
Risha tertidur di sebuah king size milik Tommy, pria itu membawa Risha ke apartment miliknya karena Risha tidak mau pulang kerumah. Tommy menatap Risha yang terlelap di alam mimpinya, gadis yang biasanya ceria kini terlihat rapuh dan menyedihkan dengan wajah sayunya.
"Semoga Mami kamu cepat di temukan dan kembali" ucap Tommy sebelum akhirnya keluar dari kamarnya.
Tut....Tut....Tut...
Tommy menghubungi seseorang yang bisa ia mintai tolong untuk mencari keberadaan Elea.
📞
"Halo" jawab seseorang di ujung telepon.
"Kau dimana?" tanyanya.
"Di markas, kali ini siapa?" tanya orang itu seolah tahu alasan Tommy menghubunginya.
"Kau memang selalu cerdas, sialan" ucap Tommy.
"Terimakasih atas pujiannya, katakan"
"Eleanor Belvina, dia menantu keluarga Hariz" kata Tommy.
"Apa hubungan denganmu?"
"Apakah aku harus menjawab nya?"
"Tidak perlu, kirimkan foto dan uangnya"
"Berapa lama kau bisa menemukannya?"
"Tidak lebih dari tiga hari"
"Kau yakin, sebab orang-orang Adnan Hariz tidak berhasil menemukan nya selama berhari-hari"
"Jangan samakan aku dengan mereka, karena aku mempunyai duniaku sendiri"
"Baiklah, aku percaya padamu, uangmu akan segera aku transfer" ucap Tommi mengakhirinya panggilan nya
📞Tut!
"Ya semoga saja segera ketemu" gumam Tommy menuju ruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.
📍Villa
Pagi-pagi Elea sudah berada di dapur bersama bibi Melly, wanita hamil itu bersikeras membantu pekerjaan bibi Melly meskipun sudah berulang kali di larang. Elea merasa jika dirinya adalah seorang pelayang yang sama dengan bibi Melly, jadi ia tidak ingin bersantai-santai ria layaknya Nyonya muda seperti kehidupannya di rumah keluarga Hariz.
"Jangan terlalu lelah Nona" kata bibi Melly untuk kesekian kalinya memperingatkan Elea.
"Aku hanya memotong sayur bibi, dan hal ini tidak membuatku lelah" jawab Elea santai memotong berbagai sayur.
"Seharusnya Nona tidak ke dapur"
"Aku juga seorang pelayan, bagaimana mungkin aku tidak ke dapur? Dan berhenti memanggilku Nona" ucap Elea, bibi Melly hanya tersenyum.
"Ini sudah jam delapan, dan Fara belum keluar kamar. Sepertinya mereka benar-benar melakukan ritual malam pertamanya" gumam Elea.
"Bukankah semua pengantin melakukan malam pertamanya Nona?" ucap bibi Melly tersenyum.
"Tidak semua seperti itu bibi, aku dan suam...." suara Elea tercekat ketika mengingat Martin yang kini ia tinggalkan.
__ADS_1
"Anda dan suami?"
"Ah...tidak bibi, lupakan saja" ucap Elea tersenyum palsu.
"Anda baik-baik saja Nona?" tanya bibi Melly melihat perubahan raut wajah Elea.
"Ya tentu saja" jawab Elea memaksakan senyumnya.
🌼🌼🌼
Tiga hari kemudian__
"Kau sudah menemukan nya?" teriak Tommy pada seorang pria di depannya, kini mereka bertemu di sebuah Night Club.
"Dia bersama seseorang yang mempunyai kekuasaan di dunia malam" ucap pria itu.
"Katakan George"
"Jhonatan Henderson" ucapnya.
"Bagaimana bisa wanita itu mengenal Jhonatan?" heran Tommy, ia memang sedikit tahu sepak terjang Jhonatan di dunia malam.
"Aku tidak tahu, tapi Jhonatan menikahi sahabat wanita itu" jelasnya.
"Jhonatan menikah?" ucap Tommy terkejut.
"Kau terkejut?" George tertawa.
"Sulit di percaya jika casanova seperti Jhonatan menikah"
"Itulah kenyataannya"
"Ya, begitulah. Aku tidak ingin berurusan dengan psikopat seperti Jhonatan, tapi yang pasti wanita itu baik-baik saja" jelasnya.
"Setidaknya aku tahu dimana wanita itu, tapi bagaimana caranya memberi tahu keluarganya?"
"Itu masalahmu" George menenggak minuman yang ada di dalam slokinya.
"Tapi kenapa orang-orang ada Hariz tidak menemukannya?"
"Karena mereka hanya sekumpulan orang-orang bodoh"
"Ckk dan kau adalah orang pintar?" sinis Tommy.
"Ya dan kau sudah membuktikan nya bukan? Jangan lupa transfer sisa uangku. Aku akan mencari teman tidurku dulu" George menepuk bahu Tommy dan turun di lantai dansa dimana banyak wanita seksi melenggak-lenggokkan tubuhnya menarik perhatian para pria hidung belang.
"Dasar maniak" kesal Tommy melihat George sudah menggandeng dua wanita dan menuju ke sebuah kamar dalam waktu singkat.
🌼🌼🌼
Hari-hari Martin dilalui dengan kerja kerja dan kerja, ia menjadi seorang workaholic yang sangat mengkhawatirkan. Makan minumnya tidak teratur, bahkan dalam dua puluh empat jam Martin hanya tidur dua sampai tiga jam.
Sudah satu bulan ini ia tidak pulang kerumah, Martin memilih tidur di kantor atau di apartment nya yang tak jauh dari kantornya. Ya sebulan sudah Elea menghilang dan sampai kini keluarga Hariz belum menemukan keberadaan wanita itu.
Tok...tok...tok...
Ceklek....
Anton membuka pintu ruangan Martin, dan melihat Boss nya duduk bersandar di kursi kebesarannya dengan mata tertutup.
__ADS_1
"Katakanlah Anton" ucapnya tanpa membuka mata, padahal Anton hendak keluar dari ruangan itu.
"Tuan, meeting akan di mulai sepuluh menit lagi" ucap Anton memberi tahu Martin.
"Apakah sampai sekarang belum ada kabarnya?" tanya Martin masih dengan menutup matanya.
"Maaf Tuan" jawab Anton tahu apa maksud Martin.
"Bagaimana dengan temannya? Dia juga menghilang tanpa jejak bukan?"
"Sama Tuan, maaf saya belum bisa memberikan jawaban sesuai kemauan anda" ucap Anton merasa prihatin dengan kondisi Martin, jika saja dulu ia bisa menghandle masalah di negeri Gajah Putih itu.
"Hemm, tetap lakukan pencarian dan jangan berhenti sebelum menemukannya" ucap Martin masih dengan posisi yang sama.
"Aku akan keluar lima menit lagi" ujarnya, lalu Anton keluar dari ruangan itu.
Martin membuka matanya ketika mendengar pintu ruangannya tertutup. Pria itu mengambil sebuah bingkai foto yang ada di mejanya. Tampak potret wanita cantik dengan rambut panjang tersenyum manis, itu adalah foto Elea yang di ambil secara candid oleh Risha saat bersama Elea dan di kirimkannya kepada Martin.
"Kau dimana sayang? Tidakkah kau merasakan jika aku sangat merindukanmu?" ucap Martin menatap foto itu, lalu beralih ke bingkai satunya, disana terdapat foto Martin bersama Elea saat pesta resepsi pernikahannya. Elea tampak cantik dengan gaun putih sederhana namun terlihat elegan, bersama dengan Martin yang menggunakan kemeja putih di balut tuxedo hitam, dan celana hitam membuatnya terlihat gagah dan sangat serasi berdampingan dengan Elea meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh.
"Cepatlah pulang istriku, maafkan suamimu yang tak berguna ini" bisik Martin dalam hati merasa begitu sakit karena merindukan wanita yang begitu di cintainya.
Di sebuah taman, seorang wanita hamil tampak mengusap-usap perutnya yang sejak tadi mendapatkan tendangan dari janinnya. Hal seperti ini sudah sering dialami oleh Elea, bayinya tiba-tiba bergerak tanpa henti seolah merasa gelisah.
"Ada apa?" tanya seorang wanita yang tidak lain adalah Fara.
"Biasa, dia bergerak terus sejak tadi" ucap Elea sesekali meringis karena merasa ngilu.
"Mungkin dia rindu dengan Papinya" ucap Fara membuat Elea terdiam.
"Bisa jadi" sahut Elea.
"Sudah lupakan hal itu, makan kue ini. Bibi Melly baru saja mengeluarkan nya dari oven" Fara memberikan cheesecake yang masih hangat pada Elea.
"Aku pasti akan menghabiskan nya" Elea menerima piring itu dengan mata berbinar.
"Bagaimana pernikahan mu dengan Jhonatan?" tanya Elea.
"Baik-baik saja"
"Kau sudah mencintai nya? Aku lihat Jhonatan sangat mencintaimu" ucap Elea sambil memakan kuenya.
"Menurut begitu?"
"Apakah kau tidak merasakan cinta Jhonatan?" Elea memecingkan matanya.
"Ya, tapi aku masih ragu" jawab Fara.
"Pertahankan Jhonatan, Far. Buatlah keluarga yang sebenarnya dengan Jhonatan, aku yakin kalian akan hidup bahagia" saran Elea pada sahabatnya.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
__ADS_1
TBC 🌺