
Sementara di sisi lain Trisno berpamitan kepada Ningsih untuk pulang ke rumahnya untuk melakukan ritual memberikan makan sang jenglot setiap malam jumat.
“Ning aku hari ini tidak pulang ke rumah dulu,” ucap Trisno kepada Ningsih.
“Mas mau ke mana?” tanya Ningsih.
“Aku mau pulang sebentar besok pagi aku akan kembali lagi ke sini, ada urusan di rumah yang mau aku selesaikan,” ujar Trisno yang tidak memberitahukan Ningsih.
“Padahal Ning kangen lo mas, kok di tinggal,” sahut Ningsi yang menyandar di pundak Trisno.
“Iya Ningsih sayang sehari saja nanti besok pagi aku kembali lagi, aku pun kangen sama kamu,” ujar Trisno.
Trisno pun mulai berjalan keluar menuju mobilnya sementara Ningsih menemaninya hingga di depan pelataran.
“Aku tinggal dulu ya, ingat jangan nakal di rumah kalau macam-macam awas,” ancam Trisno.
“Tidak Mas, cinta Ning Cuma sama mas Trisno saja,” sahut Ningsih merayu Trisno.
“Uh, gemes aku sama kamu Ning,” sahut Trisno sembari menepuk bokong Ningsih.
Setelah sebentar bermanja-manjaan Trisno pun masuk ke dalam mobilnya.
Trisno mulai menjalakan mobilnya meninggalkan rumah Ningsi menuju rumahnya.
Satu jam di perjalanan akhirnya Trisno telah sampai di rumahnya.
Mendengar suara klakson mobil Trisno di depan pintu pagar rumahnya Usup pun membukan pintu pagar itu.
Trisno menuju garasi mobilnya untuk memarkirkan mobilnya.
“Usup!” pekik Trisno memanggil Usup.
__ADS_1
Usup yang mendengar Trisno memanggil dirinya, segera bergegas mendatangi Trisno.
“Ya Bos ada apa?” tanya Usup.
“Kamu ke pasar belikan ayam hitam untuk ritual aku nanti malam!” perintah Trisno sembari memberikan lembaran uang berwarna merah kepada Usup.
“Oke Bos,” sahut Usup mengambil uang dari tangan Trisno.
Setelah itu Usup bergegas meninggalkan Trisno pergi ke pasar untuk membeli ayam hitam.
Sedangkan Trisno mulai berjalan masuk ke rumah.
Sesampainya di dalam rumah Tini ibu Trisno sedang duduk di ruang tamu.
“Baru pulang kamu Trisno, bagaimana kabar istrimu?” tegur Tini.
Trisno menghampiri sang ibu dan duduk di sampingnya.
“Ningsih sedang hamil Bu,” ucap Trisno yang wajah senang.
“Kenapa Gendis mencari aku Bu?”
“Ya wajar Trisno, Gendis kan anakmu wajar dia mencari ayahnya,” nasehat Tini.
“Alah dia kan sudah besar Bu, aku sedang sedih dengan Ningsih.”
“Ada apa dengan Ningsih Trisno.”
Trisno mulai menceritakan akan mimpi buruknya kepada sang ibu.
“Sudahlah Trisno sebaiknya jenglot itu kamu kembalikan saja di mana kamu memintanya,” saran dari Tini.
__ADS_1
“Tidak Bu, apa pun yang terjadi aku tidak akan mengembalikan jenglot itu, aku tidak mau menjadi miskin lagi!” sahut Trisno yang menegaskan kepada sang ibu.
“Ya sudahlah Bu aku mau ke kamar aku sangat lelah.
Trisno pun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Tini yang di ruang tamu.
Di sore harinya Gendis sudah pulang sekolah, ia melihat mobil Bapaknya ada di garasi.
Gendis bergegas menghampiri Trisno, namun saat Gendis masuk ke rumah Trisno tidak ada di ruang tamu, lalu Gendis membuka kamar Trisno terlihat Trisno masih tertidur.
Gendis pun mulai berjalan menuju kamarnya. Namun saat Gendis ingin berjalan menuju kamarnya terdengar suara di kamar ritual yang bersebelahan dengan kamar Trisno.
Gendis yang mendengar seperti suar gaduh di kamar itu pun ingin mengintipnya lewat celah pintu kamar.
Saat Gendis sudah ingin mengintip tiba-tiba Trisno menepuk pundak Gendis dari belakang.
“Mau apa kamu di kamar ini?” tanya Trisno.
“I-itu Pak, tadi Gendis mendengar suara gaduh dari kamar itu,” ucap Gendis yang gugup.
“Bapak sudah memperingati kamu untuk menjauhi kamar itu, apa pun yang kamu dengar jauhi kamar ini Gendis!” bentar Trisno.
“I-iya Pak, maafin Gendis.”
“Sekali lagi Bapak melihat mu mendekati kamar itu, Bapak tidak segan-segan memberikan kamu hukuman Gendis apa kamu mengerti!” Trisno menegaskan kepada Gendis anaknya.
“I-iya pak maafin Gendis,” sahut Gendis dengan menunduk.
“Sekarang lebih baik kamu masuk ke kamar, ingat pesan Bapak. Dan jika kamu susah di atur Bapak tidak segan-segan mengusirmu dari rumah ini kamu mengerti Gendis!” ancam Trisno.
“Iya pak Gendis mengerti,” sahut Gendis merasa takut kepada Trisno.
__ADS_1
Gendis pun meninggalkan Trisno pergi ke kamarnya.