
Martin duduk di atas ranjang dengan bersandar di headboard menunggu sang istri yang sedang berada di kamar mandi, pria dewasa itu memang tidak terlalu peka akan wanitanya, ya maklum saja ini pertama kalinya Martin jatuh hati pada wanita dalam 41 tahun hidupnya. Kehidupan Martin yang tadinya lurus, datar dan kaku kini mulai berwarna dengan hadirnya sikap manja dan basa-basi bersama Elea, namun semua itu belum membuat Martin menjadi pria yang peka akan kehendak wanita, sedangkan Elea sulit untuk mengungkapkan perasaan karena mengingat Martin menikahi nya tanpa rasa cinta, dan menganggap semua yang Martin lakukan hanyalah sekedar kewajiban tanpa didasari rasa dalam hati.
Seandainya saja Martin jujur akan perasaannya pada Elea, mungkin istrinya itu tidak segan bermanja-manja dan merengek pada Martin. Tapi sekarang ini, jangankan bermanja, Elea bahkan sudah membatasi hatinya agar tidak bergantung dan jatuh cinta pada suaminya, Elea tidak ingin merasakan kesakitan saat ia benar-benar tergantung pada Martin lalu di campakkan begitu saja. Sudah cukup sekali Elea di buang oleh orang tuanya, Elea tidak ingin merasakan terbuang oleh suaminya, jika di masa depan Martin ingin menceraikan Elea, setidaknya hati Elea tidak terlalu sakit karena dari awal ia sudah membentengi hatinya.
Klek....
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat Elea mengenakan bathrobe dan handuk di kepalanya, sepertinya wanita hamil itu mandi keramas di malam hari.
Martin hanya menatap diam Elea, dan wanita itu juga acuh akan tatapan Martin, ia memilih melenggang pergi ke dalam walk in closet.
"Hahhhh" Elea membuang nafas kasar, wanita hamil itu memilih duduk di sofa dalam walk in closet kamarnya.
"Ini bukan waktu yang tepat untuk bersikap seperti ini, karena aku sangat membutuhkan bantuan Om Martin" gumam Elea, tadinya ia ingin merayu Martin agar mau membantu masalah Fara, tapi malah di buat kesal dengan kata-kata mutiara Martin.
"Lebih baik aku mengalah dulu, masalah Fara lebih penting dan harus segera di selesaikan" putus Elea menurunkan egonya demi sang sahabat.
"Apa perlu menggodanya?" ucap Elea memegang lingerie hitam transparan lengkap dengan G-string hitam berenda.
"Astaga, aku benar-benar seperti wanita penggoda" gumam Elea memutar tubuhnya setelah mengenakan baju dinasnya.
"I'm **** in black" ucap Elea tersenyum, meskipun dengan perut buncit, entah mengapa Elea merasa jika dirinya sangat seksi.
🌼🌼🌼
Martin kelihatan susah payah menelan saliva nya, saat Elea keluar dari dalam walk in closet. Jakun pria dewasa itu naik turun dengan nafas mulai memburu, bahkan pusaka kebanggaan nya alias si Alfonso sudah mulai bangun.
"El, kenapa tidak pakai piyama saja?" tanya Martin lembut, ia sangat tahu jika istri sedang mode ngambek tidak akan mau di ajak bermain. Jangankan bermain, di sentuh saja taring wanita itu sudah keluar, bukankah sangat menyiksa bagi Martin yang sepanjang malam di suguhkan pemandangan yang menggiurkan namun tidak bisa ia mainkan?.
"Panas Om" bohong Elea seolah tidak mengerti gelagat Martin yang sudah panas dingin melihat kemolekan tubuhnya.
"El..." Martin menatap penuh harap pada Elea.
"Apa sih Om?" cuek Elea mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
"Kamu marah padaku?"
"Tidak"
"Sungguh?" tanya Martin dengan senyum bahagia, lalu Elea menatap Martin, seolah menimbang sesuatu.
__ADS_1
🌼 Flashback On 🌼
Setelah berhenti menangis, Fara menceritakan detail kejadian yang begitu menyakitkan baginya, dimana Fara di jadikan alat penebus hutang oleh pacarnya.
Hari itu seperti biasanya, Fara dan Yogi selesai bekerja pukul 19.00 tidak ada yang aneh, semua bejalan seperti biasanya, sikap Yogi pun sangat manis terhadap Fara.
"Sayang, nanti malam kamu ikut aku ya" ajak Yogi.
"Memangnya mau kemana?" tanya Fara.
"Udah ikut aja, kamu pasti akan happy" Yogi menyakinkan Fara. "Dari pada di rumah sendirian" sambung kekasih Fara itu.
"Tapi jangan pulang terlalu malam ya" pinta Fara, sebenarnya tubuhnya sangat lelah tapi segan menolak ajakan Yogi.
"Ya, kita pulang pagi" ucap Yogi serius namun Fara menganggap nya hanya lelucon.
Yogi dan Fara pulang masing-masing, karena nanti malam Yogi akan menjemput Fara. Sesampainya di rumah, Fara langsung bergegas mandi dan bersiap-siap, takut jika Yogi akan segera datang. Fara menggunakan mini dress berwarna hitam sangat cicit di tubuh seksi nya, rambut panjang Fara di biarkan tergerai hanya dihiasi jepitan kecil.
Wanita itu terlihat manis dan menarik sesuai dengan usianya, tak lama setelah Fara selesai bersiap, terdengar ketukan pintu dan pasti itu adalah Yogi.
"Cantik banget sih pacar aku" puji Yogi membuat Fara salah tingkah.
"Oke, ayo" ajak Yogi mendekati sebuah mobil sejuta umat.
"Ini mobil siapa Yog?" heran Fara, karena biasanya Yogi menjemput Fara menggunakan motor.
"Ini mobil sepupu aku, kebetulan dia lagi main ke kost ku. Jadi aku pinjam mobilnya, karena mau ngajak kamu jalan malam-malam gini, takutnya kamu masuk angin kau naik motor ku" jelas Yogi.
"padahal aku gak apa-apa loh kamu jemput pakai motor" ucap Fara tidak enak dengan sepupu Yogi.
"Nanti kalau sepupu kamu mikirnya aku cewek matre gimana?"
"Yang penting aku tahu kalau kamu bukan cewek seperti itu sayang" ucap Yogi membelai pipi mulus Fara.
"Ya udah, ayo naik" Yogi membukakan pintu mobil itu untuk Fara.
"Terimakasih" ucap Fara merasa sangat di istimewakan oleh Yogi.
"Kita mau kemana sih?" tanya Fara penasaran.
__ADS_1
"Ke tempat yang mengasikkan" sahut Yogi fokus mengemudikan mobil.
"Ya tapi kan ada namanya tempat itu"
"Sebentar lagi kamu akan tahu sayang" ucap Yogi tersenyum miring.
"Sok rahasia banget sih, bikin aku penasaran saja" gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"Apa kamu pernah ke Night Club?" tanya Yogi, membuat Fara menoleh kearahnya.
"Tentu saja tidak" jawab Fara dengan cepat.
"Jangan bilang kamu mau ngajak aku ke Night Club?" tebak Fara.
"That's right baby" sahut Yogi tersenyum.
"Yog, aku tidak aku ke tempat seperti itu, kita pulang saja atau cari tempat lainnya" ucap Fara.
"No sayang, kamu harus ikut denganku kesana, karena aku butuh bantuan mu" sahut Yogi tidak perduli dengan apa yang di katakan oleh Fara.
"Bantuan ku?" beo Fara di angguki Yogi.
"Apa kau bercanda? aku saja tidak pernah pergi ke Night Club, lu bagaimana bisa aku membantu mu?" Fara menggelengkan kepalanya merasa ucapan Yogi tidak masuk akal karena meminta bantuannya.
"Kau akan mengerti sebentar lagi" ucap Yogi menyeringai licik.
"Kamu jangan macam-macam Yog" tegas Fara sudah merasa ketakutan.
"Hanya satu macam baby" sahut Yogi sangat senang melihat wajah ketakutan Fara.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
TBC