Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Di Usir


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan dari Citra tentang pekerjaan yang pernah di lakukan oleh Elea, Risha terdiam di dalam mobilnya. Seharusnya setelah selesai kuliah gadis itu akan kembali ke rumah sakit untuk menjaga Mami nya, tapi setelah mengetahui kebenaran yang ada, mendadak rasa empati dan sayangnya pada Elea menghilang, apalagi Tommy juga pernah menggunakan jasa Elea.


Kecewa, shock, dan marah bercampur jadi satu dalam hati Risha, bahkan gadis itu tidak bisa menangis meskipun sangat ingin. Dadanya sesak membayangkan segala keburukan dan kemungkinan, pikiran negatif kini mendominasi hati dan otaknya, kini Risha tidak bisa berpikir positif tentang Elea, iklan yang ia lihat di ponsel Citra semakin menguatkan image negatif pada Elea.


🌼****Flashback Off🌼****


Air mata Elea mengalir deras mendengar cerita dari mulut Risha, ketakutan nya kini jadi kenyataan, Risha terlanjur berpikir negatif tentang nya. Akhirnya terjawab sudah apa yang membuat gadis itu mengabaikan pesan juga panggilan nya selama beberapa hari ini, Risha juga sengaja menghindari Elea karena telah mengetahui pekerjaan nya dulu.


Mama Asri kini menatap sinis dan penuh kebencian pada menantunya, beliau memang belum sepenuhnya menerima Elea, kini rasa tidak sukanya menjadi rasa benci setelah mengetahui masa lalu Elea.


Risha, entah mengapa setelah menceritakan semua kebenaran yang Elea pada sang nenek tidak ada rasa puas dalam hatinya. Malah ia merasa ada sesuatu yang mengganjal, namun ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Jadi benar apa yang di katakan oleh Risha?" tanya Mama Asri dengan nada datar.


"Mah, semua itu..."


"Benar atau salah?" sergahnya.


"Benar Mah, tapi..."


"Wahhhhh.....ternyata kamu wanita yang kuat biasa ya" sinisnya.


Prokk...Prokk...prokk...


Mama Asri bertepuk tangan sebagai apresiasi sekaligus sindiran pada Elea.


"Apakah penggrebekan itu juga salah satu rencana kotor mu agar kau bisa hidup mewah tanpa harus menjajakan tubuhmu lagi?"


"Mah itu tidak..."


"Tidak salah? Huhhh kau memang wanita yang luar biasa licik Elea, sampai putraku terjatuh dalam jeratan mu"


"Mah, aku bisa menjelaskan semuanya" pinta Elea mengusap air matanya.


"Jangan kau tunjukkan air mata buaya mu itu di hadapanku. Karena aku tidak akan terjatuh pada jeratan mu" seru Mama Asri merasa muak melihat tangis Elea yang menurut nya hanya palsu.

__ADS_1


"Entah putraku yang terlalu bodoh atau kau yang terlalu licik. Tapi aku tidak akan tertipu olehmu!"


"Bahkan aku juga pernah melihatmu mendatangi sebuah Club malam bersama dengan seorang pria, benar bukan?" ingatannya kembali beberapa hari sebelumnya melihat Elea berada di halaman J & H Bar pada siang hari.


"Mah..." Elea menggelengkan kepalanya, mengelak jika ia tidak pernah pergi ke Club malam, apalagi bersama dengan pria. Karena terakhir kali Elea datang ke Club malam adalah saat dirinya pertama kali bertemu dengan Martin.


"JANGAN MEMANGGILKU MAMA, KARENA AKU TIDAK SUDI MEMPUNYAI MENANTU WANITA RENDAHAN SEPERTI DIRIMU" teriak Mama Asri penuh emosi.


Deg....


"Mama..." ucap Elea tanpa mengeluarkan suara.


"Aku menerimamu karena putraku terlanjur menikahi mu, meskipun asal usul mu tidak jelas, aku mencoba menerima nya, tapi tidak untuk sekarang"


"Wanita murahan seperti mu tidak pantas menjadi anggota keluarga Hariz! Entah bagaimana Martin bisa menikahi ****** seperti mu"


"Mah, aku bukan wanita seperti...."


"Bukan wanita seperti apa? Kau itu tidak ada bedanya dengan pe es ka" ucapnya merendahkan Elea.


Hati Elea hancur mendengar hinaan demi hinaan yang keluar dari mulut mertuanya, Elea tahu jika dirinya akan kesulitan membela diri tapi ia tidak pernah berpikir sejauh ini dirinya akan di hina. Saat masih menjalankan pekerjaannya dulu, Elea sangat menjaga kontak fisik, bahkan yang paling jauh hanya cium kening dan pipi. Elea melarang keras kliennya mencium bibirnya, Elea sangat menjaga diri karena menghindari hal-hal seperti ini.


"Akhhh....." Elea terkejut saat mama Asri mencekal erat pergelangan tangannya dan menarik kasar Elea untuk mengikutinya.


"Mamah sakit hiks..." keluh Elea setengah berlari karena mama Asri berjalan dengan cepat.


"JANGAN MEMANGGILKU MAMA, WANITA SIALAN" bentaknya saat berada di tengah tangga, lalu kembali menarik tangan Elea, membuat wanita hamil itu meringis kesakitan.


"Nenek....nek..." teriak Risha mengikuti neneknya.


"Nenek mau kemana?" seru Risha melihat jam dinding menunjukkan pukul 23.40 malam.


"Risha, ada apa malam-malam begini ribut?" tanya kakek Adnan keluar dari kamar dan memasang kacamatanya.


"Nenek, Kek" ucap Risha kembali menyusul sang nenek yang kini berada di luar rumah.

__ADS_1


🌼🌼🌼


Dengan terus menangis, Elea kini pasrah mengikuti langkah kaki mertuanya yang kini menuju pintu utama, awan mendung, kilatan petir dan suara guntur beradu di gelapnya malam seolah menjadi backsound di malam penuh kesakitan yang Elea alami.


"Pergi kau dari sini, aku tidak ingin menampung wanita murahan yang akan membawa sial dalam keluargaku" usir mama Asri menghempas tangan Elea hingga wanita itu tersungkur pada sebuah tanaman hias yang rimbun.


"Mama, apa yang Mama lakukan pada Elea malam-malam seperti ini?" teriak papa Adnan yang baru sampai bersama dengan Risha.


"Nenek" ucap Risha tidak menyangka reaksinya akan seperti ini.


"Papa tidak usah ikut campur! Mama sudah sering bilang jika Elea bukanlah wanita yang baik, tapi papa tidak percaya. Atau jangan-jangan papa juga pernah menjadi tamunya?" tuduhnya pada sang suami.


"Tamu apa? Apa yang sebenarnya mama bicarakan?" bingungnya.


"Ayo masuk dulu, bicarakan baik-baik di dalam. Kasihan Elea, dia sedang hamil Mah, Elea sedang mengandung cucu kita" papa Adnan menginginkan istrinya akan kehamilan Elea. Pria tua itu merasa iba melihat Elea yang terisak duduk di bawah tanaman hias.


"Cucu kita? Mama yakin jika janin itu bukanlah anak Martin" serunya menatap sinis pada Elea.


"Kenapa mama bicara begitu?"


"Janin itu pasti milik pria lain yang..."


"Mama cukup" teriak Elea tak tahan lagi mendengar hinaan demi hinaan yang terlontar, apalagi kini janin yang masih suci juga terkenal imbasnya dengan mengatakan jika ia bukanlah darah daging Martin, bukankah itu sangat keji dan kejam? Terlebih lagi sang nenek yang mengatakan itu.


"Mama boleh tidak suka padamu, Mama boleh benci padaku. Tapi tidak dengan anakku, ini adalah anak Om Martin, darah daging om Martin, karena aku hanya melakukannya dengan Om Martin" ucap Elea dengan tegas, karena memang benar adanya kenyataan itu.


"Dan kau pikir aku akan percaya?" seru Mama Asri yang sudah hilang kepercayaan pada Elea, apapun yang di katakan oleh Elea tidak akan berpengaruh apapun lagi. Baginya, kini Elea adalah orang lain, bukan lagi menantu ya meskipun ikatan pernikahan antara Elea dan Martin masih sah dan kuat di mata hukum negara dan hukum agama.


🌼


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


🌼


TBC 🌺


__ADS_2