JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 77 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

------------5 Tahun Kemudian------------


Deana telah bersiap untuk pergi ke sekolah bersama dengan sang Mama.


"Mama!" teriaknya seraya berlari kecil menuruni anak tangga.


"Astaga, De! Hati-hati sayang, kalau kamu jatuh nanti gimana?" Celline menghampiri Deana yang terlihat bingung.


"Mama tau buku Dea gak?"


Dahi Celline sukses mengerut. "Buku yang mana?"


"Buku PR. Aduh, kalau sampai bukunya hilang bisa di hukum nanti sama Ibu guru." ujar Deana bingung.


Saat ini Deana sudah bersekolah kelas empat SD dan usianya delapan tahun.


"Coba cari lagi, kamu pasti lupa meletakkannya dimana." Celine ingin membantu Deana tetapi Jessica memanggilnya.


"Ma, sepatu Jessi mana?"


Jessi adalah putri kedua Ammar dan Celline, usianya saat ini baru menginjak enam tahun, dia bersekolah di taman kanak-kanak.


Celline pun bingung harus membantu yang mana terlebih dahulu.


"Jessi minta bantu Bibi ya, Mama mau bantu kakak mencari buku tugasnya."


Jessica mengangguk dan dia pergi berlalu untuk mencari sang asisten rumah tangga.


Ammar berjalan ke arah meja makan. "Ada apa ini?" tanyanya ketika melihat wajah bingung sang Putri.


Deana pergi ke kamarnya duluan dan Celline berbicara dengan Ammar.


"Buku tugas Dea hilang, dia sangat kebingungan dan aku akan membantunya mencari buku itu."

__ADS_1


"Anak itu selalu saja pelupa." Ammar menggeleng saat mengingat kebiasaan Deana.


Dua jam berlalu.


Celline mengantar Deana dan Jessica ke sekolah mereka.


Di dalam mobil, Deana hanya membaca buku dan Jessica menonton YouTube.


"Dek, volume ponsel kamu tolong kecilkan sedikit. Kakak lagi fokus membaca ini, nanti kakak ada ujian." ucap Deana kepada Jessica yang berada di kursi belakang.


Jessica mematuhi ucapan sang kakak, dia segera mengecilkan volume ponselnya.


Setiba di lampu merah.


Sebuah motor gede berhenti tepat di samping mobil Celline.


Deana pun membuka kaca jendela mobil karena terasa sesak saat siang hari menutup kaca jendela.


Tak sengaja matanya menatap ke arah anak muda yang memakai seragam putih abu-abu tengah menaiki motor gede dan helm full face yang menutupi seluruh wajahnya.


Deana menggeleng. 'Aku ini masih kecil, kenapa langsung salah tingkah saat ditatap seperti itu?' batin Deana kesal.


Lampu hijau pun terlihat dan mobil mereka melaju pergi begitupun dengan motor gede sang anak muda SMA.


Beberapa menit kemudian.


Sampailah mereka di sekolah milik Deana.


"Belajarnya yang pinter ya, sayang?" Celline mengelus kepala Deana dengan lembut.


"Iya, Mam. Deana masuk kelas dulu." Deana mencium kedua pipi Celline.


"Dek, kakak turun duluan ya? Kamu yang pinter belajarnya." ujar Deana kepada Jessica sebelum dia turun dari mobil.

__ADS_1


"Hm." Jessi hanya berdehem tanpa mengalihkan padangan dari ponselnya.


Deana pun keluar dari mobil dan dia melambaikan tangan saat mobil Celline sudah melaju.


"Dea!" teriak anak perempuan yang seumuran dengan Deana, dia berlari ke arah Deana yang baru saja ingin memasuki gerbang sekolah.


Deana menghentikan langkahnya.


"Ola?" ucapnya memanggil sang teman.


"De, kamu udah selesai tugas sekolah belum?"


"Sudah." jawab Deana sambil melangkah masuk.


Deana terkenal salah satu murid paling pintar di sekolahnya, bahkan mulai dari kelas satu sampai kelas empat Deana terus saja mendapatkan juara satu.


Hal itu membuat kedua orang tua Deana bangga dengan Deana.


Tak sedikit juga para kakak kelas laki-laki sangat menyukai Deana dan mereka sering mencari perhatian.


Dua gadis kecil itu masuk ke dalam sekolah sambil membahas tentang tugas sekolah dan ulangan harian.




**TBC


HAPPY READING


YUK BERIKAN SUARA KALIAN UNTUK NOVEL INI 🤗


BERHUBUNG SEMUA PEMERAN SUDAH MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN MASING-MASING, JADI OTHOR MEMUTUSKAN UNTUK MEYELESAIKAN CERITA MEREKA DAN BERALIH KE DEANA 🥰

__ADS_1


JIKA KALIAN MENYUKAI NOVEL INI MAKA BERIKAN SUARA MAU LANJUT S-2 ATAU JUDUL BARU UNTUK DEANA?


SUARA TERBANYAK AKAN OTHOR KABULKAN 🤗**


__ADS_2