
Jhonatan membawa Fara ke sebuah pesta makan malam para pebisnis, Jhonatan ingin merambah ke bisnis properti, tidak hanya bisnis Bar, Arena Boxing, dan Kasino saja. Jhonatan ingin memulai lembaran baru bersama Fara, ia tidak ingin Fara mengetahui bisnis gelapnya. Jhonatan ingin membangun image bersih agar Fara tidak meninggalkan nya.
"Kau gugup?" tanya Jhonatan karena telapak tangan Fara terasa dingin dan berkeringat.
"Tentu saja, apakah aku benar-benar harus masuk kedalam?" Fara berjalan sangat pelan, berharap Jhonatan mengijinkan nya untuk tetap tinggal di mobil.
"Tentu saja Baby, kau adalah istriku dan semua orang harus tahu itu" kata Jhonatan membuat Fara diam.
"Atau kau mau aku dikenal sebagai bujangan oleh orangtuanya yang ada di dalam sana?" tanya Jhonatan.
"Tidak perlu, karena aku akan mendampingi mu selama acara berlangsung" sahut Fara, ia ingat pesan Elea agar tidak membiarkan wanita lain mendekati Jhonatan.
"Good women" Jhonatan tersenyum.
"Bukannya good girl?" protes Fara.
"Good girl itu untuk gadis, sedangkan dirimu adalah wanitaku" jawab Jhonatan mendapatkan cubitan di lengannya.
"Ahhhh Baby, kau mencubitnya ku?" desah Jhonatan dengan suara di buat-buat.
"Aku benar-benar akan pergi jika kau ulangi lagi" ancam Fara.
Pasangan suami istri itu memasuki sebuah Venue yang cukup mewah, semua orang yang datang adalah pebisnis hebat dari senior hingga junior. Dan tentu saja acara tersebut diselenggarakan untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman, menambah wawasan dan juga mencari klien ataupun partner kerja baru.
Seperti yang Jhonatan lakukan sekarang, ia tengah berbicara dengan pemilik kerajaan bisnis Regananta Group. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang real estate, bahkan perusahaan itu sudah terkenal hingga manca negara karena kepiawaian sang pemilik.
"Saya sangat senang bisa bertemu dengan pebisnis hebat seperti anda Tuan Regan" ucap Jhonatan setelah basa basi membicarakan rencana bisnis.
"Jangan terlalu memuji Tuan Henderson, karena saya tidak sehebat yang anda bayangkan" ucap pemilik nama Marcello Regananta itu.
"Ya, tentu saja orang hebat tidak akan mengatakan jika dirinya hebat bukan?" Jhonatan tersenyum.
"Ah tidak juga, ada yang secara terangnya mengatakan jika dirinya memang hebat. Tapi saya memang tidak sehebat itu, karena yang membuat saya berada sampai dititik ini adalah istri saya" Marcell menatap penuh cinta pada istrinya.
"Kau tahu Jho? Suamiku ini adalah ahlinya dalam merayu wanita" ucap Yasmin, istri Marcello Regananta.
"Honey, aku bukan perayu, tapi para wanita itu yang datang padaku" sangkal Marcell.
"Suamiku juga perayu wanita Nyonya, bahkan dia memaksakan untuk menikahinya" Fara ikut-ikutan bicara.
__ADS_1
"Really?" ucap Marcell dan Yasmin.
"Karena aku benar-benar jatuh cinta dan tergila-gila padamu Baby. Itu sebabnya aku memaksamu untuk menikah denganku" Jhonatan membela diri.
"Ohhh so sweet sekali, kau sangat beruntung Fara. Karena aku dulu pernah di tolak mentah-mentah meskipun sudah menyerahkan segalanya" Yasmin melirik suaminya.
"Honey, tapi pada akhirnya kaulah yang membuatkan tergila-gila hingga aku cinta mati padamu" ucap Marcell. Mereka berempat larut dalam sebuah obrolan yang menyenangkan, hingga tidak menyadari jika ada sepasang mata yang menatapnya dengan tajam dan intens.
Martin, ya tentu saja Martin berada di acara itu, apalagi sekarang dirinya benar-benar workaholic, tentu saja ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menambah proyek bisnisnya.
Namun seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kini Martin bukan hanya menambah proyek baru, tapi ia juga menemukan sosok wanita yang selama satu bulan ini menghilang tanpa jejak.
Fara Indira, istri dari Jhonatan Henderson dan juga satu-satunya sahabat Elea kini ada di depan matanya. Satu bulan lebih Martin mencari tahu keberadaan Fara seperti orang gila, namun takdir membawanya bertemu Fara tanpa bersusah payah mencari.
"Kau melihatnya Anton?" tanya Martin pada sang asisten yang duduk disebelahnya.
"Ya Tuan" Anton juga melihat ke arah Fara dan Jhonatan.
"Siapa pria itu? Cari tahu dia, dan aku tahu ingin ada kegagalan" Martin masih mengawasi Fara dan Jhonatan.
"Saya akan segera mencari tahu Tuan" janji Anton.
"Tuan tidak ingin menemui nona Fara secara langsung?" heran Anton kenapa Martin malah pergi.
"Yang datang ketempat ini bukanlah orang sembarangan Anton, aku tidak ingin gegabah dan malah membuat Elea semakin jauh. Kita cari tahu dulu siapa yang datang bersama Fara, lalu kita akan mempersiapkan segala kemungkinan. Karena aku sangat yakin jika mereka berdua tahu dimana Elea berada" Martin masuk kedalam mobilnya, di ikuti Anton yang duduk dibelakang kemudi.
"Kita pergi sekarang Tuan?" tanya Anton.
"Tidak, kita tunggu sampai mereka keluar" kata Martin, matanya terus fokus ke arah pintu keluar agar ia tahu kapan Fara dan pria asing itu keluar.
Drttt.... drttt.....drttt....
Ponsel Anton bergetar, dan sebuah pesan masuk pada smartphone miliknya.
"Tuan" ucapnya.
"Hemmm" Martin masih tak mengalihkan pandangannya.
"Namanya Jhonatan Henderson, dia adalah pemilik J & H Bar, sebuah Kasino, Arena Boxing, dan seorang yang sangat terkenal di dunia malam. Dia dikenal sebagai The King Of Darkness , karena selalu menjadi pemenang dalam dunia malam" jelas Anton.
__ADS_1
"Kau yakin? Siapa yang memberikan informasi itu?" Martin masih fokus pada pintu keluar.
"Bondan, dia anak buah saya dan termasuk pengunjung setia J & H Bar, dan Kasino milik Jhonatan" ujar Anton.
"Bagaimana Fara mengenal pria mengerikan seperti Jhonatan?" gumam Martin.
"Seperti Fara adalah gadis yang dinikahi oleh Jhonatan"
"Menikah? Kau bercanda Anton?"
"Bondan bilang, bulan lalu ia pergi ke J & H Bar dan disana sedang ada sebuah pesta kecil-kecilan. Hanya untuk pengunjung setia atau member, malam itu mereka menggratiskan makan dan minuman sebagai hadia pesta pemilik Bar, dan bukankah tadi Jhonatan sangat dekat dengan Nona Fara?" Anton membuat sebuah kesimpulan.
"Katakan pada Bondan untuk mencari tahu semua tentang Jhonatan, aku ingin secepatnya ada kabar baik" titah Martin.
"Baik Tuan" sahut Anton.
"Kita pulang" Martin memejamkan matanya, kepala terasa sakit.
"Kita tidak jadi menunggu mereka keluar Tuan?"
"Apa aku harus memandikan mu di kali Ciliwung dulu agar otakmu itu berguna Anton?" kesal Martin mendengar pertanyaan Anton.
"Terimakasih Tuan atas niat baik anda, tapi saya cukup mandi di kamar mandi saja" Anton mulai menyalakan mesin mobil itu dan meninggalkan parkiran.
"Setidaknya sudah ada titik terang dimana Elea, meskipun aku harus berurusan dengan kelelawar jantan itu" ucap Martin.
"Kelelawar dari mana Tuan?" tanya antara cengo.
"Bukankah kau tadi yang mengatakan jika Jhonatan adalah penguasa kegelapan? Dari pada menyebutnya the king of darkness, sebutan kelelawar lebih cocok untuknya" ucap Martin membuat Anton tercenung. Sejak kapan Boss nya itu mempunyai sifat julid?.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
TBC 🌺