JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 57. Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Maura berhasil melumpuhkan dua pria itu hingga kedua pria tersebut lari terbirit-birit.


"Tuan?" Maura memanggil Zaky dengan lembut.


Dia menghampiri Zaky yang sedang bersandar di badan mobil.


"Terima kasih, Maura. Jika kau tidak datang maka entah apa yang akan terjadi pada saya." ujar Zaky dengan pelan karena merasakan sakit di area wajah serta perutnya.


Maura hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.


"Apa Tuan membawa kotak obat?"


"Saya selalu membawanya kemanapun saya pergi."


"Tunjukkan padaku agar aku bisa membantu mengobati luka Tuan."


"Di bawah kursi belakang." Zaky memberitahu sambil meringis karena rasa kram di sudut bibirnya.


Maura segera mengambil kotak obat itu dan beberapa saat kemudian dirinya kembali dengan membawa kotak tersebut.


"Sini, biar aku bantu. Jika tidak segera diobati takutnya akan infeksi."


Maura membuka kotak obat lalu dia mencari alkohol dan kapas.


Perlahan tangan Maura terulur untuk menyentuh sebelah mata Zaky yang tekena bogeman.


"Awa, ssh! Pelan-pelan, Maura."


"Maaf-maaf." Maura jadi tidak enak.


Dia kembali mengobati luka Zaky sambil sesekali meniupnya agar Zaky tidak kesakitan.


Wangi aroma mint yang sangat menyegarkan keluar dari mulut Maura, Zaky hanya menahan nafas agar kewarasannya tetap terjaga.


"Jika berpergian malam harusnya Anda membawa sopir, Tuan." ucap Maura memecahkan keheningan.


Zaky hanya mampu diam.


Maura mengobati sudut bibir Zaky dan tak sengaja mata mereka bersitubruk, Maura dengan cepat memutuskan pandangannya.


"Selesai."

__ADS_1


Maura kembali merapikan kotak obat milik Zaky.


"Maura, ada yang belum kau obati."


Kedua alis Maura saling bertautan karena heran dengan ucapan Zaky.


"Perut saya sakit, apa kau tidak mau mengobatinya sekalian?"


Bugh!


Maura memukul perut Zaky dan hal itu mampu membuat Zaky makin meringis.


"Eh, Tuan! Sakit ya? Padahal saya pelan loh mukulnya." Maura hanya bisa mengelus udara karena dia tidak berani menyentuh tubuh Zaky.


"Argh, kenapa kau memukul saya?"


"Karena Tuan menggodaku."


"Saya bisa hancur jika terus menggodamu." Zaky memegangi perutnya yang terasa sesak.


Maura lupa ingin bertanya Zaky ingin pergi kemana.


"Tuan Zaky sebenarnya ingin pergi kemana?"


"Ponakan?"


"Ya, istri Amman sudah melahirkan dan aku ingin menjenguknya. Kau sendiri mau kemana? Malam-malam seperti ini kelayapan." Zaky menatap Maura sekilas.


"Biasa, Tuan. Saya sedang ada tugas untuk mengintai dan mengatasi perampok besar yang selalu membobol bank."


"Baiklah, pergi sekarang atau kau akan terlambat. Terima kasih sekali lagi karena kau sudah membantu saya."


"Sama-sama, Tuan. Tadi kebetulan saya juga lewat, jika bukan Anda yang di keroyok pria tadi pasti aku juga akan menolongnya." timpal Maura karena tidak ingin Zaky terlalu percaya diri.


Zaky hanya mengedikkan bahu dan Maura pun bergegas ingin pergi. Baru juga melangkah Maura sudah mengentikan langkahnya dan kembali mendekati Zaky.


"Tuan, saya sedang memikirkan sesuatu. Bagaimana jika saya menjadi bodyguard Anda? Anda tidak perlu membayar saya, saya ikhlas membantu Anda karena kita juga saling mengenal. Tetapi jika saya sudah berhasil menangkap perampok lincah itu."


Zaky terdiam sejenak guna berpikir. 'Boleh juga tawaran Maura, kedua pria tadi mengatakan jika mereka ingin menghabisi aku dan itu tandanya hidupku dalam bahaya. Mungkin ada salah satu rekan bisnis yang ingin melenyapkan aku.' batin Zaky memikirkan keputusannya.


"Baiklah, saya akan menjadikan kau sebagai bodyguard saya. Sepertinya hidup saya juga dalam bahaya, buktinya dia orang pria tadi mengatakan jika mereka ingin membunuh saya."

__ADS_1


Zaky tidak tahu jika itu semua hanyalah rencana dari Mona.


"Bagus jika Anda menerima usulan dari saya, kalau begitu saya permisi.'' Maura menunduk sejenak lalu pergi dari hadapan Zaky.


Zaky segera masuk ke dalam mobil ketika mobil milik Maura sista melaju pergi.


🌺🌺


Flashback off.


Mona menelpon seseorang di seberang sana.


"Halo, malam ini aku mempunyai rencana dan kalian harus menjalankan tugas dengan sangat hati-hati."


πŸ“²"Siap, Bos. Katakan saja apa yang harus kamu lakukan."


Maura menjelaskan rencananya.


"Kalian berdua harus menghajar pria yang akan aku tunjukkan nanti, kalian hanya perlu mengancamnya dan jangan berbuat nekad dengan cara menusuknya secara sungguhan."


Pria diseberang sana mengatakan oke.


"Satu lagi, aku akan datang ketika kalian sudah berhasil mengalahkannya dan aku akan menjadi pahlawan dimata pria itu. Lalu, perlahan-lahan rencana awalku pasti akan berjalan lancar." ucap Mona dengan sombong dan percaya diri.


Setelah dirasa suruhannya paham, Mona langsung mematikan sambungan telepon.


Dia tersenyum senang saat membayangkan kejadian yang akan terjadi malam nanti.


"Aku pastikan Zaky akan menerimaku sebagai pengganti Alina." ucapnya seraya menghempaskan tubuh di atas ranjang.


Semua khayalan Mona hanya cukup menjadi kenangan karena rencananya gagal total.


Flashback on.


β€’


β€’


***TBC


HAPPY READING

__ADS_1


YUK BERIKAN DUKUNGAN SERTA TINGGALKAN JEJAK πŸ€—***


TERIMA KASIH BANYAK πŸ™


__ADS_2