengar namun tidak Anwar tidak melihat satu ekor pun hewan buas di sana.


 Hal itu tidak menggoyahkan tekad Anwar iya semakin masuk lebih dalam ke hutan itu sampai Anwar tidak sadari ternyata dirinya malah masuk ke perbatasan antara alam manusia dan dunia lain.


‘kenapa di hutan ini ada rumah seperti istana yang megah, bukannya kata pak Ujang di dalam hutan ini ada rumah dari bambu,' batin Anwar.


Anwar yang begitu sangat penasaran mencoba mendekati istana itu.


Dirinya sangat terkejut saat ia mendekati istana itu, terlihat banyak prajurit yang menjaga pintu gerbang istana itu.


Awan yang terlihat asing dan bukan salah satu bagian dari mereka pun di tangkap.


‘Siapa kamu beraninya kamu masuk ke kawasan terlarang ini,” kata salah satu prajurit yang memergoki Anwar.


“Aku ingin ke rumah ki Agung,” ujar Anwar yang polos.


“Kamu salah jalan, di sini bukan kediaman ki Agung. Karena kau telah berani masuk ke kawasan kami maka kau harus ikut dengan kami bertemu sang ratu,” ucap salah satu prajurit itu.


“Sang ratu, apa di jaman modern  ini masih ada ratu,” celetuk Anwar yang sangat bingung sebenarnya ia pergi ke mana.


“Sudah tidak usah banyak tanya Ayo ikut,” salah satu prajurit itu menarik Anwar.


Saat Anwar berjalan menemui sang ratu, ia melihat keanehan kepada para prajurit yang membawanya.


Saat Anwar benar-benar memperhatikan wajah prajurit itu terlihat aneh ketika salah satu dari prajurit itu mengedipkan matanya.


Anwar melihat kornea mata mereka tidak seperti kornea mata manusia pada umumnya melainkan kornea mata mereka memiliki garis berwarna hitam di tengahnya seperti mata ular.


‘Apakah aku masuk ke dunia lain, sepeti yang sudah di jelaskan oleh pak Ujang bahwa di dalam hutan ini ada perbatasan antara dunia manusia dan dunia mereka,' batin Anwar yang teringat akan ucapan pak Ujang.


Setelah itu Anwar telah sampai di hadapkan oleh seorang wanita yang sedang duduk di singgasananya  dengan memakai mahkota di atas kepalanya.


“Maaf Ratu ada yang masuk ke alam kita seorang manusia,” ujar sang prajurit.


“Beraninya kau masuk ke alam kami dan istanaku!” Bentak sang ratu.


“Maafkan saya, saya hanya ingin pergi ke rumah Ki Agung, tapi rupanya saya salah jalan dan akhirnya masuk ke sini,” ujar Anwar yang polos.


“Kau tidak tahu ini tempat apa?” ujar sang ratu.


“Saya tidak tahu Ratu maafkan saya telah lancang masuk tanpa ijin ke tempat ratu,” sahut Anwar.


“Baiklah jika begitu kalau kau ingin lihat bangsa kami,” celetuk sang ratu.

__ADS_1


Sontak saja semua prajurit, dayang semua berubah menjadi seekor ular di tambah lagi sang ratu yang duduk di singgasana berubah menjadi seekor ular yang sangat besar dengan mahkota di atas kepalanya.


Ternyata di dalam hutan terlarang itu ada dua jalur kiri dan kana, Anwar tidak mengetahui dan mengambil jalur kiri di mana di jalur kiri itu adalah tempat berbatasan dunia manusia dengan dunia siluman ular.


Banyak orang yang masuk ke dua siluman ular itu hilang dan beberapa hari di temukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh yang sudah membiru.


Sontak saja Anwar melihat sang ratu berubah menjadi ular yang sangat besar menjadi takut. Ia memohon kepada sang ratu agar membebaskannya.


“Maafkan saya Ratu, saya telah lancang masuk ke dunia sanga ratu saya mohon bebaskan saya kembali, istri dan anak saya pasti sangat khawatir jika saya tidak pulang,” ucap Anwar yang meminta maaf atas tingkahnya.


“Tidak, aku tidak ingin manusia masuk ke alamku bisa bebas. Dan kau punya niat tidak baik datang ke hutan ini untuk bertemu ki Agun untuk meminta pertolongan menyantet seseorang bukan. Manusia semacam dirimu dengan niat yang tidak baik memang harus di singkirkan!” ancam ratu siluman ular.


“Iya, aku yang salah. Aku berjanji jika ratu bebaskan diriku maka aku akan pulang dan tidak melanjutkan keinginanku bertemu dengan ki Agung,” Anwar memohon kepada sang ratu.


“Tidak kau harus di sini untuk selamanya menjadi abdiku, mungkin yang akan kembali itu ragamu yang sudah tidak bernyawa tapi bukan jiwamu yang akan di sini selamanya,” pung sang ratu ular.


“Pengawal kurung dia!” perintah sanga ratu.


“Baik ratu,” ujar beberapa prajurit yang membawa Anwar.


Hari telah berganti malam namun Anwar tidak kuncung keluar dari hutan itu. Pak Ujang yang mulai khawatir pun mulai menelepon Anwar.


Namun beberapa kali pak Ujang menelepon Anwar tidak bisa terhubung.


Rasa panik dan ke khawatiran mulai muncul di benak Ujang.


‘Kira-kira pak Anwar akan baik-baik saja tidak ya, aku mulai khawatir sudah jam 9 pak Awar belum juga muncul,'  gumam Ujang di dalam mobil.


Ujang pun mencoba menunggu Anwar kembali sampai akhirnya dirinya ketiduran di dalam mobil.


Saat Ujang bangun dari tidurnya ia melihat jam tangan yang Ujang pakai. 


Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 04.00 dini hari.


Melihat hari sudah menjelang pagi  akhirnya Ujang pun menelepon Rini istri dari Anwar.


Ujang memberitahukan kepada Rini, dengan semua kejadian tanpa di tutup-tutupi.


Rini yang mengetahui hal itu sangat kaget dan mencoba menelepon polisi.


24 jam kemudian karena Anwar belum pulang tim polisi mengerahkan timnya untuk mencari Anwar di hutan terlarang itu.


Semua anggota polisi di kerahkan mendatangi hutan terlarang itu.


Beberapa tim polisi serta Anjing pelacak juga di kerahkan guna mencari keberadaan Anwar yang telah hilang satu hari satu malam.


 


 

__ADS_1


 


  


__ADS_2