JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 26 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Amman, Audrey dan Anisa telah sampai di rumah.


"Mas, aku akan menyusun bahan makanan dulu ke dalam kulkas." izin Anisa kepada Amman.


"Ya, silahkan."


"Kak, aku sepertinya tidak bisa membantumu karena tubuhku rasanya cukup lelah. Aku ke kamar duluan ya?" Audrey berkata kepada Nisa.


"Tidak masalah, pergilah." Anisa tersenyum tipis dan mulai berjalan ke dapur.


Amman melirik Anisa sekilas dan dia menyusul Audrey ke kamar.


Audrey masuk ke dalam kamar dan dia meletakkan tasnya di meja, Audrey merogoh tas tersebut lalu dia tersenyum ketika melihat kotak jam tangan hadiah untuk Amman.


"Aku yakin kak Amman pasti akan sangat menyukainya." gumam Audrey menggenggam kotak tersebut.


"Audrey!" Amman sudah berdiri di belakang Audrey.


Glek!


Audrey hanya mampu meneguk Saliva dengan kasar karena dia takut jika Amman mengetahui kotak jam itu dan akhirnya gagal menjadi surprise.


"Kak Amman?" Audrey membalikan tubuh dan kotak jam dia masukkan ke dalam tas kantong baju.


"Kamu ngapain berdiri disitu? Aku dengar kamu juga mengatakan sesuatu tadi." Amman mendekat dan menatap Audrey.


"Akh, itu! Aku... Aku sedang berbicara dengan nyamuk, iya nyamuk." Audrey tersenyum tipis.


"Nyamuk? Sejak kapan di rumah ini ada nyamuk?" Amman menjadi heran sebab setahu nya dirumah mewah itu tidak pernah ada nyamuk karena rutin di bersihkan dan disemprot.

__ADS_1


"Mungkin nyamuk nyasar kak, sekarang udah pergi kok." Audrey menjadi salah tingkah dan dia berjalan ke arah ranjang.


Amman mengikuti Audrey. "Coba kamu tunjukkan barang-barang yang kamu beli tadi."


Audrey hanya diam, dia sedang berpikir jika akan memberikan jam itu sekarang juga.


"Kak, aku ingin memberikan sesuatu padamu."


Amman mengernyitkan dahi.


Audrey merogoh kantong baju dan mengeluarkan jam tangan rolex yang tadi dia beli.


"Apa ini?" Amman bertanya ketika Audrey menyodorkan kotak itu di depannya.


"Untuk kakak! Aku tadi membelinya di pusat perbelanjaan, menurutku jam itu sangat bagus dan sepertinya limited edition."


Amman membuka bungkusan tersebut dengan tidak sabar bercampur rasa penasaran.


"Apa kak Amman menyukainya?"


Amman dengan cepat mengangguk. "Tentu saja aku sangat menyukainya, aku akan memakainya sekarang juga."


Amman memakai jam tersebut dan dia tersenyum senang akan ketulusan Audrey kepadanya.


"Terima kasih, Audrey. Kamu benar-benar istri yang baik, aku jadi merasa bersalah karena sudah menduakan kamu dan memutuskan menikahi Anisa." Amman menggenggam jemari Audrey dan menunduk.


"SST! Kenapa kakak harus berkata seperti itu? Aku minta jangan menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain, hidup kita seperti ini karena takdir. Terima saja dan jalani." ucap Audrey dengan bijak.


Amman memeluk tubuh Audrey dengan erat. "Aku salah menilaimu selama ini, Audrey." Amman berkata dengan lirih.

__ADS_1


Audrey hanya mengelus punggung Amman.


Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.


🌺🌺🌺🌺🌺


Malam ini Ammar berencana untuk pergi ke diskotik, dia tidak peduli dengan perkataan sang Ayah yang selalu mencegahnya.


"Mau kemana kamu?" Amir menegur Ammar dengan nada tinggi.


Ammar hanya terdiam sambil menghentikan langkahnya.


"Amman, ketika orang tua bertanya jawablah! Mengapa kamu menjadi tidak sopan seperti ini?" Amir beranjak dari sofa dan menghampiri Ammar.


"Aku ingin pergi ke diskotik."


Amir hanya menatap Ammar dengan tajam. "Kebiasaanmu hanyalah pergi bersenang-senang tanpa memikirkan masa depan! Ayah sudah sepakat dengan salah satu rekan bisnis Ayah untuk menjodohkan kamu dengan Putrinya."


"APA!"


β€’


β€’


β€’


TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK πŸ™


__ADS_2