
Hari ini Ammar akan pergi ke luar negeri, lebih tepatnya menuju rumah Nindi.
"Mama harap kamu bisa berubah setelah pulang dari rumah Aunty, nak." Aresha mengelus kepala Ammar.
Ammar hanya diam saja tanpa ekspresi dan saat mobil tiba dia langsung masuk ke dalam mobil tanpa berpamitan kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu.
Aresha menatap kepergian Ammar dengan nanar, dia tidak ingin gagal menjadi orang tua dalam menuntun sang Putra kejalan yang baik.
"Ayo kita masuk." Amir merangkul pundak Aresha dan mereka masuk ke dalam rumah.
Di dalam perjalanan, Ammar hanya diam saja dengan menatap keluar jendela.
Dia merebahkan diri dia kursi dan memejamkan mata, sekelebat bayangan Anisa singgah di dalam ingatannya.
"Aku sebenarnya akan menjadi seorang Ayah, tapi mengapa aku tidak bisa menerima itu semua?" Ammar menghela nafas pelan.
Di sudut lain.
Nindi sedang mempersiapkan kamar untuk keponakannya, dia juga akan memasak makanan kesukaan Ammar hari ini.
"Mom!" Celline tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Nindi.
Nindi terkejut dan memegangi dadanya. "Celline, kamu bikin Mommy kaget aja." tegur Nindi masih sibuk membereskan tempat tidur.
"Apa benar kak Ammar akan datang ke rumah kita?" Celline duduk di tepi ranjang.
"Tante Rere sudah menghubungi Mommy, dia mengatakan jika Ammar sudah berada di perjalanan."
"Yes! Akhirnya setelah sekian lama Celline bisa ketemu dengan kak Ammar lagi." Celline tersenyum sendiri.
"Kamu jangan macam-macam, Cel. Kakak kamu sedang ada masalah maka dari itu dia dipindahkan ke rumah kita, Mommy ingin meminta agar Daddy kamu bisa menuntun Ammar untuk menjadi lebih baik lagi."
__ADS_1
"Apa masalahnya begitu serius?"
"Mommy tidak terlalu tahu karena hanya bertanya sedikit kepada Tante kamu."
Celline hanya mengangguk.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
7 Jam 30 menit.
Pesawat Ammar mendarat dengan selamat di bandara Jerman.
Dia segera turun dan keluar dari area bandara.
Ammar menghirup udara Jerman yang sudah lama tidak dia rasakan.
"Akhirnya sampai juga." gumam Ammar dan terus berjalan mencari taksi.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Ammar.
"Apa Anda Tuan Ammar?" tanya sang wanita
Ammar hanya terdiam dan memperhatikan wanita ber-kuncir kuda itu.
"Anda siapa?"
"Perkenalkan saya Maura Ellison, saya adalah seseorang yang di perintahkan untuk menjaga Anda selama di Negera ini." ucap Maura.
"Menjaga? Apa kau pikir aku ini adalah seorang tahanan?"
"Saya adalah bodyguard Anda dan Anda tidak bisa menolaknya, Tuan." Maura berkata dengan nada datarnya.
__ADS_1
"****! Siapa yang menyuruhmu untuk menjadi bodyguardku?'' Ammar sangat kesal dengan raut wajah yang Maura tunjukkan.
"Bos Bisma." jawab Maura dengan tenang.
"Bisma? Aku tidak mengenalnya, jangan berbohong padaku dan jangan macam-macam." Ammar menunjuk wajah Maura.
Maura hanya diam saja tanpa memperdulikan ucapan Ammar.
"Minggir!" Ammar ingin mendorong tubuh Maura tetapi Maura sama sekali tidak bergeming.
Ammar melotot dan menatap tajam mata Maura. "Apa kau tidak tahu bahasa Indonesia? Hah!"
Tidak ada satu pergerakan pun dari Maura.
"Kau benar-benar wanita yang keras kepala, jadi kau sangat suka bermain kasar, hm?" Ammar menarik tangan Maura tetapi Maura dengan cepat memelintir tangan Ammar ke belakang.
"Anda yang keras kepala atau saya?" Maura berkata tanpa dosa.
Sementara Ammar, dia sudah meringis menahan rasa sakit di tangannya.
Maura mengajak Ammar ke mobil dan dia mendorong tubuh Ammar agar masuk ke dalam, setelah itu dirinya segera menyusul masuk ke dalam mobil itu.
β’
**Bodyguard cantik π€©
β’
TBC
__ADS_1
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK π**