Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Sebuah Rasa


__ADS_3

Fara kembali ke kamarnya setelah berbicara dengan Elea di taman belakang Villa, wanita yang kini resmi menyandang gelar Nyonya Henderson itu tengah memikirkan saran sahabatnya untuk membuat sebuah keluarga yang sesungguhnya bersama sang suami. Fara memang merasakan jika Jhonatan mencintainya, namun ia masih ragu dan belum percaya diri jika benar-benar ada pria yang mencintainya. Kandasnya hubungan Fara dan Yogi saat itu meninggalkan trauma di hati Fara, dan ia tidak ingin terlalu cepat jatuh cinta atau mempercayai seorang pria dalam hidupnya, sekalipun itu suaminya sendiri tapi baru hitungan bulan Fara mengenal Jhonatan.


Greppp.....


Sebuah pelukan mengejutkan Fara yang sedang melamun.


"Apa yang sedang kau lakukan Baby?" bisik Jho di telinganya.


"Tidak ada, kau sudah selesai?" ucap Fara mencoba mengontrol detak jantungnya.


"Hemm, kau menungguku?" Jhonatan mengecup tengkuk Fara.


"Jika sudah selesai mandilah, tubuhmu sangat berkeringat" Fara melepaskan pelukan suaminya, namun Jhonatan semakin mengeratkan tangannya.


"Kau tidak merindukanku Baby? Tadi malam kita tidak melakukannya"


"Tidak, mandilah dulu" ucap Fara, Jhonatan baru saja selesai berolahraga di gym pribadinya.


"Kenapa? Kau tidak menginginkan ku?" tangan Jhonatan yang tadinya melingkar di perut Fara kini beralih kearah atas perbukitan favoritnya.


"Emmhhh.... Jho" Fara memejamkan matanya, ia sangat benci situasi seperti ini. Mulutnya menolak namun reaksi tubuhnya menginginkan.


"Yes Baby" bisik Jhonatan menyapukan lidahnya di daun telinga Fara, dan tangannya mulai menjelajah bukit sekal nan kenyal itu.


"Katakan berhenti jika kau tidak menginginkan hal ini berakhir diatas ranjang" Jhonatan tahu jika Fara sudah mulai terpancing, terbukti dengan puncak bukit itu yang sudah mengeras dan nafasnya semakin memburu.


"I want you" ucap Fara frustasi karena tak mampu mengendalikan hasratnya, jiwa liarnya selalu mengambil alih saat ia bersama Jhonatan.


"As you wish Baby" bisik Jhonatan dengan senyum penuh kemenangan, pria itu langsung membawa Fara menuju ranjangnya dan siap memulai petualangan panas di sore hari.


Jhonatan semakin senang melihat Fara yang semakin liar bersamanya, meskipun belum agresif tapi Fara sudah cukup bisa mengimbangi permainan Jhonatan yang memang ahli dalam bercinta.


"Ah ah ah lebih cepat lagi" pinta Fara menggeliat di bawah kungkungan Jhonatan yang berpacu diatasnya .


"I'm coming Baby aghhh..." teriak Jhonatan mempercepat gerakannya sesuai permintaan Fara.


Permainan panas suami istri itu terjadi cukup lama karena Jhonatan tidak hanya sekali melakukannya, sedangkan Fara yang memang sudah kecanduan sentuhan Jhonatan hanya pasrah mengikutinya kemauan Jhonatan.


Cup....


"I love you" Jhonatan mengecup kening Fara setelah mencapai pelepasannya, lalu berguling kesamping Fara dan memeluk tubuh polos istrinya.


"Apa yang membuatnya mencintai ku?" tanya Fara di sela dadanya yang masih naik turun.


"Apakah cinta membutuhkan alasan?"


"Kenapa tidak ada alasannya?"

__ADS_1


"Karena aku tidak membutuhkan alasan itu, aku mencintaimu dan itu sudah cukup. That's it Baby" ucap Jhonatan kembali menciumi wajah Fara.


"Jho, berhentilah aku lelah" tolak Fara.


"Aku tidak akan melakukannya lagi Baby, aku hanya ingin mencium tubuhmu saja" elak Jhonatan.


"Ckk, aku tidak percaya. Awas, aku mau mandi" Fara melepaskan tangan Jhonatan, namun tentu saja tidak semudah itu.


"Mandi bersama bukanlah ide yang buruk" kata Jhonatan langsung mengangkat tubuh Fara menuju kamar mandi.


"Tidak!!! No...no....lepaskan aku" Fara meronta dalam gendongan Jhonatan, meski begitu pria itu tetap memaksa Fara untuk mandi bersama di selingi ritual iya iya kembali terulang di kamar mandi.


🌼🌼🌼


Elea berada di dapur bersama bibi Melly menyiapkan makan malam, kali ini wanita hamil itu hanya duduk di sebuah kursi dengan berbagai jenis buah di hadapannya. Karena Fara sendiri yang melarang Elea melakukan pekerjaan rumah, apalagi dengan perut Elea yang semakin membesar membuat ruang geraknya terbatas.


"Bibi sangat pandai membuat kue, kenapa tidak buka toko kue saja?" tanya Elea sambil mengunyah buah kiwi.


"Anda berlebihan Nona, hanya hanya bisa membuat beberapa jenis kue dan tidak ahli" sangkal bibi Melly.


"Benarkah? Tapi kue buatan bibi tidak kalah rasanya dengan kue brand terkenal" kali ini Elea memakan buah anggur.


"Itu Kebetulan saja" bibi Melly membuat bumbu ayam panggang.


"Kebetulan itu hanya terjadi sekali, tapi ini tidak. Karena setiap bibi membuat kue rasanya pasti sangat enak dan lezat" puji Elea.


"Terimakasih atas pujiannya Nona" ucap bibi Melly tersenyum.


"Saya yang beruntung karena memilikinya sebagai suami saya, Nona" sahutnya.


"Ckk, ternyata cinta kalian sama-sama besar dan kuat" ucap Elea tertawa, begitu juga dengan Bibi Melly.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Fara yang baru saja masuk ke dapur.


"Mau pergi Far?" tanya Elea bukannya menjawab pertanyaan Fara.


"Hemm, pria itu memintaku untuk menghadiri sebuah acara" ucap Fara.


"Cantik" puji Elea melihat Fara dengan balutan gaun long dress berwarna hitam dengan belahan sampai atas lutut.


"Sekarang kau semakin terlalu seperti wanita sungguhan" ucap Elea.


"Memangnya aku ini wanita jadi-jadian?" sungut Fara.


"Hemm, apa lagi dengan celana jeans dan kemeja over size mu itu" sahut Elea dengan santainya.


"Tapi aku tetaplah wanita yang manis dan cantik" narsis Fara.

__ADS_1


"Ya up to you, pergilah dan temani Jhonatan. Jangan sampai ada wanita lain yang mendekatinya, karena Jhonatan terlalu sempurna untuk di abaikan" Elea kembali memakan buah yang ada di hadapannya.


"Itu pasti"


Cup...


Fara mencium kepala Elea sebelum pergi.


"Bibi, aku titip Elea. Beri dia makan yang banyak dan pastikan jika dia tidur dengan perut yang kenyang" pesan Fara pada Bibi Melly lalu keluar dari dapur.


"Ckk, dia pikir aku ini anak kecil apa?" Elea mengusap-usap kepalanya yang baru saja di cium oleh Fara.


"Nona Fara sangat menyayangi anda Nona, begitupun sebaliknya. Kasih sayang kalian lebih dari persahabatan" ucap Bibi Melly.


"Ya, kami adalah keluarga Bibi" sahut Elea.


"Bibi, aku sudah sangat kenyang" Elea memakan blueberry yang terakhir di piring nya.


"Sepertinya aku tidak akan makan malam, aku mau ke kamar dulu" pamit Elea yang sudah merasa kenyang.


"Tapi Nona belum makan malam"


"Bahkan aku tidak mampu untuk minum lagi"


"Saya akan siapkan beberapa makan di lemari makanan, anda bisa memanaskannya jika tengah malam merasa lapar" ucap Bibi Melly.


"Ya, terimakasih Bibi Melly" ucap Elea tersenyum, lalu ia benar-benar ke kamarnya.


"Menghadiri sebuah acara?" lirih Elea kini sudah duduk diatas ranjangnya.


"Aku baru sadar, selama berbulan-bulan menjadi istrinya Om Martin, aku tidak pernah mendampingi Om Martin datang kesebuah acara" gumam Elea tersenyum getir.


"Apa yang kau pikirkan Elea? Om Martin terpaksa menikahi mu, berbeda dengan Jhonatan yang memaksa menikahi Fara karena dia mencintai Fara dan tidak ingin kehilangan Fara" ucap Elea pada dirinya sendiri.


"Setidaknya di antara kami berdua ada yang benar-benar menemukan cinta sejatinya" Elea merebahkan tubuhnya.


"Bukankah itu sudah cukup?" Elea memejamkan matanya namun entah mengapa ada air matanya yang mengalir di pipi mulusnya.


"Sekeras apapun aku mengelak, tapi hatiku tetap rindu padanya. Rindu pada seseorang yang tidak pernah mencintaiku" bisik Elea dengan air mata yang semakin deras membasahi pipi hingga membuat bantalnya basah.


🌼


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


🌼


TBC 🌺


__ADS_2