
Elea dan Risha saling bergandengan tangan berjalan ke arah pintu keluar Mall. Layaknya sahabat dekat, dua wanita yang memiliki usia tak jauh beda namun berstatus ibu dan anak itu membicarakan hal-hal random sejak keluar dari kafe tempat mereka mengisi perut tadi. Hingga sebuah suara pria menghentikan langkah kaki keduanya.
"Risha" panggil pria itu dari arah samping Elea, kedua wanita itu menoleh kearah sumber suara itu berasal.
"Abang" lirih Risha, sedangkan Elea hanya terdiam seolah tidak asing dengan wajah pria yang kini ada di hadapannya.
"Bukankah dia wanita bayaran itu? tapi kenapa bisa wanita itu bersama Risha, dan wanita itu sedang hamil?" gumam Tommy dalam hati ketika melihat Elea dengan perut buncitnya.
Elea berpikir keras berusaha mengingat siapa pria yang di panggil Abang oleh Risha.
Deg.....
Jantung Elea berdegup kencang kala mendapatkan ingatan nya tentang siapa pria itu. Dia adalah Tommy, salah satu klien yang menyewa jasa Elea di malam terakhir ia menjalani profesinya sebagai wanita bayaran, sebelum berujung pada pernikahan dadakan itu.
Elea melirik ke arah Risha yang tersenyum manis pada Tommy, ia tak menyangka jika pria yang pernah menjadi salah satu pelanggan nya adalah pria yang sangat di cintai oleh Risha. Elea di Landa rasa ketakutan yang hebat, Elea takut jika Tommy mengatakan profesi nya di masa lalu, sebab selain Martin sang suami, seluruh keluarga tidak ada yang tahu tentang masa lalu Elea terutama pekerjaan yang di lakoninya.
Elea tahuk jika hal ini akan menimbulkan masalah untuk dirinya, terlebih saat ini Martin tidak ada di rumah. Elea takut jika keluarga suaminya akan berpikiran buruk tentangnya, Elea adalah wanita bayaran, meskipun tidak sampai naik ranjang kliennya, namun tetap saja, jika seseorang mendengar kata 'wanita bayaran' pikiran mereka pasti akan mengacu pada wanita malam yang dengan suka rela menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang, sedangkan apa yang di lakukan oleh Elea tidaklah serendah itu.
"Hai, kamu disini?" tanya Tommy basa-basi mendekati Risha dan juga Elea.
"Iya Bang, tadi abis antar Papi ke Bandara. Jadi sebelum pulang Risha jalan-jalan ke sini dulu sama Mami" gadis itu tersenyum pada Elea.
"Mih, kenalin ini Bang Tommy, abangnya Citra yang sering Risha ceritakan" ucap Risha.
"Dan Bang, kenalkan ini Mami baru Risha tapi Mami rasa bestie" Risha mengenakan Elea pada Tommy, sedangkan Elea sudah terlihat gelisah dan tidak nyaman dengan situasi seperti ini.
"Sepertinya Mami kamu memang masih muda" ucap Tommy santai melihat kegelisahan pada Elea.
"Kan Risha udah bilang hari itu, kalau Mami Elea ini baru berusia 22 tahun. Iya kan Mih?" Risha baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada wanita hamil itu. Bulir keringat memenuhi pelipis dan kening Elea, telapak tangannya pun terasa sangat dingin, jantungnya berdebar-debar.
"Mami kenapa?" tanya Risha khawatir.
"Bis....bisakah kita pulang?" ucap Elea terbata.
"Tentu saja, ayo" ajak Risha menggenggam erat tangan dingin Elea.
"Bang, Risha pulang dulu ya, sepertinya Mami kurang sehat" pamit Risha.
"Sepertinya begitu, perlu aku antar?"
__ADS_1
"Tidak" tegas Elea tanpa sadar.
"Emmm maksud terima kasih, tapi kami membawa mobil saat kemari" jelas Elea.
"Iya, Bang. Mami benar, terima kasih atas tawaran Abang" ucap Risha.
"Bukan masalah Ris, mobil kamu bisa di handle orang ku nanti. Tidak baik jika kamu menyetir dengan keadaan panik seperti ini"
"Tapi..."
"Udah aku antar saja, ayo mobil Abang di parkir tak jauh dari lobby" ajak Tommy memaksa.
"Gimana Mih?" tanya Risha.
"baiklah" putus Elea, mau di antar Tommy. Risha itu orangnya gampang panik, apalagi jika menyangkut kondisi Elea, dan Elea sangat tahu hal itu. Makanya tidak ada salahnya jika ia mengiyakan tawaran Tommy, toh demi keselamatan nya juga.
🌼🌼🌼
Sepanjang perjalanan Elea hanya terdiam membisu, hati was was jika Tommy mengatakan pada Risha tentang dirinya yang pernah di bayar oleh Tommy. Entah bagaimana reaksi Risha jika sampai gadis itu mengetahui kebenaran tentang profesinya.
Karena Elea larut tenggelam dalam pikirannya, wanita hamil itu tidak menyadari jika mobil yang di tumpangi nya sudah sampai di depan rumah mertuanya. Benarkan jika rumah yang menjadi tempat tinggal Elea adalah rumah mertuanya? Meskipun nantinya rumah itu akan menjadi milik Martin, tapi saat ini rumah itu tetaplah rumah orang tua Martin, yaitu mertua Elea.
"Mami..." seru Risha menarik jemari Elea.
"Mami melamun ya?"
"Tidak" elak Elea.
"Tapi dari tadi Risha panggil gak nyaut" gadis itu memanyunkan bibirnya.
"Be...benar kah?"
"Mami ngelamunin apa sih? rindu sama Papi?"
"Bukan ehhh iya" bingung Elea.
"Ckckck....kita sudah sampai, mami masih mau di dalam mobil?"
"Kenapa tidak bilang dari tadi" Elea langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Perasaan dari tadi udah di bilangin kalau udah sampai" gumam Risha menatap tubuh Elea yang sudah menghilang di balik pintu kokoh itu.
"Sepertinya Mami mu sedang banyak pikiran" sahut Tommy yang ada di belakang kemudi.
"Sepertinya iya, atau mungkin Mami merindukan Papi" tebak Risha.
"Memangnya dimana Om Martin kenal sama Mami mu?" tanya Tommy penasaran.
"Risha kurang paham Bang, tapi mereka nikahnya mendadak dan tiba-tiba saja hari itu Papi bawa pulang Mami sebagai istrinya" Risha tidak menceritakan jika pernikahannya Papinya dan Elea adalah hasil dari penggrebekan, karena menurut Risha itu penggrebekan itu adalah salah satu aib.
"Jadi kamu tidak tahu latar belakang Mami kamu?"
"Papi bilang kalau Mami adalah anak yatim-piatu dari sebuah panti asuhan, jadi kami tidak tahu asal usul Mami"
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan Mami kamu?"
"Kalau gak salah, Papi bilang Mami itu bekerja sebagai SPG atau apalah, Risha sudah lupa. Kenapa memangnya Bang?" Risha heran karena Tommy banyak bertanya tentang Elea.
"Oh, tidak apa-apa. Hanya penasaran saja, Abang jadi ingin belajar sama Om Martin biar bisa dapat gadis cantik dan muda seperti Mami kamu" elak Tommy.
"Memangnya Abang sudah move on dari sang mantan terindah?" sindir Risha, membuat Tommy tersenyum miring.
"Memangnya kenapa? kamu mau jadi pacar Abang?" Tommy mencondongkan tubuhnya pada Risha.
"A...Abang Ng... ngapain sih" gadis itu mengalihkan pandangannya, jantungnya berdebar-debar dengan kencang.
"Abang tanya, apakah kamu mau jadi pacar Abang?" pria itu menatap intens wajah cantik Risha.
"Ris... Risha mau masuk...." namun sebelum gadis itu membuka pintu mobil, Tommy bergerak cepat mencekal tangan Risha.
"Abang serius Ris" bisik Tommy di telinga Risha, hembusan hangat nafas Tommy membuat tubuh Risha meremang dan bergetar hebat.
🌼
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
🌼
TBC 🌺