JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 59. Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

"Coba ulang sekali lagi apa yang kau katakan, Maura?" Zaky berharap dia salah mendengar penolakan dari Maura.


"Aku tidak bisa menerima Anda." jawaban tetap yang Maura berikan.


"Kenapa? Apa kurangnya aku? Aku mempunyai perasaan tulus padamu dan kau menolakku? Katakan alasannya Maura." Zaky perlu penjelasan yang pasti.


"Aku tidak ingin Bisma memberikan persyaratan yang berat padamu, dulu pernah ada beberapa pria yang ingin menjadi kekasihku tetapi Bisma selalu memberikan persyaratan konyol kepada mereka sehingga mereka semuanya gagal dan tidak bisa menjadi kekasihku." Maura tertunduk lesu.


"Katakan syarat apa yang Bisma berikan agar bisa menjadi kekasih ataupun suamimu."


"Menurutku sangat berat dan aku yakin Tuan tidak bisa memenuhinya." Maura sadar lebih baik dia menolak Zaky daripada menerima tetapi ujung-ujungnya tidak akan jadi dengan Zaky.


"Aku yakin kalau aku sanggup menjalaninya, demi dirimu." ucap Zaky dengan pancaran ketulusan.


Maura mendongak lalu dia menatap Zaky dengan lekat. "Kalau begitu ikutlah denganku, kita akan pergi ke rumah Bisma dan mengatakan tentang hubungan kita ini."


Dahi Zaky sukses mengerut ketika mendengar ucapan Maura. "Jadi?"


Maura mengambil kotak yang masih berada ditangan Zaky.


"Kau menerimaku?"


Maura mengangguk. "Kita akan memperjuangkan cinta kita bersama-sama, aku akan mendukungmu dalam menjalankan persyaratan yang Bisma berikan."


Zaky tersenyum senang, dia mengambil kotak cincin tersebut dan menyematkan cincin di jari manis Maura.


"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang." ucap Zaky semangat.


Mereka berdua pergi menuju mobil dan akan terbang ke Swiss untuk meminta restu dari Bisma sang Ayah angkat.


🌺🌺🌺🌺


Ketika Celline dan Ammar masih asyik bermain dengan Deana, tiba-tiba Adisti muncul dan menghampiri mereka bertiga.


"Selamat siang semuanya." ujar Adisti ketika sudah berada di dekat ketiganya.


Mereka bertiga menoleh dan Deana tersenyum bahagia karena Onty kiko nya datang.


"Onty kiko!" seru Deana segera menghambur ke dalam pelukan Adisti.


Adisti tersenyum dan mengelus punggung belakang Deana.


Pelukan pun terurai.


"Hayo tebak Onty koki bawa apa?" Adisti tersenyum sambil mengangkat plastik yang dia bawa.


"Cemilan!" sorak Deana girang.


"Betul sekali." Adisti tertawa pelan. "Didalamnya juga ada es krim, Dean suka es krim 'kan?"


Deana mengangguk dan langsung mengambil plastik yang Adisti sodorkan. Dirinya bergegas duduk di bangku sambil membuka plastik yang tadi Adisti bawa.


Adisti dan Ammar tersenyum bahagia melihat kegembiraan Deana.


Sementara Celline, dia merasa jika Adisti adalah penghalang baginya untuk mendapatkan cinta Ammar.


'Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa memaksakan hati jika memang kak Amman nantinya akan lebih memilih Adisti.' batin Celline dengan pasrah.

__ADS_1


"Harusnya tidak perlu repot-repot segala, Adis." ujar Ammar tidak enak hati.


"Santai aja, kak. Aku membawakan makanan untuk Deana, bukan untuk kamu." Adisti menyunggingkan senyum tipis.


Ammar hanya terkekeh pelan.


Mata Adisti beralih ke Celline. "Celline, apa kau sudah lama berada disini? Maaf aku lupa menyapamu." ujarnya merasa bersalah.


"Aku sudah lama disini." Celline tersenyum tipis.


"Oh ya, aku ingin mengatakan jika malam ini restauran tempatku bekerja akan merayakan ulang tahunnya yang ke delapan belas tahun. Apa kalian bisa datang?" Adisti memberikan kartu undangan kepada Ammar dan Celline.


"Aku akan mengusahakan untuk datang.'' jawab Ammar.


"Lihat nanti." sahut Celline sekenanya.


"Baiklah, aku berharap kalian bisa hadir untuk meramaikan pesta nanti malam." harapan dari Adisti.


Ammar dan Celline hanya mengangguk.


Adisti mendapatkan kontrak sepuluh tahun di Indonesia karena tiga tahun yang lalu sewaktu dia mengikuti lomba memasak dirinya menang dan restauran itu mendapatkan hadiah yang sangat besar serta promosi dari setiap perusahaan. Hal itu membuat sang pemilik restauran memberikan gaji yang tinggi kepada Adis dan meminta Adisti agar menandatangani kontrak kerja selama sepuluh tahun ke depan.


Adisti mengatakan jika dia sudah selesai kontrak di Restauran xxx maka dia akan pindah ke Restauran xxxx tersebut.


Maka dari itu Adisti sampai saat ini masih berada di Indonesia, bahkan hubungannya dengan Ammar dan Deana cukup dekat.


Deana sendiri memanggilnya dengan sebutan Onty kiko yang maksudnya Onty Koki.


🌺🌺🌺


Pesawat yang Maura dan Zaky naikin telah sampai di Banda Zurich, mereka segera keluar dari bandara dan langsung mencari taksi.


"Yakinlah demi cinta kita, aku percaya itu dan aku akan berusaha." jawab Zaky dengan serius.


Mereka berdua menaiki taksi dan pergi menuju kediaman Bisma yang hanya orang-orang penting-lah bisa masuk ke dalam sana.


Dua puluh menit.


Taksi sudah sampai di kediaman Bisma dan Maura menghela nafas dengan pelan, dia terus berdoa semoga Zaky mampu melewati persyaratan dari Bisma.


Maura mengajak Zaky masuk ke dalam dan sesampainya di dalam rumah, Maura langsung memanggil Bisma.


"Bos!" teriaknya dengan sedikit kencang.


Bisma yang baru selesai berpakaian segera turun ke lantai bawah karena mendengar suara anak angkatnya.


Dahinya mengerut ketika melihat pria yang berada di samping Maura.


"Siapa dia, Maura?" ucap Bisma dengan nada tinggi.


Maura melirik Zaky yang terlihat gugup.


"Dia, dia adalah calon suamiku." jawab Maura dengan yakin.


Bisma semakin mengikis jarak dengan Zaky dan Maura, dirinya menatap Zaky dari atas sampai bawah.


"Apa kau sudah memberitahu apa-apa saja yang akan menjadi persyaratan jika ingin menjadikanmu sebagai istri?"

__ADS_1


"Aku belum memberitahunya, sebaiknya Anda-lah yang memberitahu kepadanya secara langsung."


Bisma menatap Zaky dengan angkuh.


Zaky sendiri sebenarnya gemetaran karena mendengar suara Bisma yang sangat Bariton dan menakutkan.


"Apa kau yakin ingin menjadikan putriku sebagai istrimu?" Bisma menatap lekat manik mata Zaky.


Zaky mengangguk. "Saya yakin dan saya tulus mencintai Maura."


Bisma hanya mengangguk karena baru kali ini pria yang Maura bawa berani menatapnya ketika sedang berbicara.


"Kalau begitu ikutlah denganku."


Mereka bertiga berjalan menuju halaman belakang.


Hati Maura sendiri sudah gundah gulana karena takut jika Zaky tidak akan sanggup melawan dua orang pria berbadan besar yang menjadi anak didik Bisma.


Bisma memanggil kedua anak didiknya yang sangat bisa diandalkan.


"Marco! Pedro!"


Kedua pria dengan badan tinggi, tegap dan otot-otot nya menonjol berjalan menghampiri Bisma. Mereka menunduk sopan saat tiba dihadapan Bisma.


"Aku ingin kalian melakukan tugas seperti biasanya saat ada seorang pria yang ingin mencoba mendekati putriku."


"Siap!" teriak dua orang pria itu dengan tegas dan lantang.


Zaky semakin gemetaran tetapi dia bisa menyembunyikan itu semua.


"Baiklah, kau!" Bisma menunjuk Zaky. "Kau harus bisa melawan dua orang anak didikku ini, jika kau berhasil melawan mereka itu artinya kau bisa melanjutkan hubungan dengan Putriku dan aku akan memberikan restu kepada kalian berdua."


Glek.


Zaky menelan ludah dengan kasar.


'Apa-apaan ini? Bagaimana mungkin aku bisa melawan dua orang pria berbadan tegap ini, yang ada mereka pasti akan membuat tulangku akan remuk nantinya. Tetapi demi cintaku dan pejuangan mendapatkan restu dari Ayah Maura, baiklah tidak masalah. Aku akan melawan mereka dengan segala kekuatan yang aku punya.' batin Zaky yakin dan percaya jika dia bisa mendapatkan restu dari Bisma.


Ternyata Bisma benar-benar sangat menyayangi dan menjaga Maura, dia tidak ingin pria yang nantinya mendekati Maura hanya ingin memanfaatkan keahlian beladiri Maura saja dan mereka hanya mau menjadikan Maura sebagai bodyguard.


Bisma ingin seorang pria yang bisa menjaga Maura, bukan hanya memanfaatkan Maura saja.


β€’




**Maura saat berlatih Samsak dan Barbel.


β€’


TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA SELALU BERIKAN DUKUNGAN πŸ₯°

__ADS_1


TERIMA KASIH BANYAK πŸ™**


__ADS_2