
Amman sangat bahagia karena pemeriksaan dari dokter mengatakan jika Audrey positif hamil.
"Disini ada bayi kita, aku mohon jangan pernah mengabaikan perintah yang tadi Dokter katakan."
"Iya kak, aku mengerti." Audrey tersenyum bahagia, dia sangat senang karena akhirnya dia hamil setelah beberapa bulan menanti masa-masa ini.
Amman merasa cintanya kepada Anisa sedikit berkurang dan sekarang dia malah mencintai Audrey, mungkin karena pelayanan Audrey sewaktu mereka baru-baru menikah dulu dan itu mampu membuat Amman tertarik pada Audrey.
Amman meyakini jika rasanya kepada Anisa hanyalah obsesi, karena rasa cinta yang dia rasakan pada Audrey sangat berbeda dengan rasa cinta yang dulu pernah ada dihatinya untuk Anisa.
"Audrey, meskipun kamu hamil aku tidak akan mengabaikan Anisa, dia juga istriku dan aku mohon kamu jangan pernah mencegah aku untuk menuangkan kasih sayang kepada bayinya ataupun Anisa."
Audrey mengangguk, dia juga tidak ingin menjadi seseorang yang serakah ataupun egois.
sementara di kamar Anisa.
Anisa berbaring di ranjang dengan hati yang tidak bisa di ungkapkan, di satu sisi dia sangat bahagia karena mendengar kabar kehamilan Audrey tetapi disisi lain dirinya sedih karena Amman pasti membagi kasih sayang untuk bayinya kepada bayi Audrey.
"Aku tidak boleh dilanda oleh rasa iri seperti ini, anak yang aku kandungan bukanlah anak dari Mas Amman jadi aku harus bisa memaklumi jika Mas Amman lebih banyak menuangkan kasih sayang kepada Audrey dan bayinya." gumam Anisa sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit.
Anisa berulang kali beristighfar karena rasa iri yang hampir melanda hatinya.
πΊπΊπΊπΊ
Dua bulan kemudian.
Ammar telah sampai di negara Swiss, dia menghubungi Zaky dan memaksa menyusul Zaky ke negara indah itu.
Zaky mengiyakan permintaan Ammar karena dia juga butuh teman dia negara tersebut, tak hanya itu ternyata Celline juga ikut dengan Ammar begitupun dengan Maura yang setia menjadi bodyguard Ammar.
__ADS_1
Sebelum di perintahkan berhenti oleh Bisma, maka Maura tidak akan berhenti menjaga Ammar.
"Mengapa kalian berdua harus ikut? Aku jadi seperti seorang ayah yang ingin mengantar kedua putrinya ke asrama sekolah." gerutu Ammar di sepanjang perjalanan, dia sudah seperti ibu-ibu yang kekurangan jatah belanja.
"Kak sudahlah, kenapa kamu harus terus menggerutu? Aku ikut karena aku memang ingin berlibur, kak Zaky juga tidak mempermasalahkan itu." jawab Celline dengan santai.
"Argh, terserah." Ammar putus asa dan dia merasa dirinya akan cepat tua jika dikelilingi dua wanita itu, yang satu sangat cerewet dan yang satu sangat menyebalkan.
Sesampainya di apartemen milik Zaky.
Ammar langsung masuk ke dalam setelah Zaky membuka pintu apartemen.
"Kakak!" Celline masuk ke dalam pelukan Zaky, dia sangat merindukan kakak tirinya itu.
Meskipun mereka saudara tiri, tetapi Celline dan Zaky sudah seperti kakak-beradik kandung.
"Kamu ternyata jadi ikut, hm?"
"Siap-siap saja telinga kita akan tuli setelah pulang dari sini." bisik Ammar ditelinga Zaky.
Sementara Celline yang mendengar Ammar berbisik hanya mampu membatin. 'Untung aku mencintaimu, jika tidak maka sudah aku pastikan saat ini gendang telingamu akan rusak.' batinnya sambil melirik Ammar sejenak.
Zaky menatap ke arah sudut pintu, ternyata ada seorang wanita juga di dalam apartemen nya selain sang adik.
"Siapa dia?" Zaky menunjuk Maura.
Celline melerai pelukan dan menoleh ke arah Maura .
"Dia bodyguard kak Ammar yang pernah aku ceritakan lewat ponsel waktu itu."
__ADS_1
Zaky hanya mengangguk.
"Apa dia akan tinggal disini juga?"
Celline mengedikkan bahu .
"Saya akan mencari hotel."
"Bagus, karena apartemen ini tidak di khususkan untuk pengawal sepertimu." ucap Zaky dengan pedasnya.
"Kakak, apa yang kamu katakan?" Celline tdiak suka dengan kesombongan Zaky.
"Keluarlah dari apartemen ini karena kami ingin istirahat."
Maura tidak menjawab tetapi dia langsung bergegas keluar dari apartemen milik Zaky.
Di luar apartemen.
Maura mengelus dada. "Jangan terbawa emosi, Maura. Orang kaya memang mulutnya sangat pedas seperti itu."
Maura bergegas pergi dari sekitar apartemen, dia akan mencari hotel terdekat dengan apartemen tersebut.
β’
β’
**TBC
HAPPY READING
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, BERIKAN HADIAH DAN RATE π 5.
TERIMA KASIH BANYAK π**