
Di sudut lain.
Seorang pria tampan sedang bergelung nyaman di balik selimut tebal nan halus miliknya, hingga ketika pintu kamar terus di ketuk pria itu tidak mempedulikan.
"Zak! Zaky!!!" teriak seseorang dari luar kamar dengan terus mengetuk pintu.
Beberapa saat kemudian, karena bosan melihat sang Putra yang tidak kunjung membukakan pintu akhirnya wanita paruh baya itu mencari kunci cadangan.
Setelah mendapatkan kunci cadangan, dia segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar yang wangi aroma cool khas pria lajang.
"Astaga! Anak ini benar-benar." wanita tersebut berjalan ke ranjang untuk menghampiri sang Putra.
"Zak! Zaky! Bangun, Zak! Sudah pukul tujuh, kamu bisa ketinggalan Daddy nanti."
Pria bernama Zaky itu hanya diam tak bergeming, bahkan suara dengkuran halus terdengar keluar dari mulutnya.
Nindi hanya menggeleng melihat Putra tirinya.
"Mommy!" gadis cantik berkulit putih, rambut bergelombang dan bibir mungil masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Nindi menoleh kebelakang.
"Tau dari mana kamu kalau Mommy ada di kamar ini?" Nindi bertanya ketika gadisnya sudah berdiri di sampingnya.
"Tentu saja aku tau! Mommy biasanya memang selalu di kamar kak Zak jika sudah pukul tujuh pagi."
"Masuk juga tidak mengetuk pintu, biasakan jika masuk ke dalam kamar seseorang harus mengetuk pintu terlebih dahulu Celline." peringatan yang Nindi berikan untuk putri bungsunya.
"Hm, maaf." Celline memasang wajah melas.
__ADS_1
"Apa kakak belum juga bangun?" Celline melirik ke arah ranjang.
"Kamu lihat sendiri 'kan? Kakak kamu sangat sulit jika bangun'kan."
"Wait, biar Celline coba."
Nindi beranjak dari ranjang dan Celline mulai memasang kuda-kuda.
"KEBAKARAN!!! KAKAK ADA KEBAKARAN!!!" teriak Celline tepat di telinga Zaky.
Zaky terkejut dan langsung terlonjak. "Dimana kebakaran? Hah, dimana?"
Celline malah terkekeh melihat raut wajah Zaky yang sangat lucu menurutnya.
"Haha ... Kakak, lihatlah wajahmu! Kau sangat lucu!" Celline memegangi perutnya yang terasa kram akibat terlalu banyak tertawa.
Zaky menatap Celline dengan raut kesal.
"Kakak, ampun! Ini sangat geli. Mom! Mommy tolong anakmu dari singa jantan ini!'' Celline terbahak-bahak.
Nindi hanya ikut tertawa ketika melihat keakraban anak tiri dan anak kandungnya.
"Sudah-sudah! Kenapa kalian malah bercanda? Zak, Daddy sudah menunggu kamu di meja makan. Segera bersiap dan kita akan sarapan bersama." ucap Nindi menghentikan candaan Zaky dan Celline.
"Yes, Mom. Sebentar lagi aku akan menyusul." Zaky melepaskan Celline.
"Mandi yang bersih, jangan lupa gosok gigi karena bau mulut kakak sangat beracun." Celline mengejek dan tertawa.
Saat Zaky ingin menendang bo*ko*ng Celline, Celline sudah berlari dulu mengikuti sang Mama yang keluar dari kamar.
__ADS_1
"Werk." Celline menyempatkan diri menjulurkan lidah untuk membuat Zaky semakin kesal.
"Dasar! Adik durhaka." ucap Zaky pelan.
Pria berusia 32tahun itu segera bergegas ke kamar mandi sebelum sang Daddy menceramahi nya.
Setelah selesai membersihkan diri, pria itu langsung memakai pakaian dan sebelum keluar dari kamar tak lupa pria itu menyemprotkan parfum ke seluruh pakaiannya.
Zaky mengendus wangi harum yang keluar dari tubuhnya, setelah selesai dia langsung pergi keluar kamar.
Bunyi suara sepatunya membuat semua mata menoleh ke arah tangga.
"Selamat pagi semuanya." sapa Zaky dan duduk di kursi.
"Apa kau lupa jika hari ini kita ada meeting penting dengan klien dari luar negeri?" bukannya menjawab sapaan Zaky, Excel malah melayangkan pertanyaan kepada Putranya itu.
"I'M sorry, Dad. Aku benar-benar lupa." sahut Zaky.
"Lupa itu sudah menjadi kebiasaan bagimu, sekarang lekas sarapan dan kita segera pergi ke kantor." perintah sang Daddy.
Zaky hanya berdehem lalu menyantap sarapan roti bakar buatan sang Mommy.
•
•
**TBC
HAPPY READING
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**