JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 45 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

(POV MAURA)


Flashback off.


Semilir angin malam menembus kulit putih bersih milikku, dinginnya sangat menusuk hingga masuk ke dalam pori-pori. Aku terdiam sambil mendongak ke atas, melihat banyak bintang di langit dan bulan yang selalu mendampingi.


Seketika senyumku terbit ketika aku mengingat seseorang, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Berulang kali aku menghembuskan nafas sambil mengusap-usap kedua telapak tanganku karena dingin.


"Apa aku jatuh cinta?"


Aku menggeleng lalu memejamkan mata sejenak.


"Ini semua tidak benar, aku tidak boleh seperti ini." ucapku sambil terus memejamkan mata.


Tiba-tiba ada yang memukul pundakku dari belakang dan aku pun terlonjak kaget.


"Ya Tuhan!" pekikku sambil memegangi dada.


Bisma hanya menatap lurus ke depan dengan wajah serius. "Sedang apa kau berada di luar seperti ini?" ucapnya tanpa menoleh ke arahku.


"Aku, aku sedang mencari udara segar." jawabku gugup agar Bos ku itu tidak curiga.


"Tidak biasanya kau seperti ini, Maura. Aku berharap tidak ada yang kau sembunyikan dariku." Bisma berkata seperti itu karena dia merasa sedikit aneh dengan sikap Maura.


"Apa yang kau katakan, Bos? Tentu saja aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu." aku menjadi gugup.


"Tidurlah karena hari sudah larut, aku tidak ingin kau sakit dan akhirnya tidak bisa menjalankan tugasmu." Bisma membalikkan badan dan pergi dari hadapanku.


"Huft! Untung saja." aku menghembuskan nafas lega dan bergegas masuk ke dalam kamar.


....


Pagi hari ini aku lebih bersemangat untuk pergi ke apartemen milik Tuan Ammar, senyumku terus terbit saat disepanjang perjalanan menuju apartemen miliknya.


"Sebenarnya ada apa dengan hatiku? Mengapa aku sangat bahagia sekali, padahal hanya ingin pergi menemui Tuan Ammar. Oh tidak bisa dibiarkan, aku sepertinya perlu refreshing sejenak."


Aku terus menggerutu sambil fokus menyetir.


Beberapa data kemudian, mobilku sampai di halaman apartemen milik Tuan Ammar. Dari kejauhan aku melihat mereka sudah bersiap seperti ingin pergi ke suatu tempat.


"Mereka hanya memakai pakaian olahraga, apa mereka akan jogging?" aku melirik jam tangan yang masih menunjukkan pukul enam pagi.


Aku pun segera turun dari mobil dan menghampiri tiga saudara itu.


"Selamat pagi." sapaku dengan tetap memasang wajah datar, padahal sebenarnya aku ingin tersenyum ketika melihat wajah Tuan Ammar.


Tuan Ammar dan Tuan Zaky hanya mengangguk menjawab sapaanku, sementara Nona Celline menjawab dengan sangat ramah.


"Selamat pagi, Maura. Berhubung kau datang, bagaimana jika kau ikut bersama dengan kami untuk pergi jogging hari ini?" ucap Celline.


"Mengapa harus mengajak dia?" Ammar langsung memotong ucapan Celline.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Celline bertanya dengan nada polos.


"Kita pergi bertiga dan aku sepertinya tidak butuh bodyguard lagi. Aku bukan anak kecil yang harus selalu di kawal kemanapun aku pergi." ujar Ammar dengan sinis.


Aku hanya tersenyum kecut dalam hati, aku tidak boleh mengembangkan rasa aneh ini yang disebut cinta. Aku dan Tuan Ammar memiliki sifat yang bertolak belakang, jadi pasti kami tidak bisa bersama. Sedikit konyol dalam pikiranku ini, tetapi itulah kenyataannya.


"Jika aku tidak bisa ikut, tidak masalah. Dan aku akan mengatakan pada Bos Bisma agar memberitahu kepada orang tua Anda supaya aku berhenti menjadi bodyguard Anda." ucapku dengan pasrah.


"Hei, mengapa kau memasukkan dalam hati ucapan kak Ammar? Dia memang seperti itu, sudah biarkan. Jika mereka berdua tidak mau mengajakmu maka akulah yang akan mengajakmu, jadi mereka tidak berhak untuk melarang." Celline menarik tangan Maura dan pergi dari hadapan Ammar juga Zaky.


"Apa yang sudah Aunty berikan pada gadis itu?" Ammar melirik Zaky sebentar dan dia menunjuk Celline.


"Entahlah, dia sangat berbeda." Zaky mengedikkan bahu dan menyusul Celline.


Mau tidak mau Ammar ikut menyusul juga.


Mobil mereka melaju pergi dari apartemen.


flashback on.


Disinilah aku sekarang, di taman yang tak jauh dari kota dan aku sepertinya bertemu dengan seseorang yang sangat berharga di hati Tuan Ammar.


Anisa!


Dialah orangnya, gadis berjilbab dengan wajah cantik dan bibir yang mungil, dia hanya mampu menunduk saat bertemu dengan kami di taman.


Dia sepertinya sedang jalan-jalan santai bersama dengan temannya.


"Anisa?" Amman menggenggam jemari Anisa.


Mataku terhenti disana, jemari itu di genggam dan disebelah pria yang mirip Tuan Ammar ada seorang wanita yang menggandeng lengan pria itu.


'Wajah mereka sangat mirip, apa mereka kembar? Dan lagi, mengapa pria itu menggenggam jemari wanita berjilbab yang bernama Anisa dan disebelahnya?' batinku berdebat dengan pikiranku.


Aku masih bingung dengan apa yang terjadi.


Anisa berlalu pergi dan Tuan Ammar berniat mengejarnya.


"Berhenti dan jangan bergerak!" perintah pria yang mirip dengan Tuan Ammar.


Tuan Ammar menghentikan langkahnya dan dia menatap pria di depannya dengan raut wajah yang sulit dibaca.


"Jangan pernah menganggu hidupnya lagi, sudah cukup kau menghancurkan dia di masa lalu! Aku berharap dia bahagia bersamaku tanpa ada yang berani mengusiknya." Amman menunjuk wajah Ammar.


Aku bingung dengan perdebatan mereka dan aku pun bergegas pergi dari tempat itu.


Zaky dengan cepat menarik tangan Ammar. "Maaf karena aku sudah mengajaknya datang ke tempat ini, Amman."


"Bawa dia pergi dan aku tidak ingin melihat wajah brengseknya itu!" Amman membalikan badan dan dia menggenggam jemari Audrey lalu mereka pergi dari sana.


Zaky memegang pundak Ammar.

__ADS_1


"Sudah aku katakan jika kau pasti akan menyesal karena sudah membuang berlian seperti Anisa." ucapnya lalu pergi meninggalkan Ammar yang tertunduk.


Celline menyusul Zaky.


"Kakak tunggu!"


Zaky berhenti dan dia melirik Celline. "Ayo kita pulang, biarkan Ammar sendiri karena dia pasti butuh ketenangan."


Zaky seperti tau apa yang Ammar rasakan saat ini, jika Ammar tahu tentang penyakit Anisa dan Anisa rela mempertaruhkan nyawanya demi bayinya, pasti entah apa yang akan Ammar lakukan.


'Aku yakin penyesalanmu tidak akan ada obatnya, Ammar.' batin Zaky dengan rahang mengeras.


"Kakak, siapa wanita berhijab itu?"


"Dia adalah gadis yang pernah Ammar nodai, dia juga gadis yang telah mengandung benih Ammar tetapi Ammar tidak mau bertanggungjawab."


"Aku tidak mengerti, Mommy tidak mengatakan apapun padaku." ucap Celline dengan bingung.


"Kau tidak akan memahaminya, Celline. Berhenti bertanya dan sebaiknya kita pulang." Zaky pergi dari hadapan Celline.


Celline ingin membuka mulut tetapi dia urungkan. "Apa yang sebenarnya terjadi? Apa gadis itu yang sering kak Ammar ceritakan? Itu berarti, aku tidak bisa menggapai cintaku." gumamnya dengan lirih dan putus asa.


Zaky yang ingin menuju mobil teringat sesuatu dan dia mengedarkan matanya.


Mata Zaky terhenti di sebuah bangku dimana dia menemukan seseorang yang dia cari.


Zaky berjalan menghampiri aku.


Aku yang sedang melamun tidak menyadari kedatangan Zaky hingga saat Zaky menepuk pundakku, aku pun tidak sengaja memberikan bogeman tepat di matanya.





**Bodyguard yang sedang patah hati 🥲



TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰


TERIMA KASIH BANYAK 🙏


MAAF OTHOR BUAT BAB PANJANG KARENA SEDANG CRAZY UP ❣️


SEE YOU, BYE BYE 🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2