JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 41 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Terlihat Zaky seperti sedang menghubungi seseorang.


"Benarkah? Apa dia juga ada disini?" ucap Zaky pada sang penelepon.


Ammar yang saat itu sedang bersama dengan Zaky hanya mampu memberi kode dan bertanya siapa yang menghubungi.


"Tante." bisik Zaky dengan suara pelan.


"Baiklah, aku akan menghubungi Amman dan meminta bertemu diluar untuk makan malam bersama."


Sambungan terputus dan Zaky meletakkan ponselnya di atas meja.


"Ada apa?" Ammar yang penasaran langsung bertanya.


"Tante mengatakan jika Amman berada di negara ini."


Ammar meneguk Saliva dengan gugup. 'Berarti yang dua hari lalu aku lihat itu benar Anisa, bukan hanya haluan tetapi kenyataan.' batinnya.


"Aku sudah tau permasalahanmu dengan Amman, Mommy sudah menceritakan semuanya. Aku harap kau bisa berubah, Ammar."


Ammar hanya diam saja tanpa berniat menjawab ucapan Zaky.


"Aku akan menghubungi Amman terlebih dahulu dan mengatakan jika aku ingin bertemu dengannya."


Ammar hanya mengedikkan bahu.


Zaky kembali mengambil ponsel dan mengubungi Amman.


Sambungan langsung terjawab dan terdengar suara Amman menyapa dari seberang.


"Hai, Man. Kau berada di negara Swiss tetapi tidak memberitahu aku."


๐Ÿ“ฒ"Memangnya kenapa? Apa kau berada di Swiss juga?''

__ADS_1


"Tentu, aku baru tau dari Tante Rere jika kau tinggal di Swiss. Bagaimana jika nanti kita makan malam diluar? Kau juga bisa mengajak istrimu."


๐Ÿ“ฒ"Baiklah, aku akan usahakan dan mengatakan pada istriku." jawab Amman dari seberang.


"Ya sudah, aku akan mengirim lokasi cafe yang akan kita jadikan tempat pertemuan."


Setelah mengucapkan sampai jumpa, sambungan langsung terputus.


Di kediaman Amman.


Audrey penasaran dengan siapa Amman berbicara ditelepon tadi.


"Siapa kak?''


Amman melirik Audrey. "Sepupuku, Oma nya dia adalah adik kandung Omaku."


Audrey hanya mengangguk.


"Sepupuku sedang berada di Swiss dan dia mengajak untuk makan malam bersama di salah satu cafe yang terletak di daerah sini. Apa kalian berdua ingin ikut?"


Anisa dan Audrey hanya saling lirik.


"Aku sepertinya tidak akan ikut.''


"Why?" Amman bertanya karena heran.


"Aku, aku takut kelelahan." bohongnya karena, padahal Anisa takut jika dia akan menganggu acara makan malam mereka semua.


"Aku akan mengatakan pada sepupuku untuk mencari cafe yang letaknya lebih dekat dari rumah kita."


Anisa terdiam karena bingung harus mencari alasan apalagi. "Sebaiknya kamu dan Audrey saja yang pergi, Mas. Aku akan jaga rumah." lanjutnya.


"Tidak-tidak! Kak Anisa harus ikut karena ini malam hari kak, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kakak sementara kakak sendirian di rumah dan suasana sepi karena malam." ucap Audrey bersikeras mengajak Anisa.


"Tapi Audreyโ€”" ucapan Anisa terpotong karena Audrey dengan cepat menyelanya.

__ADS_1


"Ayolah kak, aku mohon." Audrey terus memaksa.


Anisa akhirnya pasrah dan mengangguk.


Mereka segera bersiap karena jam sudah menunjukkan pukul enam sore.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Malam hari.


Amman, Audrey dan Anisa sampai terlebih dahulu di cafe yang menjadi tempat pilihan mereka untuk bertemu dengan Zaky.


"Kak, apa kamu tidak salah cafe?" tegur Audrey ketika dia melihat jam tangan dan ternyata Zaky sudah terlambat sepuluh menit.


"Aku rasa tidak, ini adalah cafenya." Amman menyodorkan ponsel pada Audrey .


Audrey melihat ponsel dan dia kembali melihat ke sekeliling. "Sangat bosan rasanya menunggu seperti ini."


Amman tersenyum tipis dan itu mampu membuat Audrey bertanya-tanya.


"Kak, kamu menertawakan aku?"


Amman menggeleng dan dia memberikan kode jika Zaky sudah datang.


โ€ข


โ€ข


**TBC


HAPPY READING AND HAPPY WEEKEND ๐Ÿค—


MANA NIH YANG WEEKEND NYA HANYA REBAHAN DI RUMAH DAN BACA NOVEL DARI MOM AL?


SEMOGA HARI-HARI KALIAN MENYENANGKAN GUYS, SEE YOU โฃ๏ธโฃ๏ธ

__ADS_1


LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH DAN RATE ๐ŸŒŸ 5 UNTUK SI KEMBAR.


TERIMA KASIH BANYAK ๐Ÿ™**


__ADS_2