Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Nasehat Bijak


__ADS_3

Mendengar jika sang menantu yang meminta putranya untuk mencairkan dana yang menurutnya tidak sedikit, entah mengapa ada sedikit kesal dalam hatinya. Rasa tidak suka pada Elea yang dulu pernah ada, kini mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Padahal jika di lihat dari gaya hidupnya sendiri, uang yang di minta Elea tidak lah seberapa. Bahkan dengan uang segitu Mama Asri hanya bisa membeli satu tas branded atau beberapa pasang heels dari brand favoritnya.


Namun tetap saja, yang namanya orang tidak suka tetaplah tidak suka meskipun tanpa sebab, terkadang hanya melihat seseorang yang tidak kita sukai tersenyum sudah dapat memicu api amarah dalam hati. Mungkin jika saat ini Elea belum hamil, Mama Asri juga tidak akan sedekat ini, wanita 68 tahun itu pasti akan melakukan berbagai cara untuk membuat menantu tidak betah di rumah, lebih tepatnya tidak betah menjadi istri putranya. Sayangnya Elea langsung hamil tak lama Martin membuka segel wanita muda itu.


"Mama kenapa?" tanya papa Adnan melihat istrinya terdiam cukup lama.


"Papa gak tegur Martin karena membiarkan uang sebanyak itu pada Elea?" tanya Mama Asri membuat sang suami mengerutkan keningnya.


"Kenapa papa harus tegur? lagi pula Martin bekerja juga untuk menafkahi Elea dan juga Risha" ujarnya.


"Tapi uang itu terlalu banyak untuk Elea Pah! dan untuk apa uang sebanyak itu? semua kebutuhan Elea sudah tersedia di rumah ini, jangan sampai uang sebanyak itu di salah gunakan olehnya"


"Mah untuk apa uang itu, biarkan itu menjadi urusan menantu kita. Lagi pula Elea berhak menikmati hasil kerja keras Martin, kita sebagai orang tua dan mertua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak dan menantu kita. Jika mereka melakukan kesalahan, maka kita bimbing ke jalan yang benar, jika mereka meminta nasehat atau saran, maka kita berikan. Tapi jika mereka baik-baik saja, ya kita jangan ikut campur. Apalagi masalah uang, itu hal yang sangat sensitif bagi Elea dengan latar belakang yang ia miliki" tutur papa Adnan dengan bijak, namun sepertinya tidak cocok dengan hati dan pikiran sang istri.


"Mama tidak setuju" ucapnya.


"Lalu Mama mau apa?"


"Belum tahu" jawab Mama Asri dengan wajah masam.


🌼🌼🌼


Elea langsung ke kamar mandi begitu sampai di kamarnya. Lelah, tentu saja wanita hamil itu lelah, lelah tubuh, lelah pikiran, lelah hati. Semuanya menjadi satu, membuat fisiknya lemah.


"Setidaknya masalah Fara sudah selesai" ucap Elea mengisi bathtub dengan air hangat, wanita hamil itu memasukkan sabun cair sehingga bathtub itu penuh dengan busa, lalu ia menyalakan lilin aromaterapi untuk merilekskan pikirannya.


"Ahhh......sangat nikmat" gumam Elea menenggelamkan tubuhnya dalam limpahan busa sabun yang harum. Elea menikmati berendamnya seorang diri dengan mengusap-usap perut bulat, wanita itu merasa geli saat mendapati respon tendangan kecil dari dalam.


"Sehat-sehat ya anak Mami" ujar Elea tersenyum, ia tidak ingin mengingat tatapan tak suka mertuanya, ataupun kata-kata menyakitkan yang secara tidak sengaja terlontar dari mulut suaminya. Untuk sesaat Elea ingin hidup dengan tenang tanpa memikirkan perasaan orang lain, ia hanya ingin membuat dirinya bahagia, melihat sesuatu yang membuatnya tersenyum, mendengarkan hal-hal baik dan sebagainya. Setidaknya sekali saja, itulah yang saat ini Elea lakukan.


Elea membilas tubuhnya di bawah guyuran shower, hampir satu jam wanita hamil itu berendam, tubuhnya terasa sangat segar dan pikirannya tenang. Dengan bersenandung lirih Elea keluar dari kamar mandi menuju walk in closet.


Tok...tok...tok...


"Mami di dalam?" seru Risha, gadis itu mengetuk pintu kamar Elea.


"Iya, masuk saja" sahut Elea yang baru saja mendudukkan diri di ranjang, sangat malas jika harus bangkit lagi untuk membuka pintu.


Klek....


Suara knop pintu di buka oleh Risha, gadis itu memamerkan deretan gigi putihnya saat melihat Elea bersandar di headboard dengan kaki terjulur lurus.

__ADS_1


"Apakah Risha ganggu waktu istirahat Mami?" Risha ikut duduk di tepi ranjang.


"Tidak, kenapa? wajahmu terlihat bahagia sekali?" tanya Elea menelisik wajah putri sambungnya yang terlihat lebih ceria dari biasanya.


"Benarkah? apakah sangat terlihat?" Risha menyentuh wajahnya.


"Hem, kau sedang jatuh cinta?" tebak Elea.


"Ma....mana ada, nggak kok" ucap Risha tersipu.


"Nggak? nggak salah maksudnya?"


"Sebenarnya Risha sudah lama jatuh cinta padanya, tapi..."


"Tapi baru sekarang kesampaian nya?" sela Elea.


"Sebenarnya tidak juga Mih, aduh gimana ya?" Risha bingung sendiri.


"Cerita saja, mami punya banyak waktu untuk mendengarkan cerita mu" ucap Elea, saat ini jarum jam baru menunjukkan pukul 16.20 dan Martin tadi mengatakan akan pulang terlambat, bukankah Elea masih mempunyai banyak waktu luang?.


"Risha jatuh cinta padanya dua tahun yang lalu, dia Abang nya Citra"


"Pertama kali melihatnya, Risha langsung suka sama dia Mih, tapi saat itu ternyata Abang nya Citra sudah punya kekasih, jadi ya gitu deh"


"Lalu sekarang?"


"Beberapa hari yang lalu Risha ketemu lagi sama dia, dan Citra bilang kalau Abang nya lagi single" ucap Risha tersenyum.


"Jadi kamu punya kesempatan untuk mendapatkan nya? begitu?". tebak Elea.


"Menurut Mami, Abang nya Citra suka nggak ya sama Risha?"


"Jika dia pria normal pasti suka"


"Maksud Mami?"


"Kamu itu cantik Risha, baik, pintar, seksi, dan menyandang nama Hariz di belakang namamu. Pria mana yang tidak suka padamu? kecuali kalau dia sukanya sama Tante-tante atau terong makan terong, baru gak suka"


"Ish Mamiiii.... amit-amit jabang kebo deh" rengek Risha membuat Elea tertawa.


"Mami bicara apa adanya, lagi pula kaum itu kan memang ada"

__ADS_1


"Iya sih...tapi jauh-jauh deh dari kehidupan kita"


"Kalau menurut Mami, 96% pria pasti akan suka dan tertarik padamu. Lalu dimana masalahmu?"


"Tapi, aku merasa tidak percaya diri Mih"


"Apa yang membuat mu tidak percaya diri?"


"Kekasihnya dulu sangat cantik, sedangkan..."


"Kamu juga cantik, dan cantik itu relatif. Jika memang kamu cinta sama dia ya buktikan saja"


"Bagaimana caranya?"


"Beri dia perhatian, tapi jangan terlalu over. Buat dia nyaman saat bersamamu, dengarkan dia saat bicara, maksudnya jadilah pendengar yang baik baginya"


"Apakah dengan begitu dia akan jatuh cinta padaku?"


"Tentu saja tidak"


"Mamiiiii" rengek Risha.


"Cinta kan tidak semudah itu Ris, terlebih lagi kamu tidak tahu penyebab kandasnya hubungan dia dengan mantan nya. Semua butuh proses, yang penting ada ketulusan dalam setiap usahamu"


"Benar juga, aku tidak tahu kenapa dia bisa putus dengan mantan nya, padahal mereka sudah bertunangan"


"Dan satu lagi" ucap Elea, Risha serius mendengarkan nasehat dari mami mudanya itu.


"Jangan sampai kamu menjalin hubungan dengan orang yang belum selesai dengan masa lalunya. Pastikan jika dia sudah seratus persen move on dari mantannya, baru kamu go ahad " tutur Elea mewanti-wanti Risha agar tidak menjalin kasih dengan pria yang gamon (Gagal move on)


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


TBC

__ADS_1


__ADS_2