
Tepat pukul lima sore, Excel dan Nindi kembali dari Mall karena mencari beberapa barang yang ingin mereka bawa pulang ke Jerman.
Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah untuk bersiap karena sebentar lagi akan berangkat ke Bandara.
"Nin, aku ingin ke kamar Celline dan mengatakan agar dia segera bersiap."
"Pergilah." Nindi masuk ke dalam kamarnya.
Excel membuka pintu kamar, dia masuk ke dalam dan melihat kamar Celline yang terlihat kosong.
"Celline! Cel!" teriak Excel memanggil sang Putri.
"Kenapa sepi sekali? Kemana Celline?" gumam Excel berjalan ke kamar mandi.
Tok tok
"Celline, apa kamu ada di dalam?"
Tidak ada sahutan sama sekali.
Excel menjadi khawatir karena dia tidak melihat sang Putri.
"Zak! Zaky!" Excel berteriak saat sudah keluar dari kamar.
Semua keluar dan berjalan menghampiri Excel.
"Ada apa, Dad?"
"Dimana adikmu?"
Dahi Zaky sukses mengerut. "Apa yang Daddy tanyakan? Tentu saja Celline berada di dalam kamar, memangnya ada apa?'' Zaky pun menjadi penasaran.
"Ikut Daddy, anak itu tidak ada di kamarnya. Apa tadi ada seseorang yang datang?" Excel bertanya untuk memastikan.
"Sedari tadi kami berdua di rumah, Dad. Jika ada orang datang pasti kami tahu dan jika Celline keluar dari kamar kami juga tahu."
Pikiran Excel saat ini tidak karuan.
Mereka bersama-sama masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Lihat, Daddy sudah mencarinya di kamar mandi dan seluruh penjuru kamar tetapi Celline tidak ada." ucap Excel frustasi.
Zaky melihat ke seluruh kamar. "Tunggu." ucapnya berjalan ke arah balkon.
Semua pun mengikuti langkah Zaky.
Nindi menggeleng ketika melihat sebuah kain panjang yang menjulang ke dasar halaman, sementara Excel mengeraskan rahangnya karena menahan amarah.
"APA-APAAN INI! AKU YAKIN JIKA CELLINE PASTI KABUR BERSAMA DENGAN AMMAR!" ucapnya penuh emosi.
"Dad, Daddy tenang dulu. Sebaiknya Daddy hubungi Paman Amir dan tanyakan perihal Ammar." usul dari Zaky.
Excel terdiam sejenak lalu dia merogoh kantong guna mengambil ponselnya.
Sambungan pun langsung terjawab.
📲"Ha—" belum saja menyapa, Excel sudah menyela ucapan Amir.
"Dimana Putriku?" Excel bertanya dengan nada tinggi.
📲"Apa yang kau katakan, Ex? Aku tidak mengerti."
📲"Ammar sudah mengatakan padaku dan aku tidak merestui hubungan mereka." jawab Amir tanpa basa-basi.
"Aku sudah mengurung Celline di dalam kamar dan dia saat ini sedang kabur bersama dengan Putramu. Aku yakin kalian pasti mengetahui keberadaan mereka berdua!"
📲"Apa yang kau katakan, Ex? Kau jangan asal menuduh seperti itu, jika kau ingin bukti sebaiknya kau datang kesini dan kita akan membicarakan semuanya secara langsung."
"Baik, aku akan datang ke sana."
Excel segera mematikan sambungan telepon dan dia menghela nafas dengan kasar.
"Ayo, kita pergi ke rumah Ammar." Excel berjalan mendahului Nindi.
Nindi menyusul Excel begitupun dengan Zaky dan Maura.
Mobil mereka melaju ke kediaman Arsalaan.
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
Sampailah mobil yang mereka kendarai di halaman rumah Arsalaan, Excel berjalan terlebih dahulu dengan rasa emosi yang masih mendera.
"Ammar!" teriaknya ketika sudah berada di dalam rumah.
"Ex, tolong jaga sopan santun. Kamu gak boleh langsung marah-marah seperti ini." Nindi mencoba menenangkan Excel.
Amir dan Aresha segera turun ke lantai bawah sementara Deana bermain di dalam kamar.
"Kemana Putramu membawa Putriku pergi?" Excel berjalan mendekati Amir.
"Duduklah dulu, kita bisa bicarakan dengan kepala dingin."
"Tidak!" Excel membantah karena dia sudah sangat emosi. "Kalian tidak memikirkan bagaimana nasib Putriku, dia itu perempuan dan bagaimana jika Putramu melakukan sesuatu pada Putriku?" ujarnya dengan teriakan.
"Ex, aku sudah mengatakan pada Ammar agar dia menikah dengan Adisti. Aku sudah menjodohkannya dengan Adisti dan kami tidak tahu menahu tentang kaburnya anak-anak kita."
"Argh!" Excel menjambak rambut karena emosi.
Maura memikirkan ide. "Dad, sebaiknya Daddy lacak saja keberadaan Celline menggunakan GPS."
Semua mata tertuju ke arah Maura.
Excel segera melakukan apa yang Maura katakan, matanya mendelik ketika melihat lokasi keberadaan sang Putri.
"Hotel xxxx."
"Apa!" pekik semuanya dengan rasa kaget.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
__ADS_1
TERIMA KASIH BANYAK 🙏**