Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Tentang Astrid


__ADS_3

Risha berada di dalam mobil dan melihat kearah rumah yang cukup lama tidak ia datangi. Aditama Praja dan Dewi Safitri, mereka berdua adalah orang tua mendiang ibu dari Risha, yaitu Astrid Dewi Praja.


Astrid adalah putri tunggal Dokter Aditama dan Dokter Dewi, pasangan suami istri itu memiliki karir yang cukup cemerlang di dunia kedokteran. Mereka juga ingin agar Astrid mengikuti jejak mereka dengan menjadi seorang dokter.


Namun kesibukan mereka di dunia medis sehingga membuat Astrid terlalu bebas hingga berakhir hamil saat masih di bangku kuliah. Kejadian itu sangat membuat Aditama murka sehingga membebaskan Astrid sesuai kemauan nya yaitu menjadi istri dari seorang Martin Hariz.


Tok....tok...tok...


Risha akhirnya turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Kakek dan Nenek nya.


Ceklek.....


Pintu itu di buka oleh seorang pelayan wanita paruh baya.


"Nona Risha" kata pelayan itu yang masih mengenali Risha.


"Mbok Sri apa kabar?" sapa Risha tersenyum ramah.


"Mbok Alhamdulillah sehat Non. Non Risha apa kabar? Kenapa lama tidak main kemari?" tanyanya sambil membuka lebar pintu utama.


"Ayo masuk Non, Tuan dan Nyonya sebentar lagi pasti pulang" cerocos mbok Sri.


"Nenek dan Kakek masih aktif di rumah sakit Mbok?" tanya Risha memasuki rumah itu, netranya menyapu seluruh isi rumah.


"Tentu saja Nona, rumah sakit itukan hidup Tuan dan Nyonya" mbok Sri ke dapur membuatkan minuman untuk Risha.


"Nona Risha mau minuman panas atau dingin?"


"Risha mau sirup dingin aja Mbok" kata Risha, lalu Mbok Sri membuatkan minuman favorit Risha.


"Silahkan Nona, es sirup rasa markisa kesukaan Nona sudah siap" mbok Sri memberikan jar berisi minuman favorit Risha, juga favorit mendiang Astrid.


"Terimakasih Mbok, Risha mau ke kamar Mami" kata Risha tersenyum lalu naik ke lantai dua dimana kamar Astrid berada.


Mbok Sri menatap sendu kepergian Risha, hampir lima tahun gadis itu tidak berkunjunglah kerumah ini, dan sekarang Risha datang saat sudah dewasa. Wajah Risha sangat mirip dengan Astrid.


"Semoga hati Tuan melunak setelah melihat wajah cucunya" gumam mbok Sri melanjutkannya pekerjaan nya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Risha berbaring di ranjang Astrid, gadis itu mencoba mengingat kenangan nya dengan sang Mami. Namun sayangnya hanya beberapa yang bisa Risha ingat, itupun tidak terlalu jelas bak film lama yang sudah rusak.

__ADS_1


"Risha rindu Mami" gumam Risha memeluk guling dan memejamkan matanya


Menjelang malam, pasangan dokter itu baru saja tiba dirumah setelah seharian sibuk di rumah sakit.


"Mobil siapa itu?" kata Aditama melihat mobil Risha terparkir di halaman rumahnya.


"Papa ada janji dengan seseorang?" tanya Dewi, sang istri.


"Tidak" jawab Aditama turun dari mobilku di ikuti dengan Dewi.


"Selamat datang Tuan, Nyonya" sambil mbok Sri pada majikannya.


"Mobil siapa itu Sri?" tanya Dewi.


"Mobil Nona Risha Nyonya" jawab mbok Sri, membuat pasangan suami istri itu saling memandang lalu masuk kerumah.


"Dimana anak itu?" kata Aditama.


"Nona Risha ada di kamar Mami nya Tuan" jawab mbok Sri.


"Sudah berapa lama Risha datang, Sri?" tanya Dewi.


"Sejak pukul dua siang tadi Nyonya" kata Mbok Sri.


Risha keluar dari kamar Astrid, gadis itu duduk di ruangan lantai dua yang biasa di gunakan untuk santai atau kumpul-kumpul bersama Astrid dan teman-temannya dulu.


Risha masih belum tahu apa-apa tentang Astrid, semua masih abu-abu di mata Risha. Kedatangan Risha kerumah Aditama adalah untuk mencari tahu tentang masa lalu ibunya.


"Apakah keluarga Hariz sudah melepaskan Risha? Ada apa anak itu datang kemari?" suara Aditama terdengar oleh Risha, pria itu keluar dari kamar dan duduk di ruang keluarga berambut istrinya.


"Mama rasa tidak mungkinlah jika keluar Hariz melepaskan Risha, walaupun Risha cucu perempuan, tapi tetap saja ada darah Hariz di tubuhnya" kata Dewi.


"Papa masih tidak suka dengan Risha? Dia tetap cucu kita Pah" ujar Dewi.


"Ya Papa to akan lupa jika dia adalah cucu kita. Karena kehadirannya lah masa depan putriku hancur" sahut Aditama yang sangat berambisi menjadikan Astrid seorang dokter di usia muda.


"Astrid salah jalan dan sedikit banyak kita juga yang menjadi penyebabnya" kata Dewi.


"Sudahlah, tidak perlu di bahas" kata Aditama memijat pelipisnya.


"Tuan, Nyonya, makan malam sudah siap" kata mbok Sri memberi tahu majikan.

__ADS_1


"Baiklah, panggilkan Risha untuk makan malam bersama" titah Dewi beranjak dari duduknya ke ruang makan.


Risha yang mendengar perintah neneknya pada mbok Sri langsung berlari ke kamar begitu mendengar ada suara meniti anak tangga.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Di meja makan hanya hening karena kedua nenek kakek Risha fokus menikmati makanannya, namun tidak dengan Risha, gadis itu merasa gelisah dan kurang nyaman. Nenek dan kakeknya hanya bertanya basa basi sekedarnya, dan Risha masih bisa merasakan jika sang kakek memang tidak suka dengan dirinya.


"Bagaimana kuliah mu Risha" tanya Dewi melihat cucunya gelisah.


"Baik Nek, semua berjalan lancar" jawab Risha tersenyum.


"Kau mengambil jurusan apa?" tanyanya lagi.


"Manajemen bisnis Nek"


Klotek....(Anggap aja suaranya begitu๐Ÿคญ)


Aditama meletakkan sendok nya dengan kasar setelah mendengar jawaban Risha, pria beruban itu menatap semakin tidak suka pada Risha lalu meninggalkan meja makan tanpa menyelesaikan makan malamnya.


"Sudah, biarkan saja. Selesaikan makan mu" kata Dewi mengusap pundak Risha.


Risha hanya tersenyum canggung dan kehilangan selera makannya, sedangkan sang nenek menyelesaikan makannya dengan tenang, mungkin karena sudah terbiasa dengan tabiat suaminya.


Selesai makan malam Dewi mengajak Risha duduk di gajebo kolam renang, Dewi ingin mengenal cucunya nya lebih dekat meski terlambat.


"Astrid adalah putri kami satu-satunya, Aditama sangat mencintai dunia kedokteran sehingga ia ingin Astrid juga menjadi seorang Dokter. Tapi karena kesibukan kami menjadi dokter, sehingga lupa jika Astrid masih butuh bimbingan, kasih sayang, perhatian dari kami. Hingga dia terjerumus pergaulannya bebas" cerita Dewi, Risha hanya diam dan mendengarkan.


"Aditama sangat marah ketika tahu Astrid hamil di usia yang cukup muda, terlebih lagi masih menjadi mahasiswi kedokteran kala itu. Kemarahan Aditama semakin menjadi setelah Astrid melahirkan, karena Astrid memutuskan untuk berhenti kuliah dan fokus menjadi seorang istri dan ibu" jelas Dewi.


"Tapi bukannya Papi dan Mami tidak saling mencintai?" tanya Risha.


"Ya, mereka tidak saliva mencintai. Tapi merek sepakat untuk hidup bersama dan saling menghormati, nenek tidak tahu harus berkata apa tentang Mami mu, dia menggantung kan hidupnya untuk bersama pada pria yang tidak mencintai nya bahkan hingga akhir hidupnya. Sungguh trah dan malang nasib putriku" sesal Dewi dengan keputusan yang di pilih oleh putrinya. Kini Risha paham kenapa kakek Aditama sangat tidak suka dengannya, memang sebelum kelahirannya Risha tidak di sukai oleh kakeknya, bahkan Mami dan Papinya pun tidak menghendakinya kehadiran Risha sebelumnya.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ

__ADS_1


๐ŸŒผ


TBC ๐ŸŒบ


__ADS_2