Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Demi Sahabat


__ADS_3

Jhonatan menatap iba pada gadis yang kini bersimpuh di kaki nya memohon belas kasihan dan kemurahan hatinya. Namun keduanya bukanlah sifat Jhonatan meskipun ada rasa tak tega melihat gadis itu tak berdaya. Jhonatan bukanlah tipe pria yang mudah memberikan belas kasihan pada orang lain, apalagi dia sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memiliki Fara, Alah sangat sulit bagi Jhonatan membebaskan Fara begitu saja. Jhonatan bukanlah orang murah hati yang bersedia untuk rugi.


"Berhenti lah menangis dan merengek padaku, karena aku bukan orang baik yang akan luluh dengan air matamu" kesal Jhonatan karena Fara terus-terusan menangis dan memohon untuk di bebaskan.


"Aku yakin sekeras apapun hati Tuan, pasti mempunyai sisi lembutnya. Aku akan sangat berterimakasih jika tuan bersedia membebaskan ku" lirih Fara, membuat Jhonatan tersenyum smirk.


"Tapi aku bukan orang seperti itu Nona, terlebih lagi aku sudah kehilangan uang cukup banyak karenamu" sahutnya.


"Memangnya berapa uang yang Tuan berikan pada Yogi?" Fara memberikan diri menatap wajah tampan Jhonatan, ya tidak salah lagi. Jhonatan memiliki visual wajah yang tampan dan tubuh gagah kekar sempurna bak dewa Yunani, namun berhati iblis atau lebih tepatnya seorang iblis yang menyamar menjadi dewa, itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Jhonatan.


"250 juta, kau sanggup membayar nya? jika sanggup, maka aku akan membebaskan mu" tegas Jhonatan.


Fara kesulitan menelan gumpalan saliva nya saat mendengar nominal uang yang di sebut kan oleh Jhonatan. Dari mana Fara bisa mendapatkan uang sebanyak itu? meskipun ia bekerja siang malam, pagi bertemu lagi juga belum tentu akan bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Fara mengumpat dan mengutuk segala keburukan pada Yogi yang tega menjual dirinya pada pria berhati iblis seperti Jhonatan. Fara bersumpah akan menghabisi Yogi jika bertemu dengan pria itu lagi, tidak perduli jika nantinya Fara akan mendekam di penjara, asalkan bisa melenyapkan pria jahanam seperti Yogi.


"Tuan, akuang tidak punya uang sebanyak itu, tapi aku akan berusaha membayar dan mengganti uang anda. Tapi tolong bebaskan aku dan beri waktu padaku" Fara kembali memohon pada Jhonatan, entah dari mana Fara bisa mendapatkan uang itu, yang penting ia terbebas dulu dari Jhonatan.


"Baiklah, kali ini aku akan bermurah hati padamu. Kau akan ku beri waktu tiga bulan dengan catatan orang-orang ku akan selalu mengikuti mu, dan jika sampai hari ke 90 dalam tiga bulan itu kau tidak sanggup melunasi nya, maka suka atau tidak kau harus menjadi budak ku" ucap Jhonatan dengan kejam tidak bisa lagi di tawar.


Fara hanya mengangguk pasrah, ia tak punya kuasa apa-apa, tidak ada yang bisa Fara andalkan dalam hidupnya. Jika saja Fara memiliki seorang ayah yang bisa ia sebut namanya, maka dirinya tidak akan serapuh itu.


Jhonatan keluar dari ruangan itu setelah merasa cukup bicara dengan Fara. Sedangkan Fara juga ikut keluar tak lama setelah Jhonatan pergi. gadis itu ingin segera keluar dari tempat itu dan kembali kerumah untuk membersihkan diri, apalagi tadi Jhonatan sempat menyentuh dan meraba di beberapa bagian tubuhnya, Fara merasa dirinya sudah kotor karena sentuhan itu.


🌼 Flashback Off 🌼


Martin melambaikan tangannya di depan wajah Elea yang terlihat melamun, entah apa sang sedang di pikirkan oleh istri kecilnya itu, di saat suasana tegang begini bisa-bisanya Elea melamun. Bukan salah kan jika miliknya tegang? itu tandanya Martin pria yang sangat normal.


"El..." Martin menyentuh pundak Elea karena lambaian tangan Martin tidak mampu mengembalikan kesadaran Elea.


"Hahh...ada apa Om?" tanya Elea terkejut.

__ADS_1


"Kamu melamun?"


"Tidak" kilah Elea mengalihkan pandangannya.


"El, kamu sungguh tidak marah padaku?" tanya Martin.


"Tidak Om" sahut Elea tersenyum manis.


"Jadi, apakah boleh malam ini aku menjenguk anakku?" tanya Martin hati-hati.


Hati Elea sedikit perih karena lagi-lagi Martin menyebut jika janin yang ada dalam rahimnya adalah anakku, bukan anak kita. Namun segara mungkin Elea menepis rasa itu demi tujuannya.


"Memangnya aku berpakaian seperti ini untuk siapa?" ucap Elea mendekat Martin dan memulai permainan panas itu.


Kali ini Elea benar-benar memimpin permainan itu hingga membuat Martin kewalahan, Martin tidak menyangka jika Elea bisa sekuat dan seliar itu. Sungguh tidak seperti biasanya, sepertinya kali ini istriku kecil Martin sangat teramat memanjakan dan memberikan servis terbaik untuk memuaskan Martin.


Martin semakin terpesona dan jatuh cinta pada Elea, dan sepertinya Martin akan mengatakan pada Elea jika dirinya jatuh cinta pada Elea, tapi entah kapan Martin belum tahu, ia akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan istimewa itu pada sang istri.


"Hem" jawab Elea lemas.


"Permainan mu sangat luar biasa sayang" puji Martin namun tidak membuat hati Elea bergetar meskipun ada kata-kata sayang.


"Om puas?" tanyanya masih diposisi yang sama.


"Sangat" jawab Martin, tentu saja pria dewasa itu puas. Elea membuatnya mengalami dua kali pelepasan dalam permainan yang dipimpin oleh sang istri dalam kondisi hamil, bukankah itu hal yang luar biasa?.


"Aku senang jika Om puas" ucap Elea menggigit biji kopi yang ada di dada kanan Martin.


"Ahhhh...sayang jangan memancing ku" desah manja Martin.

__ADS_1


"Aku tidak memancing Om, karena aku juga sangat lelah" sahut Elea turun dari atas tubuh Martin.


"Apakah dia baik-baik saja?" Martin mengusap perut buncit Elea.


"Tentu saja, dia bahkan sangat senang bisa bermain dengan Papi nya" Elea mengedipkan sebelah matanya.


"Kenapa kamu jadi nakal begini?" Martin gemas menciumi wajah mungil Elea.


"Om, berhenti aku sangat lelah" rengek manja Elea.


"Baiklah-baiklah, kamu ingin sesuatu?" tawar Martin, ia masih ingat jika sang istri belum makan malam, di tambah lagi harus bekerja keras untuk memuaskan dirinya.


"Jika Om tidak keberatan, aku ingin segelas susu" pinta Elea.


"Baiklah, bukan masalah. Aku akan membuatkannya untuk mu" ucap Martin kembali mengenakan piyamanya dan segera turun ke dapur untuk membuatkan segelas susu hangat untuk Elea dan mungkin beberapa lembar roti dengan selai kacang kesukaan Elea.


Elea turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, wanita hamil itu beberapa kali menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"Demi Fara atau demi dirimu sendiri itu tadi El?" gumamnya, sebab Elea juga sangat menikmati permainan panas yang baru saja terjadi. Lebih parahnya Elea tidak mengakui jika dirinya juga menginginkan kepuasan itu, ia berlindung di balik kata 'Demi sahabat' sangat memalukan, batin Elea terus merutuk diri sendiri.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2