JERAT CINTA SI KEMBAR

JERAT CINTA SI KEMBAR
Bab 70 Jerat Cinta Si Kembar


__ADS_3

Sore hari.


Lima belas menit kemudian Ammar telah sampai di rumah milik Celline, dia mengemudikan mobil dengan sangat kencang agar tidak memakan waktu yang cukup lama.


Di dalam mobil, Ammar mengetik sebuah pesan dan mengirimkan kepada Celline.


Di dalam kamar.


Celline melihat pesan yang masuk di ponselnya.


'Aku sudah sampai sedikit jauh dari rumah kamu, aku akan memanjat tembok dan siapkan alat untuk aku naik ke kamarmu.' pesan yang Ammar kirim.


"Alat? Apa yang harus aku gunakan untuk membantu kak Ammar naik? Tidak mungkin aku harus mengambil tali tambang terlihat dahulu, aku saat ini 'kan sedang di kurung." Celline menjadi bingung, dia mondar mandir di balkon kamarnya.


Celline melihat ke bawah dan ternyata Ammar sudah masuk ke dalam halaman rumah tanpa sepengetahuan siapapun.


Ammar melambaikan tangan kepada Celline, dia juga melihat keadaan sekitar lalu memberikan jempol kepada Celline.


Celline terdiam sejenak lalu dia mengangguk, diambilnya kain lalu di ikat hingga panjang dan sampai di halaman bawah.


"Semoga berhasil dan tidak ada yang melihat." gumam Celline sambil mengikatkan kain di besi ranjang lalu dia melempar ujung kain tersebut ke halaman bawah.


Ammar naik dengan susah payah.


Sesaat kemudian, Ammar pun berhasil masuk ke dalam kamar milik Celline.


"Kak." lirih Celline dan masuk ke dalam dekapan Ammar.


Ammar pun memeluk tubuh Celline dengan erat.


"Syukurlah kamu baik-baik saja." Ammar mengecup pucuk kepala Celline.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus melupakan semuanya kak, aku takut Daddy akan murka jika mengetahui aku kabur denganmu."


Pelukan terurai.


"SST!" Ammar menempelkan jari telunjuk di bibir milik Celline. "Jangan katakan apapun lagi, ikutlah denganku dan jangan memikirkan hal buruk lainnya."


Mata mereka saling memandang.


'Aku sangat bersyukur karena kak Ammar benar-benar tulus mencintaiku, tetapi aku juga tidak ingin jadi anak durhaka dan hidupku tidak akan bahagia jika aku menikah tanpa restu orangtuaku.' batin Celline dilema.


"Apa kamu siap untuk ikut bersamaku? Celline, aku sudah kehilangan cinta pertama dan keduaku, aku tidak ingin kehilangan cintaku lagi." Ammar berkata dengan nada lirih.


Celline tidak tahan membendung air mata.


"Sudah, hapus air matamu dan kita harus segera pergi." ucap Ammar setelah dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul empat sore.


Celline pun mengangguk.


Mereka berdua sudah seperti aksi penyelamatan tawanan.


Sesampainya di bawah.


Terdengar nafas Ammar yang terengah mungkin karena dia sangat kelelahan.


"Kamu naiklah dulu ke atas, setelah itu aku akan menyusul." ucap Ammar kepada Celline dan hanya dijawab oleh anggukan.


Ammar membantu Celline naik ke atas tembok yang cukup tinggi, untunglah saat ini Celline memakai celana panjang.


Setelah Celline berhasil sekarang giliran Ammar.


Bruk.

__ADS_1


Mereka berdua sampai diluar dan dengan segera berlari kecil ke arah mobil Ammar.


Sesampainya di dalam mobil.


"Di kamar kamu tidak ada CCTV 'kan?"


Celline pun menggeleng.


"Baiklah, aktifkan GPS kamu agar Uncle Ex bisa mengetahui keberadaan kita."


Celline mematuhi ucapan Ammar dan dia mengaktifkan GPS di ponselnya.


Ammar pun mulai melajukan mobil ke hotel yang sudah dia booking tadi.


'Maafkan Celline, Dad, Mom. Inilah kebahagiaan Celline, semoga kalian berdua bisa merestui hubungan Celline dan kak Ammar.' batin Celline saat mobil sudah menjauh dari area rumahnya.


Ammar tetap fokus menyetir meskipun sesekali dia melirik ke arah Celline.





**KABUR 🥺🥺



TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**


__ADS_2