
Selamat membaca karya author semua.. jangan lupa tinggalkan likenya.. ππ
.
.
.
πππππππππ
Apartement Adimas
Sementara itu diapartementnya Adimas tengah sakit badannya demam kepala nya sangat pusing dia hanya dapat berbaring diatas tepat tidurnya. Ia ingin menelpon seseorang untuk membantunya karna rasanya dia sudah tidak sanggup untuk berdiri. Diambilnya Handphone nya yang tergeletak diujung nakasnya ternyata Handphonenya habis daya dan dia lupa menaruh chargernya.
"Sialaan,, pake acara mati lagi ni hp" makinya
Ia pun meraih telpon disamping ranjangnya dan menghubungi seseorang yang memang sudah dia simpan di bookphone tersebut dia langsung men dial angka 3 untuk langsung menghubungi seseorang.
"Hallo Mik,, bisa lu datang ke apartement gue" tanyanya dengan suara parau
"Hallo bro lu kenapa, are you okey? Tanya balik Miko
"Gue lagi gak baik baik aja, cepet lu datang kesini" perintahnya
"Tunggu broo,, tapi.." tak sempat ia melanjutkan telpon tersebut karna telpon tersebut terputus sepihak
"Sialan tuh orang belum beres ngomong udah di matiin" umpat Miko
"Gak tau apa gue ada meeting penting sama klien dan itu juga gegara dia gue kan gantiin dia" gerutunya
"Mit.." panggil Miko pada Mita sekretaris Adimas
"Iya pak bisa saya bantu"
"Meetingnya jam berapa mit? Dimas ga bakal bisa datang "
"Jam 11 pak"
"Sial sekarang udah jam 9.30 mana bisa gue ketempat dia" katanya kesal
"Maaf pak lancang, emang ada apa pak?" Tanya mita penasaran pasalnya sejak menerima telpon atasannya terlihat kesal
"Si Dimas sakit minta aku kesana tapi mana sempat dan kamu juga harus ikut meeting sama saya, bingung saya" jelas Miko
"Kenapa gak minta tolong mbak Salsa saja pak, dia kan bucin banget sama pa Dimas pasti mau dia nemenin ditambah dia kan dokter walau dokter internis" kata Mita memberi pendapat
"Benar juga kamu,, ya udah kamu rapikan berkas yang mau dibawa meeting saya telpon Salsa dulu baru kita berangkat" perintahnya
Ketika hendak menelpon Salsa, lebih dahulu masuk notif wa dari nomer yang tak dia ketahui, lalu ia segera membukanya karna penasaran
π© +62812983ΓΓΓΓΓ
Assalamualikum wr wb
Maaf menggangggu mas miko, saya Raina mas..
Mas mau tanya apa sekarang Dimas lagi sama mas yaa.. saya hubungi tak bisa
"Pucuk dicinta ulam pun tiba" bathin Miko. Maka ia pun tak menyianyikan kesempatan ini langsung menelpon Raina.
ππ¦ hallo Ra
ππ© hallo mas miko, kaget aku ditelpon mas ada perlu apa mas, apa wa aku ganggu yaa aku minta maaf
ππ¦ gak ko Ra, malah aku seneng kamu wa terus nanyain Dimas, kebetulan sekali
ππ© aku gak ngerti mas maksudnya? Apa dia ada disana sama mas Miko, kalau ia gak apa apa mas
ππ¦ dia lagi gak sama aku Ra,, tapi kok tumben kamu cariin dia khawatir gitu (goda miko)
ππ© gak apa apa mas mau tanya aja takut dia sakit, soalna kemarin pulang dari panti dia kehujanan
ππ¦ pantesan dia gak masuk kerja dan barusan telpon aku suaranya parau gitu kaya nya dia sakit dia minta aku ke apartementnya
ππ© sa..sakit mas
ππ¦ iya Ra,, tuh jadi lupa kan maksud aku telpon kamu mau minta tolong buat nemenin dia ra disana,, aku sebenarnya ga bisa ada meeting buat gantiin dia dan ini penting,, gimana Ra bisa gak??
ππ© kok aku yaa mas? Emang ga ada yang lain gitu pacarnya gitu?
ππ¦ kamu nanya apa lagi mau ngorek Dimas udah punya pacar apa belum,, dia mah boro boro Ra punya pacar kayanya alargi sama cewek, yaudah kalau kamu ga bisa aku telpon salsa aja
ππ© tunggu mas.. aku bisa kirim alamatnya aja ya mas aku kesana sekarang
ππ¦ cepet amaat Ra.. π π π
ππ© gak jadi ah mas miko mah gitu godain aku mulu
ππ¦becanda Ra,, iyaa aku kirimin alamatnya sekarang yaa,, aku minta tolong jaga dia yaa Ra,, dia kalau lagi sakit nyusahin nanti setelah berea meeting aku sama Mita kesana deh
ππ© iya mas
"Misi pak, semua sudah saya bereskan, bisa jalan sekarang khawatir macet" tanya Mita
"Bisa Mit, nih aku baru beres urusan sama si Dimas, ayook kita jalan" seru Miko
"Kan bener pak, mbak Salsa mah mana nolak suruh nemenin pak Dimas, gak minta ditemenin aja dia kaya ulet nempel mulu"
"Kamu salah Mit, aku ga nelpon Salsa tapi aku nelpon tunangannya"
"Pak Dimas udah punya tunangan pak"
Miko pun hanya menggangguk. "Kepo yaa kamu siapa tuanangannya" ejek Miko
"Kok bapak tau? Siapa pak bocorin dikit laah" desak Mita
"Ayoo cepat nanti kita telat" kata Miko
"Iih pelit bapak mah" rajuk Mita kesal
"Abis dari meeting kamu akan tau orangnya siapa" kata Miko.
ππππππππππ
Kediaman Utama Waluyo
"Mbak,, oppa mana yaa?" Tanya Raina pada Anggi yang sedang menonton tv
"Tadi seh mbak liat masuk kamar dek" jawab Anggi
"Oke mbak aku ke kamar oppa bentar,, nanti mbak boleh lanjut tanya tanya aku lagi" ujar Raina yang melihat kakak iparnya hendak mengajukan pertanyaan. Raina pun bergegas ke kamar oppa nya.
"Oppa"
"Iya na.. ada apa hmm,, kamu mau ke toko ya sudah rapi?" Tanya oppa
"Iyaa oppa, aku mau izin keluar sebentar yaa"
__ADS_1
"Iyaa,, hati hati yaa kamu"
Setelah pamit kepada oppa nya ia pun kembali menuju kakak iparnya.
"Mba mau tanya kan aku mau kemana?" Tembak Raina langsung
"Hehehe.. iyaa dek, kamu mau ke toko mbak titip yang manis manis yaa"
"Aku gak ke toko mbak,, mau ke apartementnya Dimas" kata Raina pelan
"APAA??" Anggi yang mendengarnya pun kaget
"Mau apa kamu kesana dek?" Tanyanya cemas
"Dia lagi sakit kak dan aku merasa bersalah gegara aku dia sakit" jelas Raina
"Tapi kamu harus jaga diri ya dek, kakak khawatir?" Cemas Anggi
"Iyaa kak, lagi pula nanti disana juga akan ada mas Miko dan sekretarisnya Dimas" terang Raina agar kakaknya tidak terlu cemas
"Baiklah, kamu hati hati yaa"
"Iyaa kak, aku pamit yaa taxi online nya sudah tiba" kata Raina bergegas akan pergi, namun ia kembali berbalik
"Ada yang ketinggalan dek?" Tanya Anggi melihat ia kembali
"Gak aku cuma mau bilang, please jangan kasih tau yang lain ya kak"
"Iyaa, tapi ada 1 syarat yaa kamu harus hubungi kakak oke"
"Siap boss" ujarnya langsung bergegas kembali pergi.
πππππππππ
Apartement Adimas
Teeet....teeet...teeet
Bunyi bel terdengar didari dalam apartementnya, sedangkan pemilik apartement tersebut masih meringkuk diatas tempat tidur. Kepalanya terasa berat. Ditambah bunyi bel membuatnya tambah pusing
"Kenapa seh si Miko bukannya masuk aja, pake acara pencet bel" gerutunya
Ketika bunyi bel terus terdengar mau tak mau dia bangkit dari kasur empuknya. Dan Brugggh.. dia pun oleng dan jatuh tersungkur dilantai akibat tubuhnya sangat lemah dan pusing dikepalanya.
"Kok lama banget dari tadi ga dibukain pintunya" gumam Raina yang sudah hampir 10 menit berdiri di depan pintu apartement Adimas. "Apa gue telpon mas miko aja yaa? Eh tapi dia lagi meeting takut ganggu? Gue coba wa dulu deh?
π¨ Mas Miko
Assalamualikum mas,, mas aku udah 10 menit disini tapi kok Dimas ga bukain pintu yaa
Miko yang sedang rapat pun mendengar bunyi notif wa nya pun melirik hp nya dan melihat pengirim tersebut adalah Raina ia bergegas membukanya. Setelah membaca pesan tersebut dia meminta izin sebentar kepada kliennya untuk ke toilet.
Setibanya di toilet Miko langsung menghubungi Raina.
ππ¦Ra gimana masih belum dibuka
ππ© belum mas, apa kenapa kenapa ya dia didalam
ππ¦ iya itu yang aku khawatirkan, aku seh punya card cadangan tapi ada dimobil dan gak mungkin aku anterin. Tunggu sebentar yaa.. aku hubungin bagian maintanaint apartement.
Ia pun langsung menutup telponnya sepihak dan menghubungi orang Apartement. Ia meminta tolong agar dibukakan pintu apartement Dimas dengan kunci cadangan di pengelola gedung dan memberitahukan alasannya. Dan mereka pun setuju. Karna ada jiwa yang harus diselamatkan. Fikir mereka
ππ¦ hallo Ra,, nanti ada orang dari pengelola gedung datang kesitu buat buka pintu. Kamu tunggu aja disana, aku sehabis beres ini langsung kesana. Aku titip Dimas ya Ra
ππ© iyaa hallo mas, baik iyaa baik
"Pak bisa tolong angkat ke atas tempat tidurnya" kata Raina panik melihat keadaan Adimas
"Baik mbak" mereka pun mengangkat adimas
"Mbak sebaiknya kita hubungi dokter untuk memeriksa keadaan mas Dimas" saran salah satu pengelola gedung
"Iyaa menurut saya begitu" kata Raina
"Maaf gimana kalau saya panggil dokter andre saja, kebetulan dia sudah pulang praktek" usul salah satu security yang tadi ikut membantu
"Iya tolong panggilkan saja pak, biar lebih cepat ditolong" kata Raina
Tak berapa lama pak security itu datang dengan dokter lalu dokter pun memeriksa keadaan Adimas. Sedangkan pengelola dan security telah pamit usai dokter tiba.
"Gimana keadaannya dok?" Tanya Raina khawatir
"Dimas ini emang bandel saya selalu wanti wanti dia jangan telat makan karna magh malah ngeyel" ujar dokter itu
"Maaf dokter kenal Dimas?" Tanya Raina penasaran
"Iyaa saya dokter pribadinya , oh ya sepertinya saya baru liat anda?"
"Saya temannya dokter, kebetulan saya disuruh kemari sama mas miko buat cek keadaannya, dan anda liat sendiri kan " ujar Raina
" untung anda cepat datang nona, dia cuma demam dan magh nya kambuh tapi sudah saya beri infus supaya dia ada asupan makanannya, di nakas juga sudah saya taruh obat bisa diminum sesuai anjuran, dan kalau dia sadar pastikan dia makan yaa" jelas dokter
"Baik dokter terima kasih" ucap Raina sambil mengantar dokter hingga pintu.
"Syukurlah kamu gak apa apa dim,," ucapnya sambil memandang wajah adimas yang pucat dan lemah.
Sebaiknya aku buat bubur untuknya nanti saat dia bangun bisa langsung makan dan minum obat, pikir Raina dia pun segera menuju pantry. Dilihatnya isi kulkas sangat lengkap menakjubkan pikirnya untuk seorang laki laki yang tinggal sendiri. Tanpa aba aba dia mulai mengeksekusi masakkannya. Rencananya ia akan membuat bubur dan sup daging sapi.
Tak berasa akhirnya ia selesai memasak diliriknya jam dinding sudah pukul 1 siang. "Kenapa mas miko belum datang yaa? Apa belum beres meetingnya" tanyanya. Akhirnya ia memutuskan kekamar Adimas untuk mengecek keadaannya.
"Belum bangun" ucapnya pada diri sendiri, lalu ia memutuskan duduk di sofa dikamar tidur Adimas sambil menunggu Miko datang dan bisa sekaligus mengecek keadaan Adimas. Raina pun menduduk diri di sofa tersebut sekaligus bermain hp.
"Huuuh" leguh Adimas saat tersadar, dirinya merasa pusing
"Hei kamu sudah sadar?" Tanya Raina mendekatkan diri ke arah Adimas.
"Rain,, itu kamu ?" Tanya Adimas lemah
"Iya,, saya kenapa?" Tanyanya sambil melepas infusan yang sudah habis dari tangan Adimas.
"Aww..sakit" kata Adimas ketika infusan itu dicabut.
"Sejak kapan kamu disini?"
"Hmm.. sejak kamu kegeletak dilantai" jawab Raina
Adimas pun memutar ingatannya beberapa saat lalu, dan ia tersadar ia terjatuh akibat hendak membuka pintu.
"Jadi kamu orang yang buat aku terjatuh?" Tanya Adimas
"Hei..hei.. enak aja aku bahkan nolongin kamu yaa" kata Raina kesal atas tuduhan Adimas
"Iyaa kamu kan yang mencet bel apartement aku,, pada saat aku mau buka aku langsung pusing dan pingsan" terang Adimas
"Maaf" jawab Raina dengan muka sedih pasalnya dia tidak tau kalau Adimas jatuh akibat mau membukakan pintu.
"Hemm.. kenapa sedih?" Tanya Adimas lembut sambil mengangkat muka Raina
__ADS_1
"Sudahlah kamu juga tak tau dan kamu sudah menolongku terima kasih" ucap Adimas.
"Kok kamu tau aku sakit dan ada disini?" Tanyanya penasaran
"Iyaa aku tau dari mas miko"
"Kamu hubungi dia tanya keadaan kamu karna pesan ku ga kamu balas"
"Dan mas miko bilang kamu sakit dan meninta tolong buat liat keadaan kamu karna mas miko sibuk gantiin kamu buat meeting" jelas Raina
"Yaa ampun aku lupa kalau ada meeting penting" ucap Adimas
"Hmm.. apa kamu khawatir sama aku karna aku ga balas pesan kamu" goda Adimas
"Gak siapa bilang" bohong Raina
"Masa seh, buktinya kamu sampe hubungi miko buat tanya aku?" Adimas makin menggoda Raina yang mukanya tampak memerah.
"Kamu itu geer banget" kata Raina yang pergi meninggalkan Adimas ia malu karna mukanya sudah kaya kepiting rebus.
"Hei mau kemana kamu? Aku cuma becanda" tanya Adimas sambil memegang pergelangan tangan Raina
"Aku mau ke pantry mau ambil makan buat kamu" jawab Raina
"Emang ada makanan disini" tanyanya karna seingat Adimas ia belum memasak makanan apapun
"Aku memasaknya tadi dengan bahan yang ada dikulkasmu? Aku buat bubur dan sup daging" jelas Raina lalu bergegas pergi. Sementara Adimas tersenyum atas perhatian Raina
Raina pun datang kembali dengan membawa napan berisikan semangkuk bubur, semangkuk sup daging dan segelas air putih. Lalu meletakannya di samping nakas.
"Silahkan dimakan" tawarnya sambil menyerahkan mangkuk bubur ke tangan Adimas.tapi Raina melihat tangan Adimas gemetar memegang mangkuk tersebut dan akhirnya ia berinsiatif menyuapinya.
"Ehmm.. sini biar aku suapi" ujar Raina
"Terima kasih" ucap Adimas.
"Hayoo buka mulutnya" perintah Raina. Dan dimas pun mulai membuka mulutnya dan memakan makanannya.
"Enak.. masakkan kamu enak" puji Adimas
"Biasa saja" jawab Raina jutek , namun hatinya senang karna Adimas menyukai masakkannya. Kruuuk..kruuuk
"Bunyi apa itu?" Tanya Adimas pura pura bego
" bunyi aku gak denger tuh?" Kata Raina berbohong. Pasalnya itu suara perutnya yang sudah berdemo minta makan tapi dia malu karna dimas mendengar bunyi perutnya.
"Bunyi anakonda itu lagi demo" kata Adimas yang tau kalau Raina malu
"Rain dokter bilang aku sakit apa?" Tanya Adimas serius sambil menerima suapan dari Raina
"Hanya magh dan demam" jawab Raina
"Jadi aku gak flu kan?" Tanya lagi meyakinkan Raina
"Nggak kamu gak flu" kata Raina, lalu Adimas menggambil sendok yang ada ditangan Raina dan menyuapinya.
"Karna aku ga flu jadi aku gak akan nularin orang dong pastinya"
"Sekarang ayook kamu juga makan aku suapi jangan aku maka sendiri, aku tau kamu juga laper kan" kata Adimas
"Tapi ini kan makanan buat kamu" tolak Raina
"Gak masalah kalau kurang tinggal ambil lagi"
"Sekarang buka mulut kamu, aaaa" perintah Adimas
Akhirnya Raina pun membuka mulutnya dan menerima suapan Adimas, mukanya kini bersemi merah
"Anak baik" ucap Adimas sambil mengelus pipi Raina.
"Kamu jangan malu jika perutmu bunyi, itu hal biasa kalau lapar" ujar Adimas sambil kembali menyuapi Raina.
Mereka berdua melanjutkan makannya semangkuk berdua dalam diam.
"Ehem..ehem.." suara deheman yang rupa nya disengaja disuarakan dengan keras. Sontak membuat kedua nya terkejut dan melihat ke arah pintu.
"Rupanya kita mengganggu dua orang ini Mit, sebaiknya kita balik lagi aja Mit" ujar Miko pada Mita. Mendengar hal itu membuat Raina merasa malu sedangkan Adimas merasa geram akibat ulah sahabatnya itu.
"Eh mas miko udah datang" sapa Raina dengan muka bersemu merah
"Ada apa lu kesini, gimana metingnya lancarkan" ucap Adimas mengalihkan pembicaraan.
"Saya permisi dulu kalau gitu mau taruh mangkuk dulu" ucap Raina. Yang dijawab anggukkan oleh Dimas lalu bergegas keluar.
"Sakit apa lu bro,, sampe gak berdaya gitu". Tanya Miko
"Cuma demam sama magh akut gue kumat"
"Gimana meting tadi ?" Tanyanya pada Miko. Dan Miko pun menjelaskannya Adimas
Sementara itu dipantry Raina sedang berbincang dengan Mita.
"Jadi mbak Raina ini tunangan nya pak Dimas? Saya gak nyangka loh mbak tapi bersyukur kalau mbak yang jadi calon istrinya bukan ulet keket itu" kata Mita membuka obrolan
"Kata siapa aku tunangannya mba Mita mah gosip aja" tepis Raina
"Mau minum apa mbak?" Tawarnya pada Mita
"Softdirnk aja mbak " jawabnya.
"Aku gak gosip aku tau dari pak Miko tadi pagi, terus juga tuh cincin pak Dimas juga dijari mbak" jelas Mita
Raina pun kaget masalah cincin, cincin yang melingkar dijarinya karna kekonyolan Dimas membuatnya diberondong banyak pertanyaan.
"Udahlah mbak, aku dukung hubungan kalian, pak Dimas itu orangnya biar pun cuek, jutek tapi baik banget mbak" terang Mita
"Oh ya mbak Mit, yang mbak bilang ulat keket itu siapa seh? Kayanya gak suka banget?" Tanyanya penasaran
"Itu loh mbak dokter salsa,, dia sahabatnya pak Dimas juga pak Miko tapi kayanya dia naksir sama pak Dimas mepet terus sama dia tapi pak Dimasnya mah cuek aja" terang Mita
"Ooh jadi dokter salsa naksir Dimas" gumamnya
"Hei para wanita cukup gibahnya, Mit ayok kembali ke kantor?" Seru Miko menghentikan obrolan 2 wanita tersebut
"Loh kok balik, aku kira mau gantian jagain Dimas, mas Miko?" Tanya Raina heran
"Maaf Ra,, aku mesti balik ke kantor nanti jam pulang kantor aku kesini lagi,, ada kerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga" terang Miko
"Kamu gak apa apa kan jagain Dimas dulu, dia masih lemah banget tadi aja ke kamar mandi minta anter aku, ntar kamu pulang dianter Mita dia kesini lagi ntar sama aku" kata Miko lagi
"Tenang mbak Raina ntar aku antar pulang deh" tambah Mita
"Iyaa.. aku stay disini " jawab Raina lesu
"Maaf ya merepotkan mu" ucap miko. Lalu miko dan mita pun bergegas kembali ke kantor. Sementara Raina mengirim pesan pada kakak iparnya perihal keadaannya agar tidak khawatir.
.
__ADS_1
.