Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 10


__ADS_3

Hai readers jangan lupa like yaa 😗😗


.


.


--------


"Apa kamu masih membenciku rain?" Tanya Adimas sekali lagi sambil menatap mata Raina lekat.


Setelah terdiam lama akhirnya Raina pun menjawab pertanyaannya.


"Ya" jawab Raina tanpa ragu. "Aku heran kenapa kamu masih saja mempertanyakan hal yang kau sendiri tau jawabannya."


Adimas pun menggangkat bahu dengan ragu. "Ku kira karna telah lama terjadi, kau sudah memaafkan ku."


"Kalau aku meminta maaf sekarang,, apa kamu akan memaafkanku?" Tanya Adimas tapi Raina masih saja tetap diam.


"Aku tau kau tak menginginkan permintaan maaf dari ku,, mungkin menurutmu ini sudah terlambat,, tapi tidak ada salahnya aku ingin meminta maaf" ungkapnya lagi


Raina menatapnya dengan alis berkerut tak percaya seorang Adimas yang dulu sangat angkuh meminta maaf padanya.


"Kau tahu permintaan maaf mu tak akan mengubah apa yang telah terjadi" gumam Raina


Adimas pun mengangguk "ya kau benar Rain,, tapi tetap saja aku ingin meminta maaf atas perbuatan buruk ku pada masa lalu"


"Mungkin kau melakukannya untuk mengurangi sedikit rasa bersalahmu agar perasaanmu sedikit lebih baik,, tapi itu tidak mempengaruhi perasaan ku lebih baik setelah kau meminta maaf" tegas Raina.


"Well,, ada lagi yang ingin kau sampaikan?" Tanya Raina


Adimas pun menggeleng kepala dan terdiam dia masih terpaku dengan pertanyaan Raina,, yaa dia benar permintaan maafnya tak berarti apa apa dengan kelakuan yang telah dia lakukan dulu yang sangat menyakiti gadis itu.


"Baiklah,, jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan dan juga kakek kakek kita juga tak ada maka aku akan permisi" kata Raina beranjak dari bangkunya dan bergegas untuk pergi


"Tunggu Rain" cegah Adimas yang melihat Raina akan pergi

__ADS_1


Raina pun menghentikan langkahnya dan menenggok ke Adimas "apalagi bukankah tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan" katanya kesal


"Iyaa,, memang tidak ada,, tapi aku akan menghantarmu ke cafe atau ke aparterment mu?"tawar adimas


" tak perlu aku bisa sendiri" tolak Raina lalu bergegas pergi. Sementara adimas masih diam terpaku ditempat duduknya.


Tak lama dia pun bergegas keluar cafe, dilihatnya cuaca sangat mendung dan angin sedikit kencang, ia pun menuju mobilnya, tak berapa lama hujan pun turun dengan deras.


"Untunglah sudah sampai di mobil" dengusnya. Tak lama ia pun melajukan kendaraannya.


Tak lama melaju Adimas pun melihat Raina masih berdiri di halte tak jauh dari cafe. Dilihatnya gadis itu sedang berteduh dengan tangannya yang sedikit menggigil yaa karena hujannya cukup deras disertai angin. Adimas pun menepikan kendaraannya di depan gadis itu.


Tiiin....tiiin...tiin


"Hai ayoo naik,, biar kuantar" ajak adimas dari balik kemudi dengan kaca sedikit terbuka


Namun Raina masih saja tetap diam tak bergeming dengan tawaran Adimas.


"Ayoolah naik,, hujan nya akan semakin deras dan kau terlihat kedinginan,, mari aku antar,, nanti kau boleh lanjut membenciku" ajak Adimas lagi.


Namun lagi lagi Raina seakan menulikan telinga dan mengacuhkan ajakan Adimas. Dia masih terpaku ditempatnya berdiri cukup lama, dan adimas pun masih tetap di depannya,, hingga suara klakson mobil mobil di belakang mobil Adimas terus berbunyi karena mobilnya menghalangi kendaraan umum yang akan berhenti di halte tersebut dan tentu membuat kemacetan.


Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, dan banyak bisik bisik yang beredar membuat Raina jenggah.


"Udah mba ikut aja sama mas nya, kesian tuh mas nya, terus liat mba bikin macet" ujar ibu ibu disampingnya


"Ikut aja kenapa mba jangan jual mahal" kata ibu ibu yang lainnya


" maaf nak bisa tidak itu mas nya jangan bikin macet, itu jemputan saya ga bisa jalan mba dibelakang" kata nenek beserta cucu nya.


Hal itu membuat Raina tak enak akhirnya mau ga mau dia masuk kedalam mobil adimas dengan wajah cemberut. Lain halnya dengan adimas ia merasa senang. Mobil pun melaju kembali didalam mobil suasana sangat hening tak ada satu pun yang membuka obrolan,, adimas yang menatap lurus kedep sambil mengemudi sementara Riana lebih membuang mukanya ke arah jendela samping.


Akhir ya mau tak mau adimas buka suara "mau ku antar kemana ?" Tanya nya


Riana pun melihat jam tangan nya jam menunjukan pukul 9 malem.. tak mungkin ia kembali ke cafe karna sebentar lagi acafee tutup,, mau tak mau dia harus diantar ke apartementnya.

__ADS_1


"Ke apartement ku saja ,, di apartement


N syailendra" ucapnya


"Ooh,, kau tinggal disana,, baiklah aku akan menghantar tuan putri ke istana" kelakar adimas.


Raina hanya mendengus kesal. Apa sejak kapan dia bisa tertawa dan ngelawak kaya gitu,, batin raina


Suasana kembali hening,, membuat raina mengantuk dan tak sadar dia pun tertidur,, tak lama mobil pun sampai dilobi apartement syailendra.


"Sudah sampai tuan putri" katiha adimas,, namun tak mendapat jawaban dari raina lantas adimas pun menoleh kearahnya. Dan melihat raina tertidur pulas. Dipandanginya wajah raina yang tertidur itu,, cantik gumamnya sambil tersenyum maafkan atas tindakkan bodoh ku pada masa lalu aku benar benar menyesal ungkapnya lagi sambil memandang wajah gadis itu


"Rain,, bangun sudah sampai" ujar adimas sambil menggoyangkan tangan


Riana


"Uuhmm" gumam riana sambil merejap kan matanya. Dan ia pun terperanjat melihat adimas. Lalu beberapa saat kemudian ia tersadar jika sedang bersama adimas.


"Terima kasih telah mengantarku" ucapnya


"Sama sama"


Rain pun bergegas keluar dari mobil. Dan ia kembali berkata pada adimas


" jangan temui aku lagi"..


Adimas pun terpaku didalam mobil mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh Raina,, mengapa mendengar itu hatinya terasa begitu sakit. Ia pun lalu melajukan mobilnya dengan perasaan bersalah


.


.


-------


haii readers maaf yaa kalau jarang up.. semoga author bisa istiqomah up minimal seminggu 3x yaa doain yaa..

__ADS_1


.


.


__ADS_2