JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 36 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Zaky mencoba mencari topik pembicaraan agar mencairkan suasana yang terlihat canggung.


"Kamu sendirian?"


Anisa hanya mengangguk.


"Tidak masalahkan jika saya menemanimu duduk disini?"


Anisa menggeleng.


'Ada apa dengannya? Mengapa dia hanya mengangguk dan menggeleng saat menjawab pertanyaanku?' batin Zaky terheran.


"Kamu baik-baik saja?"


Anisa hanya kembali mengangguk.


"Lalu kenapa kamu hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan saya?"


"Saya sedang tidak mood bicara." jawab Anisa dengan singkat.


"Mengapa suamimu tidak menemanimu? Hari ini weekend, apa dia juga bekerja di hari weekend?" Zaky mulai penasaran.


"Suami saya, diaโ€”" belum menjawab pertanyaan Zaky, ponsel Anisa sudah berdering dan Anisa langsung menjawabnya.


"Assalamualaikum."


"Aku sedang keluar sebentar, mencari udara segar."


"Baiklah, aku akan pulang sekarang." jawab Anisa dan panggilan pun langsung terputus.


Zaky yang sudah melihat Anisa selesai menelepon segera bertanya.


"Apa dari suamimu?"

__ADS_1


Anisa mengangguk. "Saya harus pulang sekarang." dirinya beranjak dan baru juga ingin melangkah, Anisa merasakan kepalanya berdenyut hebat.


Tubuh Anisa oleng dan untungnya Zaky dengan cepat menangkap Anisa hingga Anisa tidak terjatuh ke tanah.


"Anisa, Anisa bangun!" seru Zaky sambil menepuk pipi Anisa dengan pelan.


Zaky mengangkat Anisa dan bergegas membawanya ke mobil, dia sengaja datang ke taman karena berpikir pasti akan bertemu dengan Anisa dan ternyata keinginannya menjadi kenyataan.


Mobil Zaky melaju pergi dari taman menuju rumah sakit.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sementara di cafe.


Acara makan malam Ammar dan Celline sudah selesai, mereka berdua bergegas keluar dari cafe dengan Maura yang mengikuti dari belakang.


Mobil mereka melaju pergi dari cafe dengan Maura yang menjadi sopir nya.


Di pertengahan jalan yang cukup sepi.


"Ada apa?" Celline bertanya karena Maura mengerem mobil tersebut.


"Entahlah, Nona. Sepertinya ada orang yang tergeletak di tengah jalan, saya akan memeriksanya kalian berdua tunggulah disini." Maura turun dari mobil dan dia segera menghampiri seseorang itu.


Maura menggoyangkan seorang pria yang terbaring di aspal.


"Tuan, Tuan!" Maura menyenggol tubuh pria tersebut menggunakan kakinya.


Bugh!


Tiba-tiba serangan dari belakang muncul dan mengenai punggung Maura.


Maura yang kaget langsung tersungkur ke depan.

__ADS_1


Ternyata tiga orang pria muncul mengelilingi Maura, sementara yang tergeletak di aspal juga ikut bangun dan tersenyum ke arah Maura.


"Mau apa kalian!" bentak Maura dengan tajam.


"Kalian berdua, pergi ke mobil itu dan rampas semua yang ada di dalam mobil, kami berdua akan mengurus wanita ini!" ucap salah satu pria yang Maura yakini dia adalah bos dari berandalan itu.


Kedua pria berbadan besar tersebut berjalan ke arah mobil.


"Kak, siapa mereka? Kenapa mereka berjalan kesini? Aku takut." Celline memeluk tubuh Ammar.


"Tenanglah, aku akan turun dan kamu tetap disini. Ingat! Jangan keluar apapun yang terjadi, kunci mobil dari dalam dan jangan dibuka." peringatan yang Ammar berikan.


Celline hanya mengangguk patuh dengan raut wajah ketakutan.


Tok tok!


"Keluar kalian!" teriak kedua pria itu sambil mengetuk jendela mobil.


Ammar menenangkan Celline dan dia membuka pintu mobil.


"Ingat, kunci pintu dan jangan pernah keluar dari mobil." itulah perkataan yang Ammar sampaikan pada Celline sebelum dia keluar.


Celline bergegas mengunci pintu.


Ammar berdiri di hadapan kedua pria berbadan tegap yang wajahnya sangat sangar bak serigala yang ingin memangsa musuhnya.


โ€ข


โ€ข


**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK ๐Ÿ™


MEREKA BICARA MENGGUNAKAN BAHASA ASLI DARI NEGARA MEREKA, TAPI MOHON MAAF OTHOR GAK BISA BUAT BAHASA ASING ๐Ÿฅฒ**


__ADS_2