
Hari ini Elea mengunjungi Fara di rumah kontrakan yang pernah Elea tempati dulu, wanita itu penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya sehingga Fara mengubah penampilannya dari gadis yang sangat feminim menjadi gadis tomboy.
Akhir-akhir ini Elea memang jarang bertemu Fara, selain karena mood swing kehamilan nya, Elea juga harus membiasakan diri bersama keluarga suaminya. bersama Risha sang anak, juga Papa dan Mama mertuanya, keluarga Martin tidak ada yang menuntut Elea harus melakukan ini dan itu, apalagi setelah kehamilan Elea, semua orang di rumah itu sangat memanjakan dirinya tidak hanya Martin. Elea yang memang selama ini hidup sebatang kara sangat menikmati kehidupan barunya, ia bersyukur bisa menikah dengan Martin dan menjadi anggota keluarga Martin, bukan hanya berlimpah finansial namun Elea juga mendapatkan limpahan kasih sayang, mungkin keadaan itulah yang membuat Elea sedikit melupakan Fara sang sahabat.
"Lo kenapa sih Far?" tanya Elea menatap sang sahabat yang duduk di kursi kayu sebelahnya.
"Gue kenapa?" tanya Fara.
"Ckk, kan gue yang tanya sama elo, kenapa Lo balik tanya ke gue?" kesal Elea melihat Fara menyugarkan rambut pendeknya kebelakang.
"Gue masih kelihatan cantik kan?" Fara tersenyum, sedangkan Elea menatap datar, entah apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Rambut panjang sepinggang kesayangan Fara kini di pangkas habis dengan model wolf cut yang hanya menutupi tengkuk Fara.
"Lo gak mau cerita sama gue? Lo udah gak anggep gue sahabat Lo? Lo udah punya sahabat baru?" cerca Elea, wanita hamil itu sudah berkaca-kaca berpikir yang tidak-tidak tentang sahabatnya.
"Ehhh....ngaco Lo kalau ngemeng" ucap Fara mendesahkan nafas kasar.
"Sebenarnya beberapa bulan lalu gue punya cowok" Fara mulai cerita.
"Kok Lo gak ngomong sama gue?" sela Elea.
"Ckk, gue belum selesai ceritanya"
"Sorry" cicit Elea.
"Ternyata setelah Lo pergi dari sini, gue kesepian. Rutinitas gue cuma kerja, pulang, kerja pulang monoton gitu-gitu aja, Lo kan tahu kalau gue gak punya temen selain Lo" cerita Fara.
__ADS_1
"Di hotel ada salah satu OB yang deketin gue, dan so far gue melihat dia, dia pria yang baik and you know lah kelanjutannya seperti apa?" Fara melirik Elea yang menyimak cerita nya.
"Kalian pacaran?" tebak Elea di angguki Fara.
"Awalnya sih biasa aja, tapi dia ngetreat gue like a queen gitu, dan lama-kelamaan sifat gue yang mandiri itu luluh karena dia. Dia benar-benar buat gue ngerasa dicintai dan berharga, dia sangat memanjakan gue sampai..." Fara tercekat seolah berat melanjutkan ceritanya.
"Why?" bingung Elea melihat perubahan wajah Fara.
"Suatu malam..." Fara bingung menceritakan apa yang ia alami pada Elea.
"Kalau memang berat gak perlu di lanjutkan Far" Elea menggenggam tangan Fara, menguatkan sahabatnya itu.
"Gue bingung aja El, kenapa orang bisa mandang gue serendah itu, gue gak masalah orang lain gak bisa menghargai gue, tapi gue bukan perempuan murahan, sekalipun orang tua gue ngebuang gue, tapi gue berhak hidup seperti orang normal kan? gue gak malu melakukan pekerjaan apapun untuk bertahan hidup, tapi bukan berarti gue perempuan gampangan, gue selalu menjaga harga diri gue dengan kerja keras banting tulang, gue...hiks...hiks...." air mata itu mengalir tanpa permisi membasahi pipi mulus Fara.
"Gue ngerti Far hiks.....hiks.... kehidupan kita emang kejam, gue gak tahu sebesar apa dosa yang dilakukan oleh orang tua gue, sehingga kepahitan terus-menerus datang dalam hidup gue. Gue dan Lo kita sama Far hiks....hiks.... Lo lebih dari sahabat gue, Lo itu satu-satunya keluarga dan saudara gue hiks...hiks... jangan pernah sembunyikan apapun dari gue, jangan hiks....menahan kesakitan Lo sendirian, Lo punya gue huhu....huhuuu....." kedua sahabat itu saling berpelukan, mereka sangat dekat, sama-sama besar di panti asuhan tanpa di ketahui siapa orang tuanya. Sudah selayaknya Fara dan Elea saling menguatkan dan menjaga, Elea merasa bersalah karena belakangan ini terlalu asik dengan kehidupannya, sehingga ia tak tahu kesulitan apa yang menimpa Fara.
"Lo jangan takut, ada gue hiks....hiks...kita hadapi bersama-sama apapun itu" Elea menepuk-nepuk punggung Fara mencoba menenangkan dan menguatkan, namun tangis Fara semakin menjadi, seolah beban berat berada di pundaknya, Fara ingin menumpahkan kesedihannya di hadapan Elea.
"Gue bukan pelacur El, gue perempuan baik-baik, gue bukan perempuan rendahan dan murahan seperti itu" ucap Fara dalam tangisnya.
"Fara lihat gue" tegas Elea menangkup kedua pipi Fara, dan memaksa Fara melihat dirinya.
"Buka mata Lo dan lihat gue" seru Elea, karena Fara masih menangis hingga matanya tertutup.
"Fara Indira, Lo adalah perempuan hebat, perempuan kuat, perempuan berprinsip, perempuan tangguh, perempuan pintar, dan gak ada satu orangpun yang bisa menghina ataupun meremehkan Lo, ingat itu" tegas Elea, namun air mata Fara semakin mengalir deras.
__ADS_1
"Lo denger apa yang gue bilang kan?" Elea mengguncang bahu Fara.
"Far, jawab gue hiks...hiks..." Elea melihat jika sahabatnya itu sangat terpuruk dan putus asa.
"Apa sih yang sebenarnya terjadi sama Lo?" Elea memeluk tubuh sahabatnya yang masih bergetar.
🌼🌼🌼
Elea menatap sendu raga yang terlelap di atas single bad itu, setelah menangis dan menceritakan apa yang terjadi padanya, Fara tertidur, lelah, banyak pikiran, merasa lemah, tak berdaya dan hal-hal lain yang menambah rasa tidak percaya dirinya berkumpul di dada.
"Lo pasti bisa lewati semua ini Far" Elea menghapus air matanya, ia tak menyangka jika sahabat nya itu mendapatkan tidak pelecehan verbal dan seksual.
Pria yang Fara jadikan tempat bersandar ternyata hanya manfaatkan dirinya saja, semua perlakuan manis dan baik yang dia berikan pada Fara hanya tipuan, pria itu sengaja menjebak gadis polos seperti Fara untuk di jadikan alat pelunas hutang pada seorang rentenir hidung belang.
Sebelum Fara di serahkan pada rentenir itu, pria yang Elea ketahui namanya Yogi itu menghina dan mencaci maki Fara bahkan sangat merendahkan dan membuat Fara kehilangan rasa percaya dirinya. Seolah apa yang di katakan oleh Yogi itu benar, Fara setuju untuk bertemu dengan rentenir yang akan menampung dirinya namun sebenarnya yang terjadi adalah Yogi menjual Fara, karena sang rentenir memberikan harga tinggi setelah bertemu dengan Fara, sehingga selain bisa melunasi hutangnya, Yogi juga mendapatkan sisa uang sebagai bayaran karena telah memberikan Fara pada rentenir hidung belang itu.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
TBC 🌺