
Setelah sampai di salah satu Mall terbesar di Jakarta, Abang nya Citra langsung membawa adik dan teman adik itu menuju food court dimana gerai-gerai makanan itu bertebaran dan bisa memilih makanan yang di inginkan.
"Kalian pilih makanan dulu, biar Abang tunggu disini" titah Abang Citra mendudukkan dirinya di sebuah bangku yang ada di area food court.
Tanpa mengatakan apapun, Citra menarik Risha untuk berburu kuliner di gerai-gerai yang terlihat menarik, namun belum ada lima menit Citra pergi, kini sudah kembali ke meja dimana Abang nya itu menunggu.
"Kok cepet banget?" heran pria itu.
"Abang lupa kalau ngajak kami kesini mau traktir?" ungkit gadis itu dengan bibir manyun.
"Mana kartu nya?" Citra menadahkan tangannya meminta kartu kredit dari Abang nya.
"Abang kira kamu gak butuh" pria itu membuka dompetnya dan mengambil sebuah kartu untuk di berikan pada adiknya.
"Ehh... Risha mana?" tanyanya sembari mengulurkan kartu itu pada Citra.
"Thanks Abang, Risha lagi ngantri" Citra menyambar kartu itu dan mengatakan jika sahabat yang di tanyakan Abang nya sedang mengantri di gerai restoran nasi ayam dari negeri Singa yang cukup ramai. (Ini berdasarkan pengalaman author beberapa tahun lalu ya, gak tahu kalau sekarang)
Setelah beberapa saat menunggu, dua gadis itu datang dengan membawa makanan mereka masing-masing. Citra memilih bakso yang legendaris di food court itu, sebenarnya rasanya sama saja dengan bakso yang ada di kantin kampus mereka, namun harganya hampir tiga kali lipat, namun porsinya mengenyangkan.
"Lah.... jauh-jauh ke Mall cuma mau makan bakso?" pertanyaan itu keluar dari mulut Abang nya.
"Citra pengen yang berkuah Bang" sahut nya, padahal di sana banyak makanan berkuah, contohnya mie dari negeri Sakura.
"Bentar ya Bang" ucap Citra meninggalkan Abang dan sahabatnya setelah melekatkan nampan bakso miliknya.
"Mau kemana lagi itu?" gumam Abangnya menatap punggung mungil Citra.
"Ngambil minuman kami Bang" sahut Risha memberi tahu Abang sahabat nya.
"Oh..." pria itu mengangguk paham.
...
Citra mengajak Abang nya untuk menonton, sedangkan Risha menurut saja asalkan bisa bersama dengan Abang nya Citra, gadis itu oke-oke saja kemanapun Citra mengajaknya. Ahhh maklum saja, namanya juga cinta yang dulu belum kesampaian, siapa tahun kali ini Risha bisa mendapatkan hati Abang nya Citra.
Jika saja dulu Citra lebih cepat mengenalkan Abang nya pada Risha, tidak mungkin yang menjadi pacar pertama Risha itu Irfan. Tapi apa mau dikata karena dulu saat pertama kali Risha bertemu Abang Citra sudah memiliki kekasih.
__ADS_1
"Gue popcorn yang asin ya, yang kecil aja" pesan Citra pada Risha yang bertugas beli cemilan, sedangkan dirinya membeli tiket.
🌼🌼🌼
Citra memberikan dua tiket pada Risha dan Abang nya, sedangkan dirinya pamit untuk ke toilet terlebih dahulu sebelum memasuki ruang teater.
"Sepertinya kursi kita pojok atas sana" ucap abangnya Citra memandu jalan Risha.
"Ini citra sengaja atau gimana sih?" gumam Risha dalam hati, karena bangku yang lain sudah di isi oleh pemiliknya.
Kedua orang itu tidak tahu film apa yang dipilihkan oleh Citra, sebab bagi Risha yang penting bisa bareng Abang nya Citra, dan bagi Abang nya Citra sendiri, hanya mengikuti kemauan adiknya, jika suka dengan film nya ikut nonton, tapi jika tidak, tidur dalam bioskop juga bukan hal yang buruk.
Ketika film sudah mulai di putar, ternyata Risha sangat menikmati film bergenre romance yang sedang di putar itu. Risha begitu larut dalam setiap adegan sehingga lupa dengan Citra, bahkan gadis itu mengabaikan pria yang ada di sampingnya.
Abang nya Citra memilih fokus melihat Risha dari pada film yang ada di layar, menurut nya memperhatikan Risha lebih menarik dari pada sebuah film yang hanya sandiwara. Pria itu menyunggingkan senyumnya saat melihat Risha yang tersipu malu karena adegan di layar, entah adegan apa yang di lihat oleh gadis itu, tapi melihat Risha yang seperti itu membuat pria matang itu semakin tertarik.
"Apa yang kau lihat sehingga menutup kedua matamu begitu Ris?" bisik pria itu.
"Hahh...!!" kaget Risha, gadis itu benar-benar lupa jika di sampingnya ada pria yang telah lama mencuri hatinya.
"Sepertinya kamu sangat menyukai filmnya?" ucap pria yang bernama Tommy itu.
"Ya" jawab Risha tersenyum tipis.
"Ngomong-ngomong Citra duduk di mana ya Bang?" tanyanya baru mengingat sang sahabat setelah hampir satu jam lamanya.
"Anak itu sudah pulang ke rumah, mungkin sekarang sudah tidur" jawab Tommy, sebab tak lama setelah film di putar, sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Tommy, yang mengatakan jika sang adik pulang terlebih dahulu tanpa memberikan alasan apapun.
"Hah? serius?" Risha tidak percaya jika sahabatnya itu meninggalkan dirinya dan Abang nya, ya meskipun begitu Risha tetap senang karena bersama dengan pria pujaannya.
🌼🌼🌼
Tommy dan Risha jalan beriringan keluar dari gedung bioskop karena filmnya sudah selesai. Canggung, tentu saja Risha canggung, namun tidak dengan Tommy. Pria itu bersikap seperti biasanya, padahal dia tahu jika gadis yang bersamanya itu memiliki rasa suka padanya. Tommy adalah pria matang dan berpengalaman, sangat mudah mengetahui jika seorang gadis menyukai dirinya, apalagi Risha tidak pandai menyembunyikan perasaannya, semua sangat terlihat melalui gesture tubuhnya meskipun bibirnya tidak mengatakan apapun.
"Kamu mau kemana lagi Ris?" tanya Tommy.
"Kemana lagi memangnya? pulang saja Bang" jawab gadis itu, ia bingung jika di tanya mau kemana? tapi jika langsung di ajak ke suatu tempat, pasti Risha tidak menolak.
__ADS_1
"Yakin mau langsung pulang?" goda Tommy.
"Iyalah Bang, lagian sudah sore" ucapnya lesu.
"Kalau boleh sih Risha mau masuk dalam hati Abang Tommy" bisik Risha dalam hati.
"Memang, kamu mau ngapain di rumah?"
"Gak ngapa-ngapain sih, paling temenin Mami sambil ngobrol-ngobrol sama dedek bayi" jawab Risha, ah..gadis itu jadi rindu dengan tendangan kecil di perut Mami mudanya.
"Bayi siapa?" Tommy mulai kepo.
"Calon adik Risha, Bang. Kan Mami baru Risha sedang hamil, biasanya Risha ngobrol sama Mami sambil mengelus-elus perut Mami" jelas Risha.
"Oh....jadi Papi kamu nikah lagi?" hanya di angguki oleh Risha.
"Bukannya sangat beresiko ya, jika hamil di usia 40 tahunan?"
"Memang siapa yang hamil di usia 40 tahunan, Bang?"
"Itu, Mami kamu. Bukannya Mami kamu seumuran sama Papi Martin?" ucap Tommy.
"Hahahaaa....aku pikir siapa?" Risha tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Istri Papi aku masih muda Bang, Mami El baru berusia 22 tahun, yahhhj sebelas dua belas sama Risha" jelas Risha membuat Tommy ternganga tidak percaya.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
TBC 🌺
__ADS_1