Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 36


__ADS_3

Terima kasih masih setia membaca karya author..


.


.


Jangan lupa berikan like pada bab yang kalian baca dan kalau mau kasih ⚘ atau β˜• juga boleeh πŸ˜‰πŸ˜‰


.


.


🍁🍁🍁🍁


Hari ini hari sabtu dimana Raka sedang off dari tugasnya di rumah sakit setelah seharian kemarin dia sibuk dengan pasien pasiennya. Dan setelah melewati malam dengan sahabatnya yang lama tak ia jumpai hingga larut malam akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah utama,, ia berencana menghabiskan liburannya disana dan juga karna ada sesuatu yang menghantui pikirannya atas apa yang sahabatnya semalam ucapkan.


"Mbak,, si adek dimana tumben belum keliatan?" Tanya Raka pada Anggi yang sedang duduk di meja makan memakan sarapannya. Pagi ini mereka tidak melakukan sarapan bersama karna Rayyi yang sedang tugas ke luar kota dan oppa yang ada acara dengan teman temannya.


"Kamu balik ke sini ka?" Tanya Anggi pasalnya semalam ia tak melihat Raka pulang, Raka hanya menjawab Anggukkan pertanyaan kakak iparnya itu. "Masih dikamar kayanya" jawab anggi atas pertanyaan Raka barusan.


"Aku mau liat dia dulu kak" kata Raka kemudian dan berjalan menuju kamar adiknya di lantai 2.


Tok..tok..tok.. Raka mengetuk pintu kamar adiknya. "Deek kamu udah bangun belum?" Serunya


"Iyaa kak,, aku udah bangun lagi siap siap masuk aja kak".


Setelah diperbolehkan masuk,, akhirnya ia masuk juga ke kamar adiknya.


"Kamu udah rapi dek,, mau ke cafe?" Tanyanya melihat adiknya telah berdandan rapi


"Iyaa kak,, banyak stok bahan yang udah abis jadi aku mesti ke kafe"


"Kemarin aku telpon kamu dek mau ajak makan siang bareng,, tapi kamunya udah jalan sama si dimas" ucap Raka menceritakan yang ia lakukan kemarin


"Maaf kak,, aku gak tau kakak kemarin sedang tidak sibuk"


"Sebagai gantinya hari ini kamu temani kakak sarapan yuuk,, kakak kangen makan bubur di lapangan x" ajak Raka pada adiknya


"Apa seh yang gak buat kakak ku,, lets go kak"


"Lets go,, kakak akan jadi supir kamu hari ini" ucap Raka


Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi bersama. Mencari sarapan favorit mereka berdua sejak dulu,, dan sebenarnya juga Raka sedang mencari waktu yang tepat buat menanyakan hal yang mengganggu pikirannya.


Tiba lah mereka ditempat yang mereka tuju,, mereka segera membagi tugas seperti biasa,, Raka yang bertugas mencari kursi yang kosong maklum bubur ayam yang menjadi favorit mereka sangat terkenal walau di gerobakkan tapi pembelinya selalu mengular, dan tugas adiknya memesan bubur.

__ADS_1


"Dek kamu sepertinya makin dekat dengan dimas,, apa kamu sudah yakin sama dia" tanya Raka pelan sambil menikmati bubur nya


"Yaah,, bisa dibilang dekat sih tapi adek masih belum yakin seh" jawab Raina apa adanya


"Hmm,, kamu harus pikirkan baik baik dek ini demi masa depan kamu,, apapun itu kakak dukung" kata Raka tegas


"Hmm,, adek tau adek tidak bisa pacaran bahkan tunangan sebelum mendapat persetujuan kalian berdua,, dan kau juga sebaliknya gitu" ucap Raina


"Tentu pasti,, dan aku senang kau mengingat peraturan itu," kata Raka sambil tersenyum kecil. "Jadi bisa kau jelaskan pada kakakmu ini mengapa kau meminta Revano Admaja menikahi mu sebelum dia pergi ke luar negeri."


Deg,, jantung Raina seakan berhenti berdetak mendengar pertanyaan kakaknya dan kenangan yang sudah lama ia lupakan teringat kembali. "Siapa?" Tanyanya gugup.


"Revano Admaja," ulang Raka. "Pasti kau ingat siapa dia kan".


Raina kembali mengerjap. Jantungnya kembali berdebar, tentu saja ia masih sangat ingat pemilik nama itu, pria yang sempat pernah membuatnya tergila gila pada sahabat baik kakaknya itu.


"Yaah,, aku masih ingat?" gumamnya. "Apa dia telah kembali ke indonesia?" Kapan?" Tanya Raina pura pura acuh.


"Beberapa hari yang lalu dia telah tiba diindonesia" jawab Raka "dan kami juga kemarin sempat makan malam bersama dan saling bertukar cerita" ujar Raka


"Oh begitu" jawab Raina datar


"Dan dia juga menanyakan kabar mu,, dan saat aku bilang kamu belum menikah dia bertanya apakah kamu masih menunggunya" ucap Raka sambil memperhatiakan raut wajah adiknya yang berubah.


"Sekarang katakan padaku, apakah itu benar hmm,,? Apakah ada sesuatu yang yang harus ku ketahui dek?"


"Jadi,, itu hanya kesalahpahaman?" Jadi kakak tidak perlu memberitahu hal ini pada kak Rayyi dan juga aku akan memberitahui kepada Revano bahwa kau tidak sungguh sungguh memintanya menikahi mu, bukan begitu,, dek?"


Raina tak mampu menjawab pertanyaan kakanya itu,, iya hanya bisa tersenyum getir.


🍁🍁🍁🍁


⏳Flash back


"Bagaimana kalau kita tunangan dulu sebelum kau pergi ke luar negeri? Tanya Raina pada Revano yang kini berada disampingnya mereka sedang berada ditepi danau. "Kamu tau kan aku tidak dapat menunggu mu jika tidak ada kepastian."


Revano tersenyum kecil dan menggenggam tangan mungil Raina. "Maaf aku tidak mau mengambil resiko dihajar habis habisan oleh kedua kakak mu itu" jawab Revano sambil tertawa kecil.


Alis Raina terangkat mendengar jawaban nya " kenapa kamu takut sama kakak kakaku? Kan kalian berteman baik bukan?".


"Benar yang kau katakan aina,, mereka masih menganggapku teman karna mereka tidak tahu jika aku diam diam menjalin kasih dengan adik kesayangan mereka," kata Revano sambil mencubit kecil hidung Raina. "Kau tau aku tidak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan jika mereka tahu apa yang kita sembunyikan selama ini dari mereka" lanjut Revano.


"Tapi itu yang kamu mau kan,, menyembunyikan hubungan kita,, bukan mau ku untuk backstreet dari kakak kakakku" jawab Raina kesal


Revano tak mampu lagi berkata kata,, karna memang benar ia yang menginginkan hal itu.

__ADS_1


Raina mendesah keras dan memalingkan wajahnya ia tak mengerti kenapa Revano bersikeras merahasikan hubungan mereka dari kedua kakaknya, apa karna kakaknya yang posesif dan overprotektif tapi itu bukan alasan karna kakaknya bukan monster dan mereka akan mengutamakan keinginan adiknya pasti.


"Rasanya amat gak adil kalau aku menyuruhmu menunggu" kata Revano angkat bicara setelah keheningan yang tercipta.


"Tentu saja,, tapi kalau kamu meminta aku untuk menunggu aku akan menunggu mu asalkan kamu setia"


Revano tertawa mendengar jawaban Raina lalu ia menggenggam erat kembali tangan gadis itu " hmm,, sebaiknya kamu tak usah menunggu ku, aina"


Raina menoleh ke arah Revano " apa maksud mu? Apa kau sedang mencoba memutuskan hubungan ini ? Apa kau tak ingin memperjuangkan hubungan ini?" Tanya Raina kesal


Revano menoleh ke arah Raina, ia menatap Raina dengan raut wajah terlihat serius. " maaf karna aku sendiri tidak tahu kapan aku akan kembali, jadi aku tak mau menggantung mu aina dengan meminta mumenunggu ku," kata Revano.


"Tidak kah itu lebih baik? Kamu masih muda aina,, jalan kamu masih panjang,, kamu punya cita cita dan impian yang ingin kamu gapai, seharusnya kamu menikmati hidup dan lakukan apa keinginan hati mu sebelum kamu memutuskan sebuah keputusan besar dalam hidup kamu yang bakal mempersulit mencapai impianmu seperti bertunangan dan menikah." Jelas Revano memberi alasan.


Raina tertawa kecil dan mendengus mendengarkan alasan Revano "kau sepertinya sedang membicarakan diri mu sendiri bukan aku." Kata Raina dan menaril tangannya dari genggaman tangan Revano, namun pria itu makin menggenggam erat.


"Aina,," desah Revano "kau tau kan bagaimana perasaanku pada mu,".


"Awalnya juga kupikir begitu, tapi sekarang aku pikiran ku salah dan aku yakin itu sekarang". Tukas Raina


"Aku sungguh mencintaimu Aina,, sungguh karna itu lah aku mengambil keputusan berat ini, karna aku tak mau mengekang dan menggantung mu aina"


Raina akan membuka mulutnya untuk menjawab pernyataan Revano namun telunjuk tangan pria itu ditempelkan di bibirnya memintanya untuk diam.


"Dengar aina" sela Revano "jika aku kembali nanti dan kita masih sama sama sendiri dan perasaanmu masih sama seperti sekarang, aku akan langsung menemui kedua kakakmu untuk melamarmu". Bagaimana?"


Raina tak menjawab apa pun. Hatinya sangat sakit namun ia tak mau mengenangis memohon mohon pada pria karna tidak memutuskan hubungan ini. Ia pun pergi dengan membawa luka meninggalkan Revano sendiri yang masih duduk terpaku melihat kepergiannya.


Sejak saat itu ia dan Revano tak pernah bertemu.


Flash back off βŒ›


"Dek,, hei dek" panggil Raka dengan melambaikan tangannya didepan muka adiknya itu


Dan Raina pun terkejut serta sadar dari lamunannya.


"Kamu mikir apa dek,, ayook kakak antar kamu?" Kata Raka yang diangguki oleh Raina.


"Kamu duluan saja kemobil kakak mau bayar dulu?" Perintah Raka sambil meyerahkan kunci mobilnya.


🍁🍁🍁🍁


Wow ternyata Revano mantan nya Raina??


Raina pilih siapa yaa Revano atau Adimas?

__ADS_1


Tunggu kelanjutan nya ya readers


Jangan lupa like dan pointnya biar author semangat nulisnya.


__ADS_2