
Usaha yang Ammar dan Celline lakukan tidak sia-sia, mereka berdua berhasil membujuk dan memaksa Zaky untuk ikut pergi jogging di taman.
Saat ini mereka telah sampai di taman yang biasa Zaky gunakan ketika ingi bertemu dengan Anisa.
"Wah, ternyata sudah sangat ramai. Pemandangannya juga bagus." Celline tersenyum senang.
Sementara Maura, dia tetap ikut andil kemanapun Ammar pergi.
"Kenapa wanita itu harus ikut?" Zaky merasa kesal karena melihat Maura.
Celline melirik Maura sejenak. "Ada apa dengan kalian berdua? Kalian sangat tidak suka jika Maura ikut, seharusnya kalian tidak boleh seperti itu. Dia itu adalah bodyguard kak Ammar, tentu saja kemanapun kak Ammar melangkah dia pasti akan mengikuti."
"Terima kasih karena sudah membantu menjelaskan, Nona Celline." ucap Maura dengan wajah datarnya.
Zaky dan Ammar hanya berdecak kesal ketika mendengar ucapan dari Celline.
Mereka kembali berlari pelan sambil melihat ke sekeliling, saat ini doa Zaky adalah tidak ingin bertemu dengan Anisa karena dia sangat malu karena kejadian malam malam satu minggu yang lalu.
Saat sudah berlari sedikit jauh, mereka berempat menghentikan langkah mereka secara bersamaan.
Mata mereka menatap ke tempat yang berbeda tetapi masih satu kumpulan.
"Anisa?'' gumam keduanya bersamaan.
__ADS_1
Zaky melirik Ammar sejenak dengan raut yang sulit dibaca.
Falsh back off.
Malak ini adalah malam yang paling mengesalkan bagi Zaky, bagaimana tidak? Dia bertemu dengan wanita yang dicintai dan wanita itu adalah istri dari Amman sekaligus wanita yang sudah Ammar nodai.
Zaky tidak menyangka dia akan mengetahui fakta menyakitkan ini, dia pikir Anisa adalah istri orang lain dan istri satu-satunya.
"Aku tidak menyangka ternyata Anisa menjalani kehidupan yang sangat berat sekali. Dirinya telah dinodai oleh Ammar dan Ammar tidak mau bertanggungjawab, dirinya menikah dengan Amman ketika Amman sudah beristri, dan sekarang dia juga mempunyai penyakit yang mematikan." Zaky sangat sedih karena wanita yang dia cintai sanggup menjalani hidup yang begitu rumit.
"Dia rela mempertaruhkan nyawanya demi buah hatinya dengan Ammar, tetapi Ammar malah enak-enakan dan tidak merasakan apa yang Anisa rasakan." Zaky meneteskan air mata.
Baru kali ini dia menangis dan itu hanya karena seorang wanita, Zaky tidak tahu terbuat dari apa hati Anisa sehingga dia rela kehilangan nyawa demi bayi yang tidak diinginkan.
"Ya Tuhan, berikan Anisa kebahagiaan." lirihnya sambil terus fokus menyetir.
"Zaky?" Ammar muncul dari dapur dan langsung menghampiri Zaky.
Zaky sendiri menghentikan langkahnya sambil menatap lurus ke depan, dia sebenarnya ingin sekali memukul wajah brengsek Ammar tetapi dia sadar jika dirinya tidak perlu melakukan hal itu karena dia bukan siapa-siapa di dalam hidup Anisa.
Zaky tidak ingin semakin memperpanjang masalah ataupun merenggangkan tali silaturahim.
"Kau sudah pulang?" Ammar bertanya ketika sudah didekat Zaky.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat." Zaky menjawab dengan ketus.
Ammar belum menyadari perbedaan raut wajah Zaky, sedikit banyaknya Zaky menyimpan rasa kesal terhadap Ammar.
"Aku ingin istirahat." Zaky pergi berlalu sebelum Ammar banyak bertanya, malam ini mood nya sangat tidak baik jadi dia tidak ingin berbicara dengan siapapun.
"Ada apa dengannya?" Ammar hanya mengedikkan bahu lalu bergegas masuk ke dalam kamar.
Flashback on.
Satu hal yang Zaky katakan pada Ammar.
"Kau bodoh karena sudah membuang berlian dan aku yakin jika suatu saat nanti kau akan merasakan penyesalan yang sangat mendalam." itulah perkataan Zaky saat mereka membicarakan tentang masa lalu Ammar.
•
•
**TBC
HAPPY READING
YUK TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
__ADS_1
TERIMA KASIH BANYAK 🙏
SEMOGA DUKUNGAN KALIAN MEMBAWA BERKAH 🤲🥰**