Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Terbongkar


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.10 tapi belum ada tanda-tanda kedatangan dari gadis berusia 20 tahun yang sejak tadi di tunggu oleh Elea, bahkan wanita hamil itu tidak begitu menikmati makan malamnya karena gelisah memikirkan Risha, Pesan ataupun panggilan Elea sama sekali tidak di jawab oleh gadis itu. Elea sempat bertanya pada Mama mertuanya, tapi Mama Asri mengatakan jika Risha memang izin pulang terlambat, dan sudah mengabarkan jika dirinya baik-baik saja, itu artinya gadis itu selalu menggunakan ponselnya, namun kenapa saat Elea menghubungi tidak ada respon apapun?.


"El, sedang apa kamu di situ?" tanya Mama Asri keluar dari kamar dengan membawa gelas kosong.


Elea menghentikan langkahnya. Ya, wanita hamil itu memang tengah mondar-mandir di ruang tengah tak jauh dari kamar mertuanya yang memang berada di lantai dasar.


"Elea menunggu Risha Mah" jawab Elea jujur.


"Ada kepentingan apa kamu dengan Risha sehingga menunggu nya seperti itu?" tanya mertua Elea penuh selidik.


"Elea rindu dengan Risha, Mah. Sejak pulang dari rumah sakit, Elea belum bertemu dengan Risha, Elea rindu ngobrol sama Risha" ucap Elea tak sepenuhnya bohong, akan tetapi terselip rasa khawatir dan penasaran pada anak sambungnya itu.


"Apakah ini juga salah satu ngidam yang kamu alami?"


"Sepertinya begitu Mah" jawab Elea tidak tahu harus membuat alasan seperti apa.


Tidak lama setelah Elea menjawab pertanyaan Mama mertuanya, pintu utama terbuka dan sudah pasti jika itu adalah Risha, hal itu membuat Elea sedikit lega.


"Risha" lirih Elea menatap senang pada gadis cantik itu.


"Kamu dari mana saja sih Ris?" tanya Nenek nya.


"Bukankah Risha sudah mengatakan segalanya pada Nenek, tentang kegiatan Risha?" gadis itu menghindari tatapan mata Elea.


"Nenek tahu, tapi lihat itu Mami mu. Sampai jam segini belum tidur menunggumu, sepertinya adik mu juga tidak ingin jauh darimu" nenek Asri menunjuk Elea yang ada di sebrang meja.


"Adik? Bahkan sekarang aku ragu jika anak yang di kandung wanita itu benar-benar anak dari papi" gumam Risha dalam hati, namun ia melemparkan pandangan ke arah lain.


"Risha capek Nek, Risha mau langsung istirahat" ucap Risha berlalu tanpa menyapa Elea ataupun melihatnya.


Deg...deg...deg.......


Jantung Elea berpacu dengan cepat setelah mendengan kata-kata Risha, apalagi gesture tubuh gadis itu sangat menghindari dirinya.


"Ada apa dengan anak itu?" gumam nenek Asri heran melihat cucunya seperti mengacuhkan keberadaan Elea yang dari tadi menunggu nya.


"Sepertinya Risha sangat kelelahan Mah" sahut Elea yang mendengan ucapan mertuanya.

__ADS_1


"Elea ke kamar dulu ya Mah" pamitnya menahan perih dan sesak di dadanya, wanita hamil itu sangat sensitif, apalagi melihat sikap Risha yang memang sengaja menjauhi dirinya, membuat Elea semakin dilanda rasa cemas tak menentu.


🌼🌼🌼


Risha membanting pintu kamarnya setelah berada di dalam kamar, kesal kesal kesal dan kecewa itulah yang saat ini Risha rasakan. Bahkan gadis itu tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini, ia tidak menyangka jika Elea dulunya adalah seorang wanita bayaran, dan parahnya Tommy pernah memakai jasanya, sekalipun Tommy menjelaskan jika ia dan Elea tidak melakukan apapun karena Alana yang saat itu menjadi kekasih Tommy, datang dan membuat Tommy meninggal Elea. Namun perkaranya bukan cuma Tommy yang menjadi klien Elea saat itu, mendengar penjelasan dari Citra jika jasa Elea sangat terkenal di kalangan menengah atas, dan begitu di kagumi oleh para mahasiswa yang memang pernah menggunakan jasanya.


Pikiran Risha melayang kemana-mana, membayangkan apa saja yang sudah Elea lakukan dengan para kliennya, apalagi profesi sebagai wanita bayaran sudah dilakoni Elea lebih dari satu tahun. Bagaimana jika Elea juga melakukan pekerjaan yang lebih? Seperti menjadi penghangat ranjang kliennya, bukan tidak mungkin bukan? Apalagi yang di cari Elea adalah uang, dan pasti ada sebagian dari kliennya adalah pria hidung belang. Risha terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu mungkin, hingga sebuah ketukan pintu menghentikan pemikiran ngawur nya.


Tok....tok...tok...


"Risha, buka pintunya, Ris...." ucap Elea terus mengetuk pintu anak sambungnya


"Ris, please...kita harus bicara" bujuk Elea, gadis yang ada di dalam kamar hanya diam saja tanpa berniat membuka pintu atau menyahutinya.


Tok...tok...tok...


Elea kembali mengetuk pintu itu hingga membuat pemilik kamar jengah dan membukanya.


"Apaan sih?" ketus Risha membuka pintu itu dengan kasar, membuat Elea terkejut.


"Ris, kamu kenapa?"


"Kamu tidak membalas pesan atau menjaw..."


"Gue sibuk, udah pergi sana, gue mau istirahat" usirnya pada Elea.


"Ris, apakah aku ada salah sama kamu?" tanya Elea tak bergeming meskipun Risha sudah mengusirnya.


"Gue capek Elea! Lo budek apa tuli sih? Pergi sana!" seru Risha melupakan sopan santun nya yang selama ini ia tunjukkan pada Elea.


"Risha" Elea meraih tangan kiri gadis itu, namun dengan cepat Risha langsung menghempaskan tangan Elea.


"JANGAN SENTUH GUE DENGAN TANGAN KOTOR LO WANITA MURAHAN!!!" teriak Risha membuat Elea terkejut bukan main.


Deg....


Jantung Elea berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, setelah mendengar ucapan Risha.

__ADS_1


"Risha...." lirih Elea menggelengkan kepalanya.


"APA??? LO EMANG WANITA MURAHAN KAN? LO WANITA YANG BISA DI BAYAR KAN, LO WANITA YANG HANYA MENGINGINKAN UANG, LO WANITA PENIPU DAN JAHAT YANG PERNAH GUE KENAL!!!" teriak Risha penuh emosi.


"Cukup Ris, aku bukan wanita seperti itu" ucap Elea dengan mata berkaca-kaca.


"Lalu apa? APA? ATAU LO MEMANG BENAR-BENAR WANITA ****** YANG MENJAJAKAN TUBUHNYA PADA PRI..."


Plakkkkk.....


Sebuah tamparan dari Elea mendarat di pipi mulus gadis yang ada di hadapannya.


"LO!!!! BERANINYA LO NYENTUH GUE!"


Plakkkkk....


Risha menampar balik pipi Elea hingga wanita hamil itu hampir saja oleng, namun seseorang menahannya.


Deg....


Jantung Elea kembali berpacu lebih cepat setelah tahu siapa orang yang menahan tubuhnya.


"Mama, Nenek" ucap Elea dan Risha bersamaan.


"Ada yang bisa jelaskan kenapa kalian sampai saling menampar? Dan Risha, kenapa kamu menyebut Elea sebagai wanita ******?" tanya wanita tua itu dengan nada datar. Nenek Asri orang yang lumayan kepo, itu sebabnya saat melihat sikap aneh Risha pada Elea, membuat jiwa kepo nya bangkit. Setelah Elea naik, tak lama setelah itu, iapun mengikuti Elea dan mendengan perdebatan cucu dan menantu itu.


nenek Asri di kejutkan oleh perdebatan yang semakin menjadi, hingga kata-kata kotor keluar dari mulut Risha yang menyebut jika menantunya adalah wanita bayaran, Mama Asri memutuskan untuk menemui keduanya, namun ia kembali di kejutkan oleh kelakuan cucu dan menantunya yang saling menampar dan menyakiti.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2