Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)
Mulai Berjuang


__ADS_3

Elea sudah dipindahkan ke ruang perawatan, Martin dengan setia mendampinginya tanpa meninggalkan Elea sedikitpun, namun begitu tidak membuat Elea bersikap hangat. Wanita yang baru saja resmi menyandang status sebagai itu muda itu terlihat pendiam dan acuh dengan kehadiran suaminya.


Ceklek.....


Fara membuka pintu perawatan Elea dan masuk kedalam di ikuti oleh beberapa orang dibelakangnya.


"Selamat atas kelahiran putra pertama mu" ucap Fara langsing memeluk Elea tanpa memperdulikan keberadaan Martin.


"Thank you" kata Elea membalas pelukan Fara.


"Anda wanita yang hebat Nona" puji bibi Melly yang juga ikut kedalam.


"Terimakasih Bibi" sahut Elea tersenyum. Melihat kearah paman Jonas, Jhonatan, dan juga Liam. Ada rasa haru di hatinya di pertemukan dengan orang-orang yang bersedia menerimanya meskipun Balum lama mengenal.


"Ini hari bersejarah untuk mu dan sangat membahagiakan bagi kita semua, jangan merusak suasana dengan menangis" kata Liam melihat mata Elea berkaca-kaca.


"Ini air mata kebahagiaan, tolong jangan melarang ku untuk menangis" sahut Elea saat air matanya mengalami dengan bebas.


"Aku harap setelah ini tidak akan ada air mata lagi" ucap Fara menggenggam tangan Elea, sedangkan Elea hanya tersenyum mendengar ucapan Fara.


"Dimana bayinya?" tanya Jhonatan mengalihkan pembahasan.


"Suster akan segera membawanya kemari" kata Elea sambil menghapus air matanya, dan benar saja tidak lama setelahnya seorang suster mendorong infant bed yang berisi bayi mungil Elea masuk ke dalam ruangan.


Fara dan yang lainya langsung mengerubungi bayi Elea tanpa memperdulikan jika ayah sang bayi juga ada di dalam ruangan, Martin seperti sosok yang tak kasat mata.


Elea tersenyum melihat antusias orang-orang melihat bayinya, ternyata ada juga yang menyayangi bayinya, bayi itu mendapatkan banyak cinta dari orang-orang yang baru saja hadir dalam kehidupan ibunya.


Setelah cukup puas melihat Elea dan bayinya, Jhon mengajak semua orang untuk pulang. Pria itu tahu jika Martin butuh waktu berdua dengan Elea untuk berbicara, Fara yang tadinya ingin menemaniku Elea akhirnya dengan berat hati mengikuti apa kata Jhonatan. Dan kini di ruangan itu hanya ada Elea, Martin dan bayi mereka.


🌼🌼🌼


Martin yang tadinya duduk di sofa agak jauh dari ranjang Elea, kini pria itu duduk di kursi sebelah bed perawatan Elea. Martin menyadari perubahan sikap Elea yang sangat dingin terhadapnya, tidak sehangat sikap Elea pada Fara dan yang lainya tadi.


"Sayang..."

__ADS_1


"Tolong biarkan aku tidur Om" kata Elea memalingkan wajahnya. Sekarang sudah pukul dini hari, wajar saja jika Elea mengantuk.


"Tidurlah sayang, aku akan menjaga Davendra" sahut Martin membiarkan istrinya istirahat, Martin hanya bisa menatap istrinya. Martin paham jika Elea marah padanya, tapi setidaknya kini Martin bisa bernafas lega karena sudah menemani sang istri.


"Hallo Anton, tolong antarkan beberapa bajuku ke rumah sakit sekarang" kata Martin saat sambungan teleponnya di angkat oleh Anton, lalu Martin mengirimkan alamat rumah sakit pada Anton.


Anton yang mendapatkan panggilan dari Martin di tengah malam mengumpat kesal, bagaimana tidak? Pria itu baru saja tertidur dua jam yang lalu, dan sekarang ia harus ke apartment Martin, mengambilkan baju untuk Boss nya dan mengantarnya kerumah sakit.


"Aku semakin yakin jika Martin ingin aku mati muda tanpa merasakan indahnya malam pertama" kesal Anton menyingkirkan selimut tebalnya dan berjalan membuka lemari mengambil baju untuk berganti.


Anton segera keluar dari apartment nya dan menuju unit apartment Martin, ya mereka memang tinggal di gedung apartment yang sama. Alasan Anton cukup jelas memilih tinggal di apartment itu, karena memudahkannya untuk pergi bekerja, dan letak apartment itu juga sangat strategis di pusat kota.


Setelah memasukkan beberapa baju, dan kebutuhan yang kiranya Martin perlukan, Anton langsung keluar menuju lift yang membawanya langsung ke area basement dimana mobilnya terparkir.


"Untuk apa dia berada di rumah sakit?" gumam Anton, dirinya tidak menemani Martin bertemu dengan Jhonatan, otomatis Anton belum tahu apa-apa terlebih Bondan juga tidak melaporkan apapun padanya.


"Sepertinya manusia itu tadi siang baik-buruk saja" gumam Anton masih kesal dengan Boss nya.


Anton tiba di Regananta Hospital hanya dengan 25 menit perjalanan, tentu saja rumah sakit itu memang berada di pusat kota, dengan mudah di jangkau oleh masyarakat.


Anton terkejut melihat Martin yang duduk melamun memandang seorang wanita di bed pasien, dan jangan lupa jika ada infant bed berisikan bayi di samping Martin.


"Tuan" panggil Anton, Martin menoleh ke arahnya.


"Kau sudah datang" Martin langsung berdiri dan mengambil alih koper kecil di tangan Anton.


"Tunggulah sebentar, aku akan ganti baju dulu" titah Martin langsung masuk ke kamar mandi.


Anton mendekati bed pasien itu dan melihat Elea terlelap, perhatikan kini beralih pada bayi mungil yang juga terlelap dengan nyaman.


"Akhirnya dia menemukan istrinya" gumam Anton ikut merasa lega.


Martin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian santai, pria itu sudah terbiasa begadang, jadi Martin tidak merasa mengantuk sama sekali.


"Selamat atas kelahiran anak anda Tuan" ucap Anton membuat Martin terpaku, ya ini pertama kalinya Martin mendapatkan ucapan selamat atas kelahiran putranya. Sejak tadi memang putra Martin mendapatkan banyak cinta, tapi semua orang hanya memberikan selamat pada Elea dan seolah Martin tidak berbuat apapun.

__ADS_1


"Terimakasih" kata Martin tersenyum penuh haru, dulu saat Elea ketahuan hamil juga hanya dokter Wahyu yang memberikan ucapan selamat padanya, sedangkan Risha memberikan ucapan selamat pada Elea dan memeluk istrinya penuh suka cita.


"Pihak penanam saham memang selalu terlupakan" ucap Martin dalam hati.


"Untuk beberapa hari ke depan, tolong handle pekerjaan di kantor. Karena aku akan tetap stay disini menemani istri dan anakku" kata Martin pada Anton.


"Tidak masalah Tuan" jawab Anton yang paham dengan kondisi Martin.


"Dan ya, jangan beri tahu siapapun jika aku sudah menemukan Elea" pesan Martin duduk di sofa ruang itu.


"Bagaimana dengan Tuan besar?" tanya Anton.


"Papa juga belum tahu, biarkan saja dulu. Aku ingin menyelesaikan kesalahan pahaman ini dengan Elea tanpa campur tangan siapapun" kata Martin.


"Saya mengerti Tuan" Anton mengangguk paham.


"Dan besok pagi, tolong bawakan laptop dan beberapa berkas penting yang ada di meja kerjaku kemari sebelum kau berangkat kekantor" titah Martin.


"Ya"


"Itu saja dulu, kau pulanglah dan istirahat" usir Martin.


"Saya permisi Tuan" kata Anton undur diri, lalu keluar dari ruangan itu. Ya setidaknya Martin tidak akan menjadi robot yang akan mempekerjakan karyawan nya dengan tanpa rasa kasihan selama beberapa hari ke depan.


"Semoga saja, Nyonya Elea bisa kembali mengubah robot itu menjadi manusia normal" ucap Anton penuh harap, dirinya juga sangat kewalahan menghadapi cara kerja Martin satu bulan belakangan ini, namun Anton tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintah Martin.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2