
Sebelum mulai pertandingan Zaky terus berdoa dalam hati agar ada mukjizat dari Tuhan untuk dirinya mengalahkan kedua pria itu.
Tubuh yang tinggi tegap, dada yang bergerak naik-turun dengan sendirinya, rahang mengeras, wajah sangar serta otot-otot tangan yang menonjol mampu membuat siapapun ketakutan jika melihat dia pria yang seperti petinju internasional itu.
Zaky memejamkan mata sambil mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pelan.
Pertarungan pun dimulai satu lawan satu.
Sementara Bisma dan Maura hanya menjadi penonton saja.
'Aku berharap semoga Zaky bisa menang melawan Marco dan Pedro.' batin Maura dalam hati.
Bisma hanya tersenyum melihat cara beladiri yang Zaky punya.
"Apa kau yakin tidak akan salah pilih, Maura?" ucapnya pada Maura.
"Tidak, aku percaya dan yakin jika Zaky adalah pria yang baik serta tulus akan menjagaku."
"Kita akan lihat seberapa tulus rasa cintanya padamu." Bisma melipat kedua tangan di dada sambil terus memperhatikan Zaky yang berkelahi melawan anak buahnya.
Beberapa menit kemudian.
Bugh!
Zaky terhempas ke tanah dengan wajah yang sudah lebam.
Salah satu pria itu menghampiri Zaky dan memberikan tinjuan di perut Zaky.
"Hmmp." Zaky hanya menahan nafas ketika merasakan sakit di area perutnya.
"Tuan Zaky!" teriak Maura ingin menghampiri Zaky tetapi di cegah oleh Bisma.
"Tetaplah disini atau aku akan langsung mengusir pria itu dari tempat ini."
Maura hanya bisa pasrah.
Zaky kembali bangun, dia seperti tidak mengenal lelah padahal tubuhnya sudah babak belur.
Bugh.
Bugh.
Baru ingin menyerang, Marco langsung menghantam Zaky dengan siku kakinya.
Tubuh Zaky terkapar di tanah dengan disinari teriknya panas matahari.
"Zaky!" Maura memegang lengan Bisma. "Ayah, aku mohon tolong hentikan Marco dan Pedro. Aku mohon jangan sakiti Zaky." ucapnya dengan menitikkan air mata.
Bisma melirik Maura. "Karena pria itu kau mau memanggilku dengan sebutan Ayah?"
Maura menggeleng. "Bukankah kau menginginkan panggilan itu? Aku akan memanggilmu Ayah tetapi aku mohon lepaskan Zaky dan hentikan semua ini." pinta Maura dengan memelas dan air mata.
Bisma terdiam sejenak sambil melihat Zaky yang terus berusaha melawan Marco dan Pedro.
Dirinya memang sangat ingin di akui Ayah oleh Maura karena Bisma pernah mempunyai anak perempuan dan anaknya meninggal bersama dengan sang istri karena pembunuhan.
Ada seseorang yang membenci dan mempunyai dendam pada Bisma, orang itu tega menghabisi istri dan anak Bisma saat mereka ingin pergi mengantarkan sang Putri ke les balet.
Dari situlah Bisma menjadi pria yang kejam dan tak mengenal ampun pada lawannya.
Bisma menghela nafas pelan. "BERHENTI!" teriaknya menghentikan gerakan Marco dan Pedro.
Bisma berjalan menghampiri mereka bertiga diikuti oleh Maura.
Sesampainya di dekat Zaky, Maura langsung membantu Zaky untuk berdiri.
__ADS_1
Maura segera menghapus air mata dan menatap wajah Zaky yang sangat lebam dengan darah segar menetes dari sudut bibirnya.
"Kalian berdua pergilah." perintah Bisma pada kedua anak buahnya.
Marco dan Pedro pergi berlalu dari hadapan Bisma.
"Bawa dia ke ruang tamu dan obati lukanya." Bisma segera pergi meninggalkan Zaky dan Maura.
Zaky menatap Maura dengan senyum tipis.
"Anda masih bisa tersenyum? Lihatlah penampilan Anda, Tuan. Anda sudah seperti maling yang di keroyok massa."
"Ini hanya luka kecil, tidak begitu sakit." ucap Zaky mencoba kuat.
Maura segera memapah tubuh Zaky dan dia akan mengobati luka lebam yang ada di wajah Zaky.
Di ruang tamu.
Zaky duduk di sofa sementara Maura pergi mengambil kotak obat.
Bisma berjalan dan menghampiri Zaky.
"Bagaimana anak muda? Apa kau masih ingin mendekati Maura?" Bisma bertanya sambil duduk di kursi.
"Saya akan tetap memperjuangkan cinta saya meskipun nyawa saya yang harus jadi taruhannya." sahut Zaky dengan yakin.
Bisma hanya menyinggungkan senyum. "Anak jaman sekarang memang bodoh."
"Saya tidak bodoh dan tidak ada yang salah dalam cinta, intinya saya benar-benar sangat mencintai Maura dan saya akan menanggung semua resiko juga konsekuensinya agar bisa menjadikan Maura sebagai istri saya."
"Apa kau yakin dengan ucapanmu? Apa aku bisa memegang semua ucapanmu?" Bisma menyandarkan tubuh di sofa sambil memangku sebelah kakinya.
"Saya sangat yakin. Apa Anda masih membutuhkan bukti yang lain?"
"Apa sumpahmu agar aku bisa mempercayaimu untuk menjaga Maura Putriku?"
"Janjimu bisa kau tepati?"
Zaky mengangguk.
Bisma pun juga ikut menganggukkan kepala, dia yakin jika pria di hadapannya ini benar-benar sangat mencintai Maura tanpa ada tujuan tersendiri.
"Aku sudah memutuskan semuanya."
Maura yang menguping dari balik tembok hanya mampu menahan nafas, dia sangat takut jika Bisma menolak Zaky dan menginginkan sesuatu hal lain sebagai syarat.
"Aku merestui hubungan kalian berdua, segera nikahi Putriku dan jangan membuatnya bersedih. Jika kau berani membuat Putriku bersedih maka aku akan memecahkan kepalamu." Bisma beranjak dari sofa setelah memberikan peringatan kepada Zaky.
Maura merasa lega dan bahagia, dia segera keluar dari persembunyiannya dan langsung masuk ke dalam pelukan Bisma.
Bisma terkejut karena reaksi Maura yang tiba-tiba.
"Terima kasih Ayah, terima kasih banyak." Maura sangat terharu.
Bisma tersenyum tipis sambil mengusap pucuk kepala Maura. "Maaf jika aku sudah melukai calon suamimu, putriku ternyata sudah besar dan dia akan segera menikah."
Maura tidak bisa menahan air matanya. "Apa yang Ayah katakan? Aku masih tetap anak Ayah, aku tidak akan melupakan semua kebaikan yang Ayah berikan padaku selama ini."
Bisma harus menahan rasa sedihnya karena Maura pasti akan meninggalkannya jika sudah menikah nanti.
"Jadilah istri yang baik untuk suamimu." Bisma mengurai pelukan dan menangkup wajah Maura.
"Ayah, aku belum menikah. Mengapa kau sudah mengatakan hal seperti ini?" Maura mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Bisma gemas.
Bisma mengacak rambut Maura dengan perlahan.
__ADS_1
"Kita akan menikah kapanpun kamu siap Maura." Zaky beranjak dari sofa.
Sontak Maura dan Bisma menatap ke arah Zaky.
"Hei anak muda, kau sudah tidak sabar untuk memisahkan aku dengan putriku ya?'' Bisma seperti tidak terima dengan ucapan Zaky barusan.
Maura hanya melirik Bisma sejenak sambil tersenyum lucu.
"Maaf." Zaky akhirnya pasrah.
"Aku minta tolong agar kau tidak menyimpan dendam padaku dan melampiaskan semuanya pada putriku. Aku takut karena kejadian hari ini kau akan menyimpan dendam untukku."
"Anda jangan khawatir, Tuan. Saya tidak akan pernah menyimpan dendam dan semua kepedulian orang tua pasti berbeda-beda. Mungkin seperti inilah cara Anda menunjukkan rasa peduli kepada Maura yaitu dengan cara mencarikan suami yang tepat untuk Maura." ujar Zaky dengan bijak.
Bisma tersenyum tipis. "Aku yakin jika putriku tidak salah pilih."
Bisma ingin melangkahkan kaki menuju kamarnya tetapi baru juga beberapa langkah, Bisma membalikkan badannya kembali.
"Satu hal lagi, jangan memanggilku dengan sebutan Tuan. Panggil aku Ayah seperti Maura memanggilku."
"Baik, Ayah." ujar Zaky dengan rasa senang.
Bisma pun melangkah pergi.
Setelah melihat Bisma yang sudah menjauh, Maura segera berlari dan masuk ke dalam pelukan Zaky.
"Aku sangat bahagia karena akhirnya Ayah merestui hubungan kita."
Zaky semakin bahagia karena mendapatkan pelukan dari Maura, dia melupakan sejenak rasa sakit yang mendera di bagian perut serta wajahnya.
Maura tersadar ketika Zaky hendak mengelus rambutnya.
"Eh, maaf. Aku sangat bahagia hingga tidak bisa mengontrol diri." ujar Maura malu.
"Tidak masalah, sebentar lagi kamu akan menjadi istriku dan kamu bisa memelukku dengan puas."
Maura refleks memukul perut Zaky.
"Aw!" teriak Zaky kesakitan.
"Astaga, maaf aku lupa." Maura jadi merasa bersalah.
"Aku juga hanya berbohong, tidak begitu sakit." ucap Zaky dengan senyum tipis.
Maura ingin melayangkan pukulan lagi tetapi berhasil Zaky hentikan.
"Eits, sekarang kamu harus mengobati lukaku terlebih dahulu."
Maura mengangguk lalu dia mengambil kotak obat yang tadi dia lempar ke sofa.
Mereka berdua duduk di sofa.
"Pasti sangat sakit ya? Marco dan Pedro sungguh keterlaluan, aku akan memberikan pelajaran kepada mereka berdua nanti." Maura menggerutu sendiri.
Sementara Zaky hanya tersenyum memperhatikan wajah cantik Maura dari dekat.
•
•
**TBC
HAPPY READING
BANTU TAP LOVE (FAVORIT), BERI HADIAH DAN RATE 🌟 5, KLIK TOMBOL LIKE, DAN BERIKAN KOMENTAR KALIAN ❣️❣️
__ADS_1
TERIMA KASIH BANYAK 😚**