
Semuanya telah berkumpul di ruang tamu begitupun dengan Amman dan Audrey.
"Aku heran mengapa kau sama sekali tidak bisa berubah, Ammar. Seharusnya berpikirlah dua kali sebelum kau melakukan sesuatu hal yang mungkin akan merugikan dirimu sendiri ataupun orang lain." ucap Amman dengan menatap sang adik kembar.
Ammar hanya diam sambil tertunduk. 'Aku tidak peduli kalian ingin bicara apa, intinya aku dan Celline tidak melakukan hal apapun.' batinnya.
FLASHBACK OFF.
Ammar dan Celline sampai di hotel, mereka sengaja tidak memakai masker dan memesan satu kamar, awalnya resepsionis heran dan meminta KTP mereka tetapi mereka berdua tidak memberikannya dengan alasan akan ada meeting penting yang diadakan di dalam hotel.
Resepsionis pun memberikan kunci kamar lalu Ammar dan Celline pergi menuju kamar tersebut.
Sesampainya di dalam kamar, mereka segera menjalankan rencana seolah-olah baru selesai bercinta.
"Apa GPS kamu masih aktif?"
Celline mengangguk. "Kak, apa kamu yakin dengan rencana kita ini? Aku takut jika nanti Daddy akan menjebloskanmu ke dalam penjara karena sudah membawa aku kabur dan melecehkanku."
"SST, itu semua tidak akan terjadi karena kita sama-sama menginginkan hal itu. Lagipula ini hanya pura-pura, demi memperjuangkan cinta kita aku rela dipenjara."
Celline terharu mendengar ucapan Ammar.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihat wajah jelekmu itu." Ammar mencubit gemas hidung Celline.
Celline pun mengangguk lalu segera menghapus air matanya.
"Aku ke kamar mandi dulu, kamu segera buka pakaianmu dan sisakan bagian bawah saja. Aku juga nanti akan membuka bajuku lalu kita tidur dalam satu selimut seolah-olah baru selesai bercinta."
__ADS_1
Ammar beralih ke kamar mandi agar Celline bisa membuka pakaiannya.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai membuka pakaian masing-masing dan tidur dalam satu selimut, awalnya Celline sangat risih tetapi dia mencoba untuk menetralkan segala kegugupannya.
FLASHBACK ON.
Tibalah saatnya keluarga datang dan mereka mengira jika anak-anak mereka sudah melakukan hubungan terlarang.
Keadaan sunyi, semua terdiam sambil memandang Ammar dah Celline.
"Kalian berdua harus segera menikah." ucap Amir.
Spontan semuanya terperangah heran.
"Apa-apaan kau ini? Kau sendiri yang mengatakan jika kau sudah menjodohkan putramu dengan Adisti tetapi sekarang kau malah mengatakan agar anak-anak kita segera menikah!"
Excel hanya diam saja, dia sangat marah dengan tindakan bodoh yang putrinya lakukan.
"Kalian atur saja jadwalnya." ucap Excel kemudian. "Ayo kita pulang."
Excel beranjak dari sofa.
"Kak, kami permisi." pamit Nindi kepada Tuan rumah.
Amir dan Aresha hanya mengangguk.
Nindi menyusul Excel lalu dibelakang Nindi ada Zaky dan Maura yang dengan setia memeluk pundak Celline.
__ADS_1
Setelah keluar Alexander pergi.
"Apa kau senang saat ini, Ammar? Tujuanmu sudah tercapai dan sebentar lagi kau akan menikah dengan Celline." Amir menegakkan tubuhnya.
"Ayah harap kau tidak akan pernah menyesal dengan keputusanmu ini.'' Amir pergi meninggalkan Ammar disusul oleh Aresha.
Amman dan Audrey pun ikut pergi meninggalkan Ammar sendirian.
Ammar hanya menatap nanar punggung kedua orangtuanya. "Maafkan aku, Yah. Kau terpaksa membohongi kalian." lirihnya dengan menunduk.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
TERIMA KASIH BANYAK 🥰
🏵️🏵️🏵️🏵️
SAMBIL MENUNGGU SIKEMBAR UP, MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK 😍**
__ADS_1