
Risha mematung setelah mendengar bisikan dari Tommy. Risha pernah berpacaran, Risha pernah dekat dengan seorang pria, tapi tidak lah seintim ini, apalagi Risha bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas hangat Tommy. Dan perlu di garis bawahi, jika Tommy adalah pria yang bersemayam dalam hati Risha, situasi seperti sekarang ini membuat jantung Risha bekerja dua kali lebih cepat. Risha hanya berharap jika Tommy tidak mendengar irama jantungnya yang seperti drumband tujuh belas agustusan.
"Bagaimana?" tanya Tommy menatap bola mata Risha yang hanya berjarak beberapa senti. Bahkan Risha bisa merasakan aroma mint dari nafas hangat Tommy.
"Mau jadi pacarku?" tanya Tommy pada gadis yang membatu itu.
"Iya?" Risha menganggukkan kepalanya. Tommy tersenyum lalu kembali pada tempat duduknya semula.
"Jadi sekarang kamu pacarku?" ucap Tommy.
"Tidak" Risha menghela nafas lega dan berusaha menormalkan detak jantungnya.
"Tidak?" Tommy menatap Risha.
"Maksudnya em....itu, anu...." gadis itu bingung plus salah tingkah, sehingga terlihat konyol.
"Tidak?"
"Iya"
"Oke mulai sekarang kamu pacarku"
"Bang, Risha belum mengatakan setuju" protes nya, Risha sangat ingat pesan Elea agar tidak menjalin hubungan dengan pria yang belum selesai dengan masa lalunya. Meskipun Risha sangat senang jika menjadi pacar Tommy, tapi gadis itu tidak ingin kesenangan nya berubah menjadi kesakitan karena Tommy masih terbayang-bayang mantannya.
"Risha, Abang tidak suka penolakan" ujar Tommy.
"Maaf Bang, tapi Risha tidak mungkin menjalin hubungan dengan pria yang belum bisa melupakan mantannya" jujur Risha menundukkan kepalanya.
"Jadi menurut mu, Abang belum move on dari Alana?"
"Risha tidak tahu Bang, tentang itu hanya Abang yang tahu"
"Jika Abang belum bisa move on, Abang tidak mungkin memintamu menjadi pacar Abang Ris. Abang punya Citra, adik perempuan Abang yang sangat Abang sayang, Abang juga tidak mau jika Citra disakiti oleh pria di luaran sana yang belum bisa move on dari mantannya" tutur Tommy.
"Abang memintamu jadi pacar Abang karena Abang tahu kamu gadis baik-baik, dan Abang serius dengan perkataan Abang. Jika kamu masih tidak percaya, Abang akan melamar mu pada Om Martin"
"Jangan Bang" tolak Risha, benar jika Risha mencintai Tommy, tapi Risha sama sekali tidak ada rencana menikah muda. Atau setidaknya setelah lulus kuliah.
"Kamu gak suka sama Abang? Kamu gak cinta sama Abang?"
__ADS_1
"Bukan begitu"
"Lalu?"
"Risha masih ingin fokus kuliah Bang"
"Kamu tetap bisa kuliah meskipun kita sudah menikah" sela Tommy.
Blussss....
Wajah Risha merona dan terasa panas di pipi nya, mendengan kata 'kita menikah' dari mulut Tommy.
"Risha masuk dulu Bang, terimakasih sudah mengantarkan Risha dan Mami" ucap Risha, lalu dengan cepat gadis itu keluar dari mobil Tommy dan berlari masuk kedalam rumah dengan memegangi kedua pipinya.
"Apakah tadi itu sebuah lamaran? Aduh kenapa gue bodoh banget sih pake acara lari segala? Kira-kira bang Tommy ilfil nggak ya liat tingkah gue?" gumam Risha sepanjang jalan menuju kamarnya.
🌼🌼🌼
Elea benar-benar merasa tidak tenang setelah pertemuan tidak sengaja nya dengan Tommy. Rasa takut, khawatir, was was, gelisah, cemas berkumpul dalam dada wanita hamil itu. Elea bahkan bisa merasakan perutnya tegang, mungkin karena efek kecemasannya sehingga menimbulkan kontraksi kecil pada kehamilannya.
"Tenang Elea, semua pasti akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir berlebihan, relaks, tidak akan terjadi apapun padamu" ucap Elea memberikan Self-affirmation dengan kata-kata positif dan menenangkan.
"Yah tentu saja aku bisa, aku adalah calon ibu yang kuat dan tangguh" ucap Elea mengelus-elus perut buncitnya.
Setelah merasa dirinya cukup tenang, Elea bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, seharian berada di luar rumah membuat tubuh wanita hamil itu tidak nyaman karena berkeringat, yahhh meskipun Elea tidak kepanasan, tapi tetap saja tubuh ya terasa kotor dan ingin di segarkan dengan guyuran air hangat.
Tak jauh dari kamar Elea, seorang gadis terus berguling-guling dengan memeluk boneka anak anjing berwarna kuning. Risha terus tersenyum dan tersipu mengingat apa yang terjadi di dalam mobil Abang sahabatnya. Ya, gadis itu merasa sangat bahagia bisa sedekat itu dengan pria pujaan hatinya tadi. Meskipun dengan jantung yang tak beraturan, tapi untuk pertama kalinya Risha sedekat itu dengan pria, ya dulu Irfan beberapa kali mencuri ciuman di bibir Risha, namun hati Risha tidak bergetar sama sekali, jantungnya juga berdetak normal, malah Risha sangat marah dan berujung pertengkaran. Namun itu semua tidak berlaku pada Tommy, pria yang terpaut sepuluh tahun usianya dengan Risha, gadis itu sangat menyukai adegan intim tadi, namun ada rasa malu juga.
"Chim, bang Tommy berkali-kali lipat lebih tampan jadi jarak beberapa senti" ujar Risha pada boneka anak anjing itu yang bernama Chimmy.
"Koq gue jadi nyesel tadi buru-buru masuk? Harusnya kalau bertahan lebih lama lagi pasti gue akan mendapatkan ciuman dari Abang Tommy" gumam Risha.
"Oh ya ampunnnnn......." Risha menenggelamkan wajahnya di atas queen size miliknya.
"Oh astaga Chim, gue kenapa jadi omes gini coba" ucap Risha seolah boneka anak anjing itu mengerti.
🌼🌼🌼
Tommy turun dari mobil dan masuk kedalam rumah orang tuanya, tujuan utamanya adalah ke kamar sang adik, yaitu Citra. Tommy ingin memastikan sesuatu dengan sang adik.
__ADS_1
"Dek...kamu di dalam?"
Tok...tok...tok...
Pria itu mengetuk pintu kamar adiknya.
"Dek, Abang masuk ya" seru Tommy langsung membuka pintu kamar Citra yang memang tidak di kunci.
"Ckkk, pasta saja gak ada sahutan" gumam Tommy melihat sang adik yang tengkurap di atas ranjang menatap layar laptop dengan airpods di telinganya.
"Dek" Tommy menarik jempol kaki Citra, membuat gadis itu kaget dan memekik kesakitan.
"Aduhhhhhhhh setan, siap....aa" gadis itu semakin kaget saat melihat Tommy di dalam kamarnya.
"Ehhh... Abang, ada apa Bang?" ucap Citra tersenyum kaku.
"Kamu bilang apa tadi?" Tommy menatap tajam Citra karena Telang mengumpat nya dengan sebutan setan.
"Bilang apa? Abang salah denger kali" elak Citra.
"Abang belum tua dan Abang tidak budek Citra" tegas Tommy.
"Ckkk....lagian siapa surung Abang ngagetin Citra? Abang kan tahu kalau Citra kaget suka mengumpat hal-hal yang random" kilah Citra.
"Hal random? Kamu mengumpat dengan kata-kata kasar Citra" ralat Tommy.
"Iya deh iya, Citra minta maaf" ucap Citra tanpa ada rasa penyesalan.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
TBC 🌺
__ADS_1