
Zaky sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Celline memberikan kabar padanya jika Istri Amman telah melahirkan dan bayinya laki-laki.
Sebagai saudara tentu Zaky akan ikut menjenguk keponakannya itu, dia menyetir mobil sendiri tanpa mencari seorang sopir.
Zaky melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, pukul setengah sembilan malam.
Tiba di pertengahan jalan, Zaky terkejut karena ada sebuah mobil yang menghalangi laju mobilnya, Zaky pun mengerem mobil dengan sangat dalam.
"Astaga, mobil siapa itu?" gumamnya tetap berada di dalam.
Dua orang pria turun dari mobil dan mereka segera menghampiri Zaky.
Tok tok tok.
"Woy! Turun lu!'' teriak salah satu dari mereka.
Zaky hanya bingung harus melakukan apa.
"Mau apa mereka? Atau jangan-jangan mereka rampok? Kenapa aku sering sekali bertemu dengan para perampok?" Zaky terus saja berbicara hingga dia tersadar akan ketukan jendela yang semakin kencang.
Zaky pun pasrah, dia turun dari mobil karena jika dia melajukan mobil pasti salah satu dari mereka akan ada yang tertabrak dan itu bisa membuat Zaky terkena masalah besar.
"Mau apa kalian?" Zaky bertanya dengan nada tenang.
Salah satu pria itu mengeluarkan pisau, hal itu mampu membuat Zaky mengangkat kedua tangannya dan meletakkan di atas kepala.
"Apa yang kalian inginkan? Uang? Mobil? Silahkan kalian bawa barang-barang berharga milik saya tetapi turunkan senjata Anda dari depan saya."
Kedua pria itu tersenyum sinis. "Kami tidak menginginkan harta, yang kami inginkan adalah dirimu! Kau harus mati sekarang juga!"
"Hei, apa-apaan kalian ini? Aku tidak mengenal kalian berdua jadi jangan bersikap gegabah.'' Zaky menurunkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau mungkin tidak mengenal kami tetapi kau mengenal bos kamu!" bentak pria itu dengan wajah sangarnya.
Zaky hanya mampu menelan ludah. 'Ya Ampun, apa yang harus aku lakukan?' batinnya bingung.
"Jika kalian memang berani jangan menggunakan senjata, lawan aku dengan tangan kosong!" ucap Zaky mencoba untuk melawan dua pria itu.
Dia berdoa dalam hati semoga saja ada orang yang lewat dijalan sebesar ini.
Perkelahian dimulai dan Zaky tetap bertahan melawan dua pria itu.
Brugh!
Beberapa menit kemudian tubuh Zaky terhempas di aspal, dia telah dikalahkan oleh dua orang pria itu.
''Cuih, kalian beraninya keroyokan!"
Dua orang pria itu hanya tertawa sementara wanita yang mengawasi dari kejauhan hanya tersenyum bahagia.
wanita tersebut ingin keluar dari mobil tetapi dirinya mematung ketika melihat ada yang membantu Zaky.
"Sial! Siapa dia?" geramnya dengan penuh emosi.
Bertepatan dengan jatuhnya Zaky, Maura yang sedang ingin melanjutkan tugas karena komandan Alpa mengatakan jika sang perampok akan bermain malam, dia kaget karena dua mobil berhenti dan saat Maura mendekat lalu turun dari mobil dia melihat seseorang yang dikenalnya.
"Tuan Zaky!'' Maura berlari dengan cepat saat salah satu dari perampok itu ingin menusuk Zaky menggunakan pisau.
Zaky yang kala itu memejamkan mata karena pasrah langsung segera membuka kelopak matanya ketika mendengar suara Maura.
Ternyata benar, Maura sudah ada di dekatnya.
Dua orang pria itu mundur perlahan dan mereka saling berbisik.
__ADS_1
Maura membantu Zaky berdiri. "Awas, hati-hati." ucapnya lembut kepada Zaky, terlihat wajah Zaky penuh dengan lebam di bagian mata dan sudut bibir.
Maura menatap kedua pria tersebut dengan rasa marah. "Apa yang sudah kalian lakukan pada temanku!" Teriaknya dengan luapan emosi.
Kedua pria itu hanya tertawa. "Bacot!"
Mereka langsung menyerang Maura tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Maura pun meladeni kedua pria itu dengan segala ilmu beladiri yang dia punya.
Di dalam mobil.
Mona menatap kesal dan marah ke arah Maura.
"Argh! Gagal sudah rencana pertamaku, siapa dia? Mengapa dia harus ikut campur dan kelihatannya dia bukan wanita lemah, lihat saja ilmu beladiri nya sangat bagus dan pasti kedua suruhanku itu akan kalah."
Mona memukul stor kemudi.
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏
BANTU RAMAIKAN NOVEL INI YA TEMAN-TEMAN 🥰
🏵️🏵️🏵️
MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK ❣️**
__ADS_1