JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 76 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Pukul sepuluh malam.


Adisti baru pulang dari restauran, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.


Di dalam mobil dia hanya mendengarkan musik sambil sesekali mengikuti lirik lagu yang dia dengar.


Tiba-tiba mobil yang dia kendarai oleng dan Adisti pun menginjak pedal rem.


"Astaga, kenapa lagi sih nih mobil?" Adis keluar dari mobil untuk memastikan apa yang terjadi.


Dia melihat semuanya baik-baik saja hingga matanya terhenti di ban mobil. "Astaga, ban nya bocor. Kenapa harus bocor sekarang sih? Waktunya gak tepat banget, mata udah ngantuk berat pengen cepetan sampai dirumah malah bocor." gerutu Adisti dengan kesal.


Dia ingin melihat ban cadangan di bagasi belakang tetapi ada sebuah motor yang berhenti tepat di depannya membuat Adisti mengurungkan niat untuk melihat ban cadangan.


Dua orang pria yang memiliki postur tubuh tegap berjalan ke arah Adisti.


"Selamat malam, Nona. Ada apa dengan mobilmu?"


Adisti hanya bersikap biasa saja karena tidak tahu jika mereka berdua adalah orang jahat.


"Ini, Tuan. Mobil saya bannya bocor."


"Ada yang bisa kami bantu?" ucap salah atau pria itu dengan senyum licik.


"Akh, boleh. Tolong bantu mengganti ban mobil saya, ban cadangannya ada di bagasi belakang."


Kedua pria itu tersenyum smirk, mereka melihat ke sekeliling dan ternyata sangat sepi karena jam juga sudah malam jadi jarang ada yang lewat dari jalanan itu.


"Tapi ada syaratnya."


Adisti mengerutkan dahi. "Apa kalian meminta bayaran?"


Kedua pria itu semakin tersenyum. "Kau harus menemani kami berdua malam ini. Bermain dan bersenang-senanglah bersama kami sebentar saja."


Adisti paham dengan ucapan pria itu, dia mendelik dan jantungnya berdetak kencang karena takut.


Adis melihat ke seluruh jalanan yang sangat sepi. 'Bagaimana ini? Aku pikir mereka adalah orang baik, tolong aku Tuhan. Berikan aku penyelamat.' batin Adisti seraya menggenggam erat ujung bajunya.


Kedua pria itu mendekat ke arah Adisti. "Temani kami dulu dan kami akan membantu mengganti ban mobilmu."


"A—aku rasa tidak perlu, Tuan. Kalian tidak perlu membantuku karena aku bisa mengganti bannya sendirian." Adis pun menjadi gugup dengan langkah mundur.


Kedua pria itu tidak perduli dengan ucapan Adisti, mereka semakin mendekat dan senang dengan wajah takut yang terukir di wajah cantik Adisti.


Adisti melihat ke kanan dan kiri untuk bersiap lari.


Saat kedua pria itu ingin memegang lengan Adis, Adisti dengan sigap menendang benda pusaka kedua pria itu.


"Rasain!" ejek Adis karena melihat kedua itu terjatuh.


Adisti berlari meninggalkan kedua pria tersebut.


"Mama tolong Adis." lirih Adisti sambil berlari. "Ya Tuhan, tolong berikan aku bantuan." lanjutnya pelan.


Nafas Adisti terengah karena dia berlari cukup jauh.


Adisti menoleh kebelakang dan kedua pria itu malah mengejarnya.


"Mereka masih mengejarku? Ya Tuhan bagaimana ini?" Adisti semakin bingung karena tenangnya seperti sudah habis.


BRUK!

__ADS_1


Adisti terjatuh.


"Aw.'' rintihnya sambil memegangi pergelangan kaki.


Adisti melihat heels yang dia kenakan, ternyata hak heelsnya putus dan pergelangan kakinya seperti terkilir.


"Aduh, kakiku." Adis mencoba berdiri tetapi tidak bisa karena kakinya sangat sakit.


Kedua pria itu sudah sampai di dekat Adisti, mereka tertawa dengan puas.


"Haha..Mau lari kemana lagi, cantik?"


Adis hanya bisa mundur sedikit.


"TOLONG! SIAPAPUN TOLONG AKU!" teriaknya dengan kencang karena kedua pria tersebut sudah berjongkok mendekatinya.


"PERGI KALIAN! JANGAN BERANI MENYENTUHKU!" teriak Adisti ketakutan.


"Haha... Berteriaklah dengan kencang karena tidak akan ada yang bisa menolongmu, percuma kau menghabiskan suaramu untuk menjerit. Lebih baik kau menjerit nikmat saat bermain dengan kami nanti."


Kedua pria itu bersiap untuk meraba kaki Adisti.


"TIDAK!" air mata menetes di pipi Adisti.


Komandan Alpa yang saat itu ingin berpindah tugas langsung terkejut ketika ada seorang wanita sedang bersama dengan dia orang pria di jalanan yang sangat sepi ini.


"Siapa mereka? Jangan-jangan ingin berbuat jahat dengan wanita itu." Alpa berjalan ke arah mereka.


"HEI! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" teriaknya.


Suara Alpa membuat kedua pria itu kaget dan menegakkan tubuh mereka untuk melihat Alpa yang berdiri tak jauh dari mereka.


Mereka tidak tahu jika Alpa adalah seorang polisi karena saat bertugas malam, Alpa hanya memakai kaos hitam biasa.


"Kalian tidak perlu tahu siapa aku, menjauh dari gadis itu sekarang juga." Alpa berbicara dengan tegas.


"Banyak omong!"


Kedua pria itu menghampiri Alpa dan mulai menyerang Alpa dengan membabi-buta.


Alpa berhasil menghindar dari serangan kedua pria itu hingga beberapa menit kemudian pria tersebut jatuh kalah.


"Apa kalian masih ingin melawanku? Ayo bangun."


Kedua pria itu ingin lari tetapi rombongan teman Alpa datang tepat waktu dan pada akhirnya kedua penjahat tersebut tidak bisa lari kemana-mana.


Mereka menangkap pria yang mencoba ingin melecehkan Adisti.


Setelah pria itu dimasukkan ke dalam mobil polisi, Alpa berjalan menghampiri Adisti.


"Kau baik-baik saja?"


Adisti menoleh dan dahinya mengerut.


"Kau?" Adis ingat jika pria dihadapannya saat ini adalah seorang polisi yang ingin menilangnya.


Alpa hanya menunjukkan raut datar.


"Apa kau hanya akan menatapku saja? Kakiku terkilir, tolong bantu aku berdiri." Adisti mengulurkan tangannya dan Alpa pun membantu Adis berdiri.


"Biasakan jika pulang malam harus membawa teman." ucap Alpa melepaskan tangan Adisti.

__ADS_1


Adisti terhuyung dan dengan cepat menarik lengan Alpa.


"Aku tidak bisa berjalan, kakiku sakit sekali." lirihnya dengan melas.


Alpa melihat bangku dan dia membantu Adisti duduk disana.


Setelah duduk, Alpa melihat pergelangan kaki Adisti.


Dia meletakkan kaki Adisti di pangkuannya.


"Eh, apa yang ingin kau lakukan?" Adisti menarik kakinya tetapi dilarang oleh Alpa.


"Diam-lah, aku akan membantu mengobati kakimu."


Adisti pun hanya bisa pasrah.


Alpa mencoba memutar pergelangan kaki Adisti dan menariknya dengan cara yang dia tahu.


"ADUH!" teriak Adisti dengan sangat kencang karena merasakan sakit tarikan Alpa.


"Apa kau gila? Kau ingin mematahkan kakiku, ya?" bentak Adis dengan marah.


"Coba putar pelan-pelan pergelangan kakimu." Alpa tidak peduli dengan kemarahan Adis.


Adisti memutar pergelangan kakinya dan ternyata kakinya sudah membaik.


"Bagaimana?"


"Sudah tidak sakit lagi." jawab Adisti dengan menurunkan nada suaranya.


"Coba berjalan, bisa atau tidak?"


Adisti beranjak dari bangku dan dia mencoba berjalan.


'Apa dia juga bekerja sebagai tukang urut? Kakiku langsung sembuh saat dia mengobatinya.' batin Adisti dengan pikiran bingung.


"Aku rasa Anda sudah sembuh, kalau begitu aku permisi." Alpa ingin pergi tetapi Adisti menghentikan langkahnya.


"Tunggu!"


Alpa menoleh.


"Tolong bantu menggantikan ban mobilku yang bocor."


"Baik, ayo."


"Terima kasih.'' ujar Adisti dengan rasa malu karena sudah berani membentak Alpa.


Alpa hanya mengangguk dan mereka berdua menuju mobil.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN 🥰


TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2