
Martin melangkahkan kakinya memasuki kediaman mewah milik keluarga Hariz itu, Saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, rumah sudah sangat sepi, bahkan beberapa lampu sudah di matikan karena seluruh pekerja sudah berada di paviliun belakang. Martin yakin di penghuni rumah utama sudah berada dalam kamar masing-masing, tak terkecuali istrinya.
Rencananya malam ini Martin ingin mengambil jatah sebagai bekal kepergian nya ke Negeri Gajah Putih seperti akan gagal, Martin tentu tidak akan sampai hati membangunkan Elea yang sudah terlelap hanya untuk kepentingan nya saja. Tapi jika tidak di bangunkan? ahhh mendadak kepala Martin jadi pusing memikirkan hal itu.
Klek.....
Martin membuka handle pintu dan langsung di sambut suasana temaram nan sejuk dalam kamarnya, ini sih sudah pasti sang istri berada di alam mimpi.
"Hufffff...." Martin menghela nafas berat, padahal dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja dengan cepat, tapi nyatanya sampai rumah selarut ini.
Suami Elea itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tubuhnya sangat lengket meskipun bekerja di ruangan ber AC, apalagi hari ini ia bekerja lebih keras dari pada biasanya.
Selang 25 menit berada di kamar mandi, pria itu keluar dengan keadaan lebih segar, aroma sabun semerbak mewangi dalam kamar hingga tercium oleh indera penciuman seorang wanita yang ada di atas ranjang.
"Om" lirih Elea saat Martin hendak masuk ke dalam walk in closet.
"Kau terbangun? apakah aku terlalu mengganggu mu?" perasaan Martin sudah sangat hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi bising yang mengganggu tidur istrinya.
"Tidak, Om baru datang?" wanita itu mendudukkan dirinya.
"Iya, pekerjaan hari ini sangat banyak" Martin mendekati Elea dan duduk di depannya.
"Maaf, karena tadi aku tidak bisa menjemput mu" Martin membelai wajah Elea yang terlihat masih lesu.
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Lagi pula aku bisa pulang sendiri dengan selamat" ujar Elea, tidak mempermasalahkan hal itu.
"Om sudah makan malam belum?"
"Sudah, tadi di kantor. Tapi...." pria itu melirik Elea.
"Tapi?" ulang Elea menatap Martin.
"El, besok aku harus terbang ke Thailand untuk mengurus pekerjaan di sana"
"Berapa lama?"
"Itulah yang belum aku ketahui, jadi...."
__ADS_1
"Jadi apa?" Elea belum paham maksud suaminya itu.
"Tolong berikan aku bekal"
"Oh...itu" ucap Elea lega.
"Memangnya Om mau bawa bekal apa aja? aku harus masak berapa jenis makanan?" tanya Elea membuat Martin menahan nafasnya.
"Kenapa? ada yang salah?" Elea melihat Martin seperti menahan sesuatu.
"Mendekat lah" titah Martin, Elea menurut dan mendekatkan tubuhnya pada Martin. Pria itu langsung menarik tengkuk Elea dan ******* habis bibir istrinya nya itu.
"Emmmpppp...." Elea memukul-mukul dada bidang Martin, karena ia merasa kehabisan oksigen.
"Hahhhhh.....huuhhhhh" wanita itu menghirup udara banyak-banyak saat Martin melepaskan ciumannya.
"Om sengaja ingin membunuhku?" tuduh Elea, dengan mata menatap pada Martin.
"Mana ada seperti itu?"
"El" Martin menahan tangan Elea dengan lembut, matanya menatap Elea dengan penuh permohonan.
"Bolehnya malam ini aku jenguk anakku?" pintanya seperti anak kucing kelaparan, matanya menyiratkan belas kasihan orang yang melihatnya.
"Aku mohon, aku pasti akan sangat merindukanmu, dan aku tidak tahu seberapa lama aku di sana" ucap Martin semakin di dramatisir. Tidak ada lagi Martin yang tegas dan penuh wibawa seperti saat berada di depan karyawan nya, mungkin jika ada salah satu karyawan Martin yang melihat aksi Boss nya saat ini, ia akan tertawa ngakak guling-guling tidak percaya singa garang yang biasanya sangat menakutkan berubah menjadi anak kucing yang manis seperti ini.
"Baiklah" putus Elea menuruti kehendak sang suami, jujur saja jika masalah ranjang akhir-akhir ini hasrat Elea sangat menggebu. Namun Elea bisa mengendalikannya, selain malu, masalah yang akhir-akhir ini ia hadapi juga menjadi bahan pertimbangan nya.
Mendapat lampu hijau dari sang istri, Martin langsung memulai petualangannya malam ini. Martin tidak tahu apa yang membuat Elea terbangun dari tidurnya, tapi apapun itu, kini Martin lah yang mendapatkan berkahnya, karena ia bisa menikmati jatah bekalnya malam ini.
Elea yang tadinya tidak begitu semangat, namun setelah mendapatkan sentuhan demi sentuhan yang memabukkan dari Martin, gairahnya menjadi terbakar dan mulai mengimbangi permainan Martin yang meliar di atas tubuh Elea seolah hilang kendali
Pria dewasa itu terus memacu tubuhnya dengan cepat membuat Elea mengeluarkan lenguhan nikmat yang begitu merdu di indera pendengarannya. Setelah beberapa menit berlalu, lenguhan panjang dan ******* kuat keluar dari mulut Martin, pria itu menghentakkan pinggulnya dan menyemburkan lahar hangat nya ke dalam rahim sang istri. Elea bisa merasakan beberapa kali semburan hangat yang memenuhi rahim nya dari milik sang suami.
"Om, berat" keluh Elea karena Martin tidak segera turun dari tubuhnya.
"Maaf" Martin menjatuhkan tubuhnya di samping Elea.
__ADS_1
"Istirahat sebentar, nanti lanjut lagi ya" ucap Martin memandang wajah sang istri.
"Lagi?" sebenarnya Elea tidak heran jika Martin ingin melanjutkan ke ronde berikutnya, sebab suami Elea itu memang tidak akan pernah cukup dan luas jika hanya bermain satu kali.
"Tentu saja" sahut Martin tidak ingin di bantah.
"Memangnya Om besok berangkat jam berapa? ini sudah malam Om, memangnya Om tidak lelah? Om baru datang lho..."
"Jam 13.15 pesawat nya take off, dan untuk urusan yang satu ini, tidak ada kata lelah, karena semakin melakukan nya, semakin membuat tubuhku kuat" ucap Martin membuat Elea tidak percaya.
"Memang iya?" Elea tidak yakin.
"Tentu saja sayang, bahkan sekarang si Alfonso sudah on lagi" ucap Martin dengan bangganya.
"Om, aku masih sangat lelah" ujar Elea melirik tongkat pusaka Martin yang tegak nan gagah itu.
"Kau hanya perlu diam dam membuka kakimu sayang, biarkan aku yang bekerja, tugas mu adalah menikmati hasil kerja keras ku" Martin sudah mulai merangkak naik ke atas tubuh Elea.
"Tapi ini belum ada sepuluh menit kita istirahat" tolak Elea halus.
"Bukan masalah sayang, kau harusnya bangga dan sangat beruntung memiliki suami yang tangguh dan kuat seperti ku ini" bisik Martin menyapu telinga belakang Elea, hembusan nafas hangat Martin membuat tubuh Elea meremang.
"Enghhh.... Om" lenguh Elea mulai terpancing dengan apa yang di lakukan oleh Martin.
"Yahh sayang....begitulah... lakukanlah lagi empphhhh" ucap Martin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Elea, pria itu menghirup aroma wangi sang istri dan menyesap kulit putih Elea sehingga meninggalkan jejak merah keunguan dengan sangat rapat jaraknya satu sama lainnya. Ela tidak bisa lagi menolak, ia hanya mampu memejamkan matanya dan mengeluarkan suara-suara kenikmatan yang semakin membuat Martin terbakar.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
TBC 🌺
__ADS_1