
Acara pernikahan Fara dan Jhonatan berlangsung dengan sangat sederhana, Liam hanya mendatangkan seorang dari dinas catatan sipil dan juga seorang pemuka agama untuk menikahkan Fara dan Jhonatan.
Mempelai wanita hanya menggunakan dress putih dan sentuhan makeup tipis dari dokter Juli yang terpaksa harus tinggal untuk menyaksikan pernikahan sahabatnya. Senyum lebar tersinggung di bibir Fara walaupun sangat bertolak belakang dengan isi hati dan kepalanya, namun Fara tetap tersenyum agar Elea tidak curiga.
Disudut ruangan, Elea menatap Fara dan Jhonatan dengan sinis, Elea yakin jika ada sesuatu yang melatarbelakangi pernikahan dadakan dan tak masuk akal itu. Namun sayangnya Elea tapi mampu menebak alasan yang membuat Fara bersedia menikahi Jhonatan.
"Nona ingin makan sesuatu?" bibi Mella mendekati Elea.
"Bibi, aku bukanlah seorang Nona, dan aku bisa memakan semua makanan yang bibi bawakan" ucap Elea tersenyum.
"Baiklah, saya akan membawakan beberapa jenis makanan dan juga minuman" bibi Melly pergi mengambilkan makanan untuk Elea.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Liam yang tiba-tiba duduk di sebelah Elea.
"Ahh....kau membuatku terkejut" pekik Elea.
"Sorry" kata Liam.
"Sudah lebih baik?" tanyakan lagi.
"Hemm, dokter Juli merawat ku dengan baik" ucap Elea.
"Juli memang selalu baik dalam segala hal" Liam menatap dokter Juli dari kejauhan yang tengah mengobrol dengan para anak buah Jhonatan.
"Kau menyukainya?" Liam menatap Elea dengan heran.
"Itu sangat terlihat di wajahmu, kenapa tidak mengutarakannya pada dokter Juli?"
"Silahkan Nona" sela bibi Melly datang membawa berbagai macam jenis makanan untuk Elea.
"Terimakasih bibi" kata Elea tersenyum.
"Kau datang di saat yang tepat bibi" timpal Liam, bibi juli hanya tersenyum lalu pergi. Tangan Liam terulur mengambil salah satu makanan itu.
Plakkkkk.....
Dengan cepat Elea memukul tangan Liam yang hendak menyentuh makanannya.
"Ahhkkkk...apa yang kau lakukan?" Liam terkejut karena Elea tiba-tiba memukul tangannya.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang akan kau lakukan dengan makanan milikku?"
"Tentu saja karena aku ingin memakannya, memang apa lagi?" jelas Liam.
"Tapi ini milikku" Elea menjauhkan makanan itu dari jangkar Liam.
"Astaga Elea, makanan itu sangat banyak dan aku hanya ingin makan sedikit saja"
"Tidak boleh" larang Elea.
__ADS_1
"Memangnya kau Sanggau menghabiskan semua itu?"
"Tentu saja, aku makan untuk dua orang, jadi aku sangat bisa untuk menghabisi semua makanan ini" Elea mulai memakan makanan itu.
"Sungguh?" tanya Liam tak percaya.
"Hemm" jawab Elea dengan mulut penuh makanan.
"Aku suka melihat pipimu yang bulat seperti kelinci ini"Liam menarik pipi Elea yang mengembung.
🌼🌼🌼
Tidak jauh dari sudut yang Elea tempati, sepasang pengantin baru duduk bersama menikmati makan malam dan tarian yang dilakukan oleh anak buah Jhonatan. Mereka semua tampak menikmati pesta pernikahan dadakan ini meskipun tidak ada wanita, di Villa itu hanya ada empat wanita yaitu mempelai wanita, Elea, dokter Juli, dan juga bibi Melly. Tapi semua itu tidak mengurangi keseruan mereka menikmati pesta dan membuat suasana meriah meskipun tidak lebih dari lima puluh orang.
"Kau sudah siap untuk malam pengantin kita honey?" bisik Jhonatan membuat tubuh Fara meremang membayangkan hal yang iya iya.
"Rileks, tenang saja. Aku akan mengajarimu dan membuatmu puas dimalam pertama kita" ucap Jhonatan melihat wajah tegang Fara.
"Aku tidak menginginkan hal itu" sahut Fara mengambil gelas berisi minumannya, tenggorokannya terasa kering mendengar bisikan-bisikan Jhonatan.
"Kita akan tetap melakukannya meskipun kau tak menginginkannya. Tapi aku jamin jika kau tidak akan menyesalinya" Jhonatan menyeringai.
"Aku tidak ingin Elea tahu alasan penyebab aku menikahi mu. Jika sampai Elea tahu, aku akan menghabisi mu!" tegas Fara namun bibirnya tersenyum melihat ke arah Elea.
"Sahabat mu itu tidak akan tahu selama kau menuruti kemauan ku honey, termasuk permainan ranjang kita yang panas" Jhonatan meraba pinggir Fara, membuat tubuh wanita itu menegang.
"Bagaimana jika kita mulai bertarung di atas ranjang?"
"Apa otakmu itu hanya penuh dengan adegan ranjang?" kesal Fara.
"Ya, aku pria normal dan memiliki istri. Terlebih lagi ini adalah malam pengantin ku, aku bahkan sudah membayangkan tubuh polosmu dan aghhhh...." pekik Jhonatan saat Fara menginjak kakinya.
"Kau menyakitiku honey" Jhonatan meringis merasakan ngilu di kakinya.
"Lemah" cibir Fara.
"Kau menantang ku honey?" kata Jhonatan, Fara hanya mengangkat bahunya.
"Aku tidak akan melepaskan mu malam ini meskipun kau memohon ampun. Kau sendiri nanti yang akan membuktikan jika suamimu ini pria tangguh, sangat kuat dan juga perkasa" Jhonatan meremas pinggul gara, membuat mata Fara melotot sempurna.
"Aku rasa pria gila ini akan benar-benar membuktikan perkataannya. Dalam otaknya hanya berisikan hal-hal mesum, aku harus bisa mencari alasan untuk menghindarinya malam ini" batin Fara memikirkan sebuah cara.
"Jangan berpikiran untuk menghindari malam panas kita" ucap Jhonatan menambah rasa kesal Fara.
🌼🌼🌼
Disebuah Bar yang berada di kawasan Ibu Kota, seorang pria terus meracau berteriak dengan sebuah sloki di tangannya. Sudah sejak beberapa jam yang lalu pria itu berada di Bar dan terus menadahkan sloki nya pada seorang bartender yang ada di hadapannya.
"Glekk...aghhhh...." pria itu menikmati minuman keras dengan sekali teguk dari slokinya, rasa manis, asin bercampur pedas melewati tenggorokannya, membuat pria itu meletakkan kepalanya di meja Bar.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa menemukannya dengan terus menenggak minuman keras itu dude" ucap seorang temannya prihatin.
"Ayo kita pulang, kami pasti akan membantumu mencari istrimu" kata temannya satu lagi.
"Dia tidak akan pernah kembali padaku" lirihnya mengangkat kepalanya lalu kembali menadahkan slokinya pada sang bartender.
"Berikan lagi" titahnya, bartender itu langsung menuangkan Vodka pada slokinya.
"Bahkan seorang Adnan Hariz saja tidak bisa menemukannya" pria itu tersenyum getir.
"Beliau ayahmu jika kau lupa Martin" ucap Erik yang duduk di sampingnya.
"Dan istrinya lah yang membuat istri mu pergi dari rumah"
"Lebih baik kita pulang saja" kata David berniat memapah tubuh Martin.
"Jangan menyentuh ku" Martin mengibaskan tangan David.
"Kau sudah sangat mabuk bung" tak menyerah David kembali menarik tangan Martin.
"Brengsekkkkk...enyahlahhh" teriak Martin.
Brukkkkkkkk..... Pyarrrrr....prang....
Tubuh David di dorong kuat oleh Martin hingga tersungkur kebelakang menyenggol seorang pelayan yang membawa nampan minuman.
"Shittt...." umpat David beberapa bagian tubuhnya basah tersiram oleh minuman.
Bughh....
Dengan kuat David memukul tengkuk Martin hingga pria itu kehilangan kesadarannya.
"Temanmu ini sangat merepotkan" kata David melirik pada Erik.
"Dia juga temanmu jika kau lupa" sahut Erik.
"Aku tidak lupa, itu sebabnya aku memukulnya. Bereskan kekacauan yang dibuatnya, aku akan membawanya ke mobil" David memapah Martin yang sudah pingsan akibat pukulan telaknya keluar dari Bar, sedangkan Erik mengurus bill dan ganti rugi beberapa botol minuman yang pecah akibat ulah Martin saat mendorong David tadi.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
TBC 🌺
__ADS_1