
**PART INI RAWAN UNTUK BOCIL!!! 📢📢📢
BOCIL TOLONG MINGGIR/SKIP KARENA ADA ADEGAN YANG TIDAK PANTAS UNTUK ANAK DI BAWAH USIA**!
Ammar merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia melirik sang putri yang sudah tertidur pulas. Kedua sudut bibirnya tiba-tiba tertarik membentuk senyuman saat dia mengingat kebersamaan Deana dengan Celline.
Sejenak kemudian, Ammar menggeleng dan meraup wajahnya.
"Astaga, apa yang kau pikirkan Ammar? Kau juga mencintai sepupumu sendiri? Ini gila! Benar-benar gila." Ammar berbicara pada dirinya sendiri.
Dia beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi.
Ammar membasuh wajah karena entah mengapa malam ini dia kesulitan tidur.
Sebelum ingin kembali ke ranjang, dia menatap dirinya di depan cermin.
Terlihat sebuah bayangan wanita cantik yang sedang tersenyum di belakangnya, wanita itu melambaikan tangan dan hal tersebut membuat Ammar diam mematung.
Ammar menoleh kebelakang dengan cepat tetapi ternyata bayangan itu hilang, dia kembali melihat ke cermin dan benar saja wajah Celline sudah tidak ada.
Ammar semakin frustasi karena pikirannya selalu tertuju pada Celline.
"Aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri, lalu bagaimana bisa aku mencintai adikku itu?"
Ammar pun keluar dari kamar mandi, dia akan berusaha memejamkan mata agar pikirannya tidak terus tertuju kepada Celline.
"Temui aku di danau jalan xxx, tak jauh dari rumahmu.' setelah mengetik pesan, Ammar segera mengirim pesan tersebut ke nomor kontak seseorang.
Dia meletakkan ponsel di atas meja lampu tidur lalu dirinya segera berbaring memeluk tubuh Deana.
🌺🌺
Berbeda dengan Ammar yang saat ini sedang gundah gulana, sepasang pengantin baru yang baru saja selesai melaksanakan resepsi pernikahan sedang tersenyum bahagia.
Mereka berdua duduk di atas ranjang dan keduanya sudah berganti pakaian dengan piyama tidur.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan kita, Maura?" Zaky menatap wajah cantik Maura.
__ADS_1
Maura mengangguk malu. "Jika tidak bahagia, lalu untuk apa aku menikah denganmu?"
Zaky terkekeh mendengar jawaban dari Maura. "Iya juga ya? Mengapa aku berubah menjadi bodoh?"
Mereka tertawa bersamaan.
Zaky pun berdehem sambil menatap Maura dengan serius. "Maura, kamu tau jika pengantin baru biasanya harus melakukan malam pertama bukan?"
Deg.
Jantung Maura bertalu dengan kencang, dia menelan ludah karena gugup.
"M—malam pertama?" tanyanya dengan gemetaran.
Zaky mengangguk pasti. "Aku ingin kita melakukan itu karena kita juga sudah sah menjadi suami-istri. Apa kamu bersedia melakukannya?"
"A—aku..." ucapan Maura terpotong ketika Zaky menggenggam jemarinya dengan lembut.
Dahi Zaky mengerut saat dia merasakan dingin ketika menyentuh jemari Maura.
"Apa kamu sakit? Kenapa tanganmu begitu dingin?" Zaky menempelkan punggung tangan di dahi Maura.
Zaky menggeleng melihat wajah semu merah yang muncul di kedua pipi Maura.
"Aku ingin kita segera mempunyai baby agar pernikahan kita terasa lengkap."
Maura menatap wajah Zaky yang terlihat serius.
Zaky tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, perlahan dia mendekatkan wajahnya hingga berjarak beberapa sentimeter dari wajah Maura.
Bibirnya pun mulai mengecup lembut bibir mungil Maura, menurut Zaky rasanya sangat kecanduan.
Maura terdiam karena syok sekaligus terkejut.
Melihat Maura yang hanya diam, entah mengapa Zaky ingin mengulanginya lagi.
Kecupan yang berawal hanya ciuman biasa akhirnya sekarang menjadi sebuah lu*matan.
Maura mencoba membalas lu*matan Zaky, dia sudah bertekad untuk melepaskan kehormatannya untuk Zaky sang suami.
__ADS_1
Zaky pun tersenyum senang ketika Maura mau membalas ciuman itu, dia bertambah semangat untuk segera mencetak gol.
Beberapa menit kemudian.
Kecupan Zaky turun ke leher jenjang Maura, dia merebahkan tubuh Maura dengan perlahan dan kecupannya terus turun ke bawah.
Tidak sabar, Zaky segera melepaskan pakaian yang masih melekat di tubuh mereka dan sekarang terpampang jelaslah tubuh indah milik Maura.
'Ternyata meskipun dia terlihat seperti tomboi tetapi lihatlah harta berharga yang sangat indah dalam tubuhnya. Astaga, aku benar-benar tidak menyangka.' Zaky tidak bosan memandang tubuh polos Maura.
"By, apa kamu akan terus menatapku seperti itu?" Maura pun menjadi malu.
Zaky tersadar dari lamunannya. "Aku hanya mengagumi sesuatu yang ada dalam dirimu." lanjutnya dengan memegang kedua buah melon milik Maura yang berukuran cukup besar.
Mulailah dia meraba dan bermain disana.
Setelah puas, Zaky pun tidak sabar untuk memulai permainan.
Dia menuntun tombak raksasanya ke kantong Semar milik sang istri.
Saat tombak raksasa itu ingin memaksa masuk, Maura memegang erat lengan Zaky.
Zaky pun hanya bisa pasrah dan terus berusaha membobol pertahanan Maura.
Jeritan sakit akibat gol yang berhasil Zaky cetak terdengar di telinga Zaky, untung saja kamar kedap suara dan itu membuat Zaky tidak takut jika Maura mengeluarkan nyanyian merdunya.
Mereka berdua mend*sah bersamaan, meskipun sebenarnya tombak raksasa Zaky juga sedikit ngilu karena dia baru pertama kali melakukan hal ini.
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
TERIMA KASIH BANYAK 🙏**
__ADS_1