
Fara menatap tajam pada Jhonatan, kini dirinya merasa di jebak untuk kedua kalinya. Bagaimana tidak? Beberapa menit setelah Jhonatan menyetujui ide gilanya, seorang dokter datang untuk memeriksa Elea, seolah semua telah di siapkan oleh Jhonatan.
"Kenapa kau melihatku seperti itu baby?" Jhonatan tersenyum manis, sungguh pria itu sangat tampan dengan senyum menawan nya, namun entah mengapa di mata Fara terlihat biasa saja.
"Kau menjebak ku lagi! Kau merencanakan semua ini?" kesal Fara.
"Jadi apa menurutmu aku juga yang membuat Elea kesakitan?" kata Jhonatan membuat Fara bungkam.
"Sebenarnya apa mau mu? Aku tidak ingin terlibat atau terikat apapun lagi denganmu!" seru Fara.
"Kita akan segera menikah, dan memiliki ikatan yang sah honey. Jangan lupakan itu"
"Aku tidak mau menikah denganmu, kau adalah pria yang buruk! Kau pikir aku bersedia menjadi istrimu!?" tolak Fara dengan tegas.
"Baiklah jika itu keputusan mu, aku akan langsung memberi tahu keluarga Hariz jika menantunya ada disini, aku tidak ing..."
"Kau mengancam ku!" seru Fara mengacungkan jari telunjuk nya.
Cup
Jhonatan mengecup jari itu dan membuat Fara semakin kesal padanya.
"Aku tidak mengancam, hanya saja aku melakukan apa yang seharusnya. Tidak baik bukan menyembunyikan istri seseorang" kata Jhonatan berlalu meninggalkan Fara.
"Aku bersumpah tidak akan melepaskan mu jika kau menjadi suamiku! Tidak akan ada wanita lain selain aku dalam hidupmu! Aku akan menyiksamu karena sudah menikahi ku!" teriak Fara penuh emosi, namun Jhonatan malah tersenyum mendengan semua itu.
"Dan aku akan membuatmu mengerang penuh kenikmatan diatas ranjangku, hingga kau meminta lagi dan lagi" sahut Jhonatan dengan kata-kata mesumnya.
"Pria gila!" seru Fara frustasi.
"Bagaimana mungkin aku menghabiskan sisa hidupku bersama pria tidak waras itu? Pernikahan bukanlah sebuah permainan, dan aku hanya ingin sekali seumur hidup menikah, tapi dengan dia?" gumam Fara.
"Tuhan, tidak bisakah Kau mengganti jodohku dengan pria yang lebih normal? Dia adalah pria buruk dan maniak, bagaimana bisa Engkau memberikan jodoh padamu yang seperti itu?" ucap Fara menengadahkan kepalanya menatap langit biru.
"Aku akan menghukum mu dengan kenikmatan di malam pengantin kita baby" ucap Jhonatan memperhatikan fafa dari kejauhan.
"Kau serius akan menikahinya Jho?" tanya Liam yang tiba-tiba datang.
"Ckk, kau selalu datang di saat yang tidak tepat Liam" kesal Jhonatan terpaksa menyudahi aktivitasnya memperhatikan Fara.
"Kau yakin menikahi gadis itu?" ulang Liam tanpa perduli dengan raut kesal Jhonatan.
"Apakah aku melakukan sebuah kejahatan dengan menikahinya?" tanya Jhonatan.
__ADS_1
"Kau tahu bukan itu maksud ku. Pernikahan bukanlah sebuah permainan dadu Jho, jika kau memutuskan untuk menikah, berat seumur hidupmu kau hanya akan bersama dengan satu wanita" tutur Liam.
"Huffff, aku tahu itu dan aku tidak masalah dengan hal itu" Jhonatan menoleh ke arah Fara, namun gadis itu sudah pergi.
"Untuk pertama kalinya aku suka dan tertarik pada wanita sampai seperti orang gila, aku yakin untuk menghabiskan sisa hidupku dengannya" jelas Jhonatan.
"Baiklah jika itu sudah keputusannya akhir mu, aku akan mempersiapkan pernikahanmu nanti malam" Liam berjalan keluar dari Villa dan memulai persiapan karena hari sudah sangat sore.
🌼🌼🌼
Dokter Juli telah selesai memeriksa kondisi Elea, kini tangan wanita hamil itu kembali ditusuk oleh jarum infus karena kondisi Elea memang belum stabil namun memaksakan diri keluar dari rumah sakit.
"Aku tidak menyangka jika dokter sampai sini" Elea mulai terbuka dengan dokter Juli.
"Aku juga, tiba-tiba saja anak buah Jhonatan memaksaku kemari, dan jadilah aku disini" ucap dokter Juli tersenyum.
"Sepertinya dokter sangat mengenal pria itu" tebal Elea.
"Jhonatan?" Elea mengangguk.
"Ya, aku mengenal Jhonatan dan Liam sejak kami masih sama-sama tinggal di panti asuhan, lalu saat usiaku 12 tahun sebuah keluarga mengadopsi ku. Dan kami kembali bertemu saat sama-sama menuntut ilmu di universitas, dan sampai sekarang" jelas dokter Juli.
"Jadi dokter juga berasal dari panti asuhan?" tanya Elea terkejut.
"Maafkan aku dokter, aku tidak bermaksud" Elea mengusap punggungnya tangan dokter Juli.
"Tidak apa-apa, sekarang aku baik-buruk saja" dokter Juli tersenyum meskipun masih terlihat gurat kesedihan di matanya.
"Aku juga besar di panti asuhan Dok, tapi sayangnya aku tidak pernah tahu siapa orangnya tuaku. Mereka membuang ku sejak bayi" lirih Elea.
"Aku tidak tahu harus berkata apa Elea, tapi aku yakin jika orang tua mu pasti memiliki alasan"
"Alasannya adalah karena mereka tidak menginginkan kehadiran ku, maka dari itu mereka membuang ku" ucap Elea dengan sinis.
"Oh... Elea, jangan bersedih, karena anakmu bisa merasakan kesedihanmu. Tapi aku ikut sedih dengan keadaan mu" dokter Juli merengkuh tubuh Elea dan memeluknya.
"Kau adalah anak yang hebat, kau anak terpilih, kau adalah anak yang kuat. Karena tetap hidup tanpa kedua orang tuamu. Aku yakin jika Tuhan akan memberikan hidup indah di masa depan untuk kita yang tidak pernah menyerah"
"Semoga saja" ucap Elea tidak yakin.
Ceklek... Brakkkkkkkkkk....
Pintu itu dibuka dengan kasar dan di banting dengan keras.
__ADS_1
"Astaga Fara!" Elea terkejut, begitupula dengan dokter Juli.
"Maaf" singkat Fara dengan wajah di lipat.
"Ada apa?" tanya Elea, gadis itu menatap wajah wanita hamil dengan selang infus di tangannya.
"Sebenarnya aku akan menikah" ekspresi Fara berubah menjadi cerah bahagia, ia tidak ingin jika Elea tahu dirinya terpaksa menikahinya Jhonatan demi melindungi Elea.
"Menikah?" beo Elea terkejut bukan main.
"Dengan siapa? Kenapa begitu mendadak?" cecar Elea, dokter Juli hanya diam dan mendengarkan saja.
"Ya memang mendadak tapi aku tidak mungkin melewati kesempatan emas ini" bohong Fara.
"Siapa pria itu?"
"Jhonatan Henderson" kata Fara.
"Apa? Kau gila? Fara! Kau sadar dengan apa yang kau katakan itu?" ucap Elea menggebu, Fara memejamkan matanya seolah mencari kekuatan untuk menghadapi Elea.
"El, tenangkan dirimu, kondisimu belum stabil, Ingan itu" sela dokter Juli menginterupsi Elea.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi aku tidak akan melewatkan begitu saja jika ada seorang pria mapan menawarkan sebuah pernikahan denganku. Terlebih dia sudah tahu asal usulku yang tidak jelas" ujar Fara tenang.
"Tapi kau belum mengenal Jhonatan, Fara. Kau juga tidak mencintai nya bukan? Dan Jhonatan?" Elea menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan keputusan Fara.
"Aku tahu itu, tapi mengenal dengan baik tidak menjamin akan berhubung dengan baik, dan masalah cinta, aku yakin akan datang bersama seiring waktu. Jika cinta itu tak kunjung datang, kami bisa hidup bersama sebagai suami istri dan saling menghormati. Dan yang pasti hidupku terjamin" tutur Fara semakin tidak bisa di terima oleh akal sehat Elea.
"Aku semakin yakin jika kau benar-benar sudah tidak waras" kesal Elea pada Fara, namun ia juga tidak bisa mencegah keputusan Fara. Elea hanya berharap jika sebelum pernikahan, kepala Fara terbentur tembok dan sadar jika keputusan nya untuk menikahi Jhonatan adalah kesalahan besar.
"Semoga saja kepalamu benar-benar terbentur tembok" batin Elea penuh harap.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
TBC 🌺
__ADS_1