JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 72 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Pukul 19.00 Wib.


Seluruh keluarga telah sampai di hotel yang menjadi tempat persembunyian Ammar dan Celline.


Mereka bertanya kepada resepsionis dan memperlihatkan foto Celline juga Ammar.


Resepsionis pun memberi tahu nomor kamar dua insan yang memang memesan satu kamar hotel tadi sore.


Excel dan Amir mengeraskan rahang mereka ketika mendengar ucapan resepsionis yang mengatakan jika kedua anak mereka memesan satu kamar.


"Sepertinya ini kamar mereka." ucap Amir kepada Excel ketika mereka sudah sampai di depan kamar nomor 202.


BRAK!


Pintu pun dengan kasar terbuka dari luar dan mata mereka hampir melompat dari tempatnya ketika mendapati anak-anak mereka yang tertidur di atas ranjang dengan bergelung selimut.


"AMMAR!"


"CELLINE!"


Amir dan Excel berteriak bersamaan.


Kedua insan yang sedang berbaring di atas ranjang itu hanya mampu memasang wajah terkejut.


Amir berjalan cepat menghampiri Ammar sementara para wanita mendekati Celline.


Amir dengan cepat menarik tangan Ammar agar Ammar bangkit dari ranjang.


Mata Excel memerah ketika dia melihat Ammar yang bertelanjang dada dan putrinya yang hanya memegangi selimut hingga batas leher.


PLAK!

__ADS_1


Amir menampar pipi Ammar dengan kencang.


"APA KAU SUDAH KEHILANGAN AKAL SEHATMU? APA KAU LUPA SIAPA DIA, AMMAR?" teriak Amir emosi.


Ammar hanya menunduk dan diam.


BUGH


BUGH


Excel yang sudah gelap mata langsung melayangkan bogeman di kedua pipi Ammar hingga sudut bibir Ammar mengeluarkan darah.


"DADDY CUKUP!" teriak Celline tidak sanggup melihat Ammar di perlakukan seperti itu.


Excel bagaikan kesetanan, dia terus memukul Ammar dan Amir pun hanya diam saja melihat sang Putra yang dihajar habis-habisan. Amir tidak ingin membela sang Putra karena putranya itu memang bersalah.


"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA PUTRIKU, HAH! KATAKAN! DASAR BRENGSEK! KAU BENAR-BENAR PRIA YANG TIDAK MEMPUNYAI MATA HATI! KAU GILA!" Excel terus memaki sambil memukul Ammar.


Aresha berjalan menghampiri Excel karena dia tidak sanggup melihat Ammar yang sudah terlihat babak belur.


Mau tidak mau Excel menghentikan pukulannya, dia menurunkan tangannya dengan kasar.


"Kau ingin membela putramu?"


Aresha menggeleng. "Aku mohon jangan menghakimi Putraku." ucapnya dengan tetesan air mata.


Ammar pasrah jika dia akan habis di tangan Excel karena rencana konyolnya ini.


Amir menatap Ammar dengan rasa putus asa, dia merasa gagal menjadi Ayah yang baik karena kelakuan sang putra yang tiada hentinya selalu membuat masalah.


Excel berjalan menghampiri Celline.

__ADS_1


Amir pun mendekati istri dan anaknya.


"Apa kau puas, Ammar? Kau puas melihat Ayahmu yang selalu terpuruk dan menahan malu karena dirimu?" Amir berbicara sendu.


"Ayah, maafkan aku. Aku melakukan hal ini karena aku tidak ingin kehilangan cintaku untuk yang kesekian kalinya."


Amir menggeleng. "Cukup Ammar, Ayah tidak ingin mendengar apapun darimu." ucapnya lemah.


Amir pergi meninggalkan kamar hotel.


Nindi pun meminta semuanya keluar agar Celline bisa berganti pakaian dan mereka akan membicarakan tahap selanjutnya dirumah nanti.


"Sayang, apa yang sudah Ammar lakukan padamu? Kenapa kamu mau menurutinya, Nak?" Nindi mengelus kepala Celline dengan air mata yang menetes di pipi.


Celline hanya menangis dan memeluk tubuh sang Mommy dengan erat, dia juga tetap memegangi selimut agar tidak terlepas dari tubuhnya.


"Lekas berpakaian dan kita akan segera pulang untuk membicarakan semuanya dirumah."


Nindi mengecup dahi Celline dan beranjak dari ranjang.


"Maafkan Ammar, Celline. Tante sangat malu dengan kelakuan Ammar, Tante tidak mengerti apa yang anak itu pikirkan." Aresha mengelus rambut Celline dengan lembut.


Kedua Ibu itu pergi keluar dari kamar hotel dan membiarkan Celline di dalam kamar sendirian untuk segera berpakaian.




**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN


TERIMA KASIH BANYAK 🙏**


__ADS_2