JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 77 (BONCHAP) Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Tepat pukul satu siang Deana telah keluar dari sekolahnya, dia menunggu sang Mama di depan gerbang.


"Mama lama banget sih?" gerutu Deana karena takut sendirian.


Semua siswa-siswi sudah pulang dan gerbang juga sudah di tutup.


Dua orang anak laki-laki berpakaian putih-biru yang menandakan jika mereka adalah anak SMP berhenti tepat di depan Deana.


"Woy, bagi duit dong." ujar salah satu anak laki-laki itu padahal dia tidak mengenal Deana.


"Enak aja duit-duit, emang kalian kira aku ini gudang duit?" Deana pun marah.


"Kalau kau tidak mau memberikan kami duit maka kami yang akan mencarinya di tasmu."


Kedua anak laki-laki itu berusaha mengambil tas Deana tetapi Deana menahan tasnya.


"Jangan!" teriak Deana.


Keadaan sekolah sangat sepi karena semuanya sudah pulang begitupun dengan satpam.


Sebuah motor gede berhenti tak jauh dari gerbang sekolah Deana dan anak muda berpakaian putih abu-abu turun dari moge itu tanpa melepaskan helm full face nya.


"WOI!" teriaknya berlari kecil ke arah Deana.


Anak muda SMP tersebut melepaskan tas Deana dan mereka bergegas naik ke atas motor.


Motor pun melaju karena anak-anak itu takut akan kedatangan pemuda putih abu-abu.


Pemuda itu menatap Deana.


"Kau baik-baik saja?"


Deana mengangguk. "Terima kasih, kak."


Pemuda itu membalas dengan anggukan pula. "Apa kau sedang menunggu seseorang?"


"Iya, aku sedang menunggu Mamaku."


"Sebaiknya kau menunggu di tempat yang sedikit ramai agar tidak ada lagi yang berani menganggumu seperti tadi."

__ADS_1


Pemuda putih abu-abu itu pergi dari hadapan Deana.


Deana hanya menatap kepergian sang pemuda.


Tak lama kemudian, mobil Celline tiba di sekolah milik Deana.


"Sayang, kamu udah nunggu dari tadi? Maaf ya Mama terlambat sampai ke sekolah." ucap Celline setelah turun dari mobil.


"Gak pa-pa kok, Ma."


Mereka segera masuk ke dalam mobil.


"Tadi jalanan macet jadi Mama sedikit lama diperjalanan."


"Iya, Dea ngerti kok. Ini juga udah waktunya selesai makan siang maka dari itu semua pekerja pasti berlalu lalang kembali ke kantor mereka."


"Anak pintar." Celline tersenyum bahagia karena melihat sifat Deana yang sangat pengertian.


Beberapa menit kemudian mobil mereka telah sampai di rumah.


"Jessi dimana, Ma? Tumben dia gak ikut menjemput aku."


"Sabar, Ma. Jessi 'kan masih kecil dan dia pasti mengerti bosan kalau harus belajar terus."


"Tetapi Mama gak mau dia menjadi anak yang malas."


"Nanti Dea bantu bicarakan ke Jessi." ucap Deana seraya menaiki anak tangga.


Celline mempersiapkan makan siang untuk kedua putrinya.


Deana berganti pakaian dan bergegas pergi ke kamar Jessi.


Ceklek.


Pintu terbuka dan Jessi masih setia melihat ponselnya.


"Dek?" panggil Deana kepada Jessica.


Jessi menoleh sejenak lalu matanya kembali fokus ke ponsel.

__ADS_1


"Lagi nonton apa?" Dea duduk di tepi ranjang Jessica.


Jessica tidak menjawab pertanyaan Dea dan dia hanya menunjukkan ponselnya.


"Oh, kartun." Deana tersenyum tipis. "Kakak mau bicara sesuatu sama kamu."


Jessica mengabaikan ucapan Deana.


"Kakak minta kamu jangan terlalu sering bermain ponsel karena itu akan merusak kornea matamu dan membuat kamu malas belajar." pinta Deana dengan nada lembut.


Jessica mematikan ponselnya dan meletakkan di sebelahnya.


"Kakak diam aja deh." ucap Jessi sambil beranjak turun dari ranjang dan keluar dari kamar.


Deana hanya menggeleng dan menatap pintu kamar dengan sedih.


Entah mengapa Jessica seperti tidak suka dengan Deana padahal Deana selalu berbuat baik, berkata lembut, mengalah serta memberikan apa yang Jessica inginkan.



DEANA MAHARANI ARSALAAN




JESSICA QUEENZY ARSALAAN


**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN DI DETIK-DETIK BERAKHIRNYA NOVEL INI 🤗


🏵️🏵️🏵️


SAMBIL MENUNGGU CERITA INI UP, MAMPIR JUGA KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK 🥰**


__ADS_1


__ADS_2