JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 75 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Tiga Bulan kemudian.


Maura duduk di taman belakang sambil memangku piring yang berisi buah mangga segar.


Dirinya menghela nafas ketika melihat buah itu yang tinggal sedikit lagi.


"Membosankan." ujarnya sembari meletakkan piring di bangku.


Maura terdiam dan dia tersenyum ketika menemukan sebuah ide.


"Byyyyy!"


Zaky pun datang menghampiri Maura, hari ini adalah weekend jadi dia ingin menghabiskan waktu bersama sang istri.


"Ada apa, sayang?" Zaky duduk di samping Maura.


"Aku menginginkan sesuatu."


"Katakan apa yang kamu inginkan? Bebek panggang, sate, bakso, Sempol—"


"Berkelahi."


Seketika mulut Zaky terperangah mendengar permintaan Maura.


"Apa? Coba katakan sekali lagi." Zaky membuka lebar-lebar pendengarannya.


"BERKELAHI!" teriak Maura mengulangi.


Zaky menepuk dahi dengan kasar. "Sayang, kamu itu sedang hamil. Aku tidak akan mengijinkan kamu berkelahi."


"Siapa bilang aku yang ingin berkelahi?"


Kedua alis Zaky pun saling bertautan.


"Kamu, kamulah yang akan berkelahi." Maura berkata dengan senyum dibibir.


"Aku?" Zaky menggeleng. "Tidak-tidak, permintaan konyol apa ini?"


"Jadi kamu tidak mau memenuhi keinginan anak kita?" puppy eyes Maura langsung terlihat.


Zaky pun hanya pasrah dan dia menunduk. "Baiklah, katakan dengan siapa aku berkelahi?"


Maura terdiam. "Ikut aku."


Mereka berdua beranjak dari bangku dan pergi masuk ke dalam rumah.


Maura mengambil ponsel dan dia menyodorkan ponsel kepada Zaky.


"Kita akan pergi ke tempat ini."


Mata Zaky langsung mendelik. "Sayang, kamu yang benar saja? Masa aku harus berkelahi dengan pria yang ada di tempat ini."


Zaky melihat sebuah tempat gym.

__ADS_1


"Kamu takut?"


"Siapa bilang aku takut? Kamu jangan meremehkan ilmuku saat ini." Zaky menarik lengan Maura. "Ayo kita pergi ke tempat gym itu."


Maura pun tersenyum bahagia.


'Padahal dia sedang hamil tetapi ada aja permintaannya. Semoga anakku lahir berjenis kelamin laki-laki agar dia bisa menjadi pria yang hebat, aku tidak ingin jika perempuan akan menjadi tomboi seperti Maura.' Zaky pun memejamkan mata sejenak.


🌺🌺🌺


Ammar, Celline dan Deana sedang berada di Mall.


"Sayang, kamu mau main permainan apa?" Ammar berjongkok untuk mensejahterakan tubuhnya dengan Deana.


"Dean mau nonton bioskop." ucap Deana cadel.


"Bioskop? Okey, let's go."


Mereka bertiga berjalan ke arah bioskop dengan Deana yang berada di dalam genggaman tangan Ammar dan Celline .


Setelah memesan tiket mereka pun masuk ke dalam bioskop dengan membawa minuman dan popcorn sebagai cemilan.


"Ayah, film nya kaltun 'kan?"


Ammar mengangguk. "Iya, Ayah yakin kamu pasti akan senang."


Mereka duduk di kursi.


Beberapa saat kemudian film pun di putar dan Deana sangat antusias menanti film berlangsung.


"Mama lihatlah, kancil itu sangat pintar sekali." Deana tertawa saat kancil berhasil mengelabuhi buaya dengan mudahnya.


"Dia itu cerdik dan pintar." sambung Celline.


Beberapa saat kemudian lampu telah menyala terang kembali dan menandakan film telah selesai.


Mereka bertiga keluar dari bioskop.


"Kita akan kemana lagi?" Ammar menawarkan.


Celline melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sepertinya kita cari tempat makan saja dulu, sudah waktunya makan siang. Mama yakin Deana pasti lapar, iya 'kan?"


Deana mengangguk dan mereka segera mencari tempat makan.


"Nah, itu disana!" Celline menunjuk ke suatu tempat.


Brugh!


Ketika mereka ingin ke tempat makan tersebut tanpa sengaja Ammar menabrak seseorang.


"Maaf, Nona." ucapnya seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.

__ADS_1


"Tidak masalah." sahut wanita itu sambil berdiri sehabis mengambil ponselnya yang terjatuh.


Pandangan mata mereka saling beradu, dan wanita itu tersenyum ke arah Ammar.


"Ammar?"


Glek.


Ammar menelan ludah karena melihat seorang wanita yang dulu pernah menjadi partner ranjangnya.


"Hai, kau masih mengingatku? Apa kab—" wanita itu ingin memeluk tubuh Ammar tetapi Ammar mengangkat kedua tangan untuk menghentikan aksi wanita itu.


Dahi sang wanita mengerut karena Ammar menolak pelukannya, wanita itu menatap ke samping Ammar dan dia baru mengerti.


"Apa dia kekasihmu?"


"Bukan, dia adalah istriku." ucap Ammar dengan tegas.


"Wow selamat, kau melupakan aku dan secepat ini menikah dengan wanita lain. Apa kau benar-benar melupakan masa lalu kita saat di ranjang?" wanita itu melirik Celline dengan sinis.


Celline membuka mulutnya sedikit karena terkejut, dia melirik Ammar yang terlihat salah tingkah.


"Diam-lah, aku tidak punya waktu meladenimu." Ammar menarik lengan Celline.


Langkah mereka terhenti karena suara wanita itu lagi.


"Ammar, kau masih punya hutang padaku. Kau bilang aku harus memuaskanmu dan kau akan membayarku dengan mahal. Aku sudah datang dan kita bisa melakukannya." ucap wanita tersebut tanpa rasa malu.


Celline tidak mengerti apa yang Ammar dan wanita seksi itu biacarakan tetapi dia tahu inti dari perbincangan mereka.


"Ayo sayang, kita pergi dari tempat neraka ini." Celline menarik tangan Deana dan mereka berjalan ke tempat makan.


Ammar ingin memanggil Celline tetapi diurungkan.


"Kau, kau jangan pernah menganggu hidupku lagi atau aku akan membuat hidupmu menderita." ucap Ammar penuh penekanan dan ancaman.


"Tapi, Ammar!"


Ammar segera pergi meninggalkan wanita tidak tahu malu itu.


Wanita itu berdecak kesal. "Sial, ternyata Ammar sudah punya istri. Kalau begini caranya aku jadi kehilangan sumber mata uangku."



**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA BERIKAN SEMANGAT UNTUK OTHOR 😘


🏵️🏵️🏵️🏵️


YUK MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR 🤗**

__ADS_1



__ADS_2