Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab.44


__ADS_3

Terima kasih untuk setia membaca kisah Raina dan Adimas 😉😉


.


.


Gak bosen bosen Author ingatkan untuk baca juga kisah Nadira dan Akira dalam CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)


.


.


Jangan lupa juga dukung author bisa kasih like,, koment,, ⚘ atau ☕


.


.


🌳🌳🌳🌳


"DIMANA WANITA ITUU,,," suara mama Sandra menggelegar di ruang makan.


"Sabar maah sabaar,, tahan emosi mu" ujar papa Ardi berusaha menenangkan istrinya,, ia mengelus lengan istrinya. Jujur saja dia pun sama marahnya seperti sang istri namun ia harus bisa mengontrol emosinya,, mengingat disana ada sang papa yang baru saja sehat siapa lagi jika bukan Kakek Gilang.


"Gimana mama bisa sabar pah,, wanita itu sudah keterlaluan,, untung saja anak kita bisa menahan dirinya,, coba jika tidak bisa bisa sekarang di sudah tidur sama wanita itu" umpat mama kesal


"Tapi kenapa bisa yang minum juga Raina yaa?? Jika incaranya hanya dimas??" Tanya Miko heran


" aduuh,, dim gimana nie asistenmu,, papa pikir si Miko pintar udah bisa nebak si Salsa pelakunya tadi masih oon juga" ucap papa Ardi


"Emang targetnya itu si Dimas,, menurut penuturan bibik tadi dia baru nuangan sirup di satu gelas pas si Salsa itu datang dan nyuruh dia,, lalu bibik tinggal tuh gelas dan balik lagi sambil ngasih tisu yang diminta si salsa,, setelah itu bibik satunya bilang kalau buat minuman dimas itu sirup nya kebanyakkan karna dimas ga suka manis,, jadi kayanya obat itu udah dituang ke dalam sirup pertama dibagi ke gelas kedua sama si bibik" jelas Raka


"Yaa tuhan jadi mbok salah yaa mas,, maaf in mbok yaa mas mbak" ucap mbok sum merasa bersalah akibat kecerobohannya


"Mbok ga salah,, orang mbok gak tau tuh minuman udah dikasih obat" ujar Raka kembali.


Jika kalian tanya dimana oppa dan kakek,, mereka masih disitu dan menyimak apa yang terjadi.


"Sekarang mana si salsa itu" tanya papa Ardi kembali


"Dia ada dikamar dimas om,, kayanya belum bangun efek minum obat tidur yang aku taruh di minumannya dan juga kamar dimas udah aku kunci" jelas Miko


"Tuh pinter kamu Miko" puji mama sandara.


Tak berapa lama orang yang dibicarakan telah sadar dari tidurnya dan dia mencoba bangkit karna kepala sangat pusing,, salsa pun berjalan perlahan dan membuka pintu,, namun sayang pintu dikunci,, dan kini ia sedang mengedor gedor pintu.

__ADS_1


BUGH..BUGH..BUGH.. "SIAPA AJA TOLONG BUKA PINTUNYA?"


"DIMAS TOLONG AKU,, AKU KEKUNCI DIKAMAR KAMU DIIIM"


"DIMAAAAS"


suara teriakkan terdengar dilantai dua rumah tersebut. Membuat semua orang dilantai satu meradang dibuatnya.


"Jadi kita harus gimana?" Tanya Anggi


"Dia pasti gak akan ngaku apalagi kita ga punya bukti kuat" lanjutnya


"Sudah panggilkan dia Miko,, suruh dia kemari,, dan kita bersikap biasa saja dulu,, setelah dia duduk baru kita tanyakan" ujar Kakek yang sedari tadi diam


"Tapi kalau dia ngelak gimana kek" ucap Dimas


"Dia gak akan ngelak,, percaya sama kakek" ujar kakek memberi keyakinan pada mereka semua.


Dan oppa yang setia disamping sahabatnya itu hanya menganggukkan kepala kepada semua orang disana,, bahwa percayakan semuanya pada Gilang.


Dan Miko pun beranjak dari kursinya dan menuju kamar Dimas,, walau enggan tapi bagaimana pun itu ulahnya juga mengunci sahabatnya.


Cklek.. pintu pun terbuka


"Sialan lu ngapain ngunciin gue" maki Salsa


Salsa pun mengikutinya,, ia tak merasa ganjil dengan apapun yang terjadi,, ia hanya berfikir rencananya gagal dan sekarang mereka semua akan makan malam.


Salsa pun turun ke ruang makan dan diikuti oleh Miko,, senyum berkembang di bibirnya.


"Wah rupanya sudah selesai makan yaa semua,, maaf aku terlambat nih semua gara gara si Miko" ucapnya,, namun semua orang tak menanggapinya


"Dimdim masa si Miko ngunciin aku dikamar kamu seh jahad banget dia" ucapnya manja pada dimas,, yang membuat mama Sandra muak


"Kok tiba tiba aku pengen muntah yaa kok mual" ucap mama Sandra


"Lagian lancang banget kamu masuk kamar aku,, siapa yang izinin kamu?" Tanya Dimas yang mencoba menahan amarahnya


"Iyaa aku kan capek terus bingung mau tidur dimana yaudah aku ke kamar kamu" jelas Salsa


"Eh sal luh tuh cewek ga boleh sembarangan masuk kamar laki,, kalau lu punya sopan lu bisa tanya bibik kamar tamu dimana gak maen asal masuk apalagi dengan pakain luh kaya gitu" ucap Miko kesal


"Sudah sudah biarkan salsa makan dulu,, makanlah" ujar kakek menengahi pembicaraan itu.


Salsa pun memulai makan malamnya dengan diperhatikan semua orang. Sangking groginya makan diperhatikan semua orang membuatnya tersendak dan beruntung nya Bik inah membawa minuman pesanan kakek gilang,, minuman yang sama yang tadi siang ia antarkan kepada dimas namun kali ini tanpa obat tentunya.

__ADS_1


Uhuk.. uhuk.. Salsa tersedak


"Bik itu minumanku yang tadi pagi kan?" Tanya dimas


"Iyaa mas,, belum sempet bibi antarkan dan bibik taruh kulkas biar masih dingin" ujar bik inah pura pura sesuai intruksi Rayyi


"Berikan cepat pada Salsa bik,, dia sepertinya lebih butuh karna tersendak" ujar Dimas dan bik inah pun memberikan minuman itu pada salsa.


"Diminum Sal,, jangan karna tersedak dan gak minum kamu mati disini" sarkas Mama Sandra.


"Gak usah tan" tolak salsa setelah tau itu minuman dimas yang tadi pagi


"Kenapa itu kan cuma sirup jeruk sal,, minum aja" ucap Dimas


"Gak usah aku minum air putih aja" tolak Salsa


"Kenapa Sal,, apa kamu takut?" Tanya Dimas,, sedangkan Raina memilih diam sedari tadi karna tubuhnya masih sangat lemah.


"Taa,, takuut takut kenapa?" Tanya Salsa gugup


"Iyaa takut kamu minum obat yang udah dicampur obat perangsang" ujar Dimas


Deg.. jantung salsa berdebar mustahil semua orang tau kejahatannya,, soalnya dia yakin tak ada orang yang melihatnya dan lagi pula tak ada cctv dirumah itu setahu salsa.


"Kok lu diem?" Tanya Miko


"Apaan seh lu Mik,, ngomong gak jelas" seru Salsa marah


"Masih gak mau ngaku kamu sal,, hmm" kali ini ucap kakek gilang santai namun tajam dan penuh intimidasi.


"Mau aku tunjukkan buktinya hmm" ujarnya lagi. Kali ini semua orang terkejut akan ucapan orang tua itu,, dari mana ia mendapatkan bukti.


"Kakek bicara apa,, salsa beneran gak ngerti apa yang kalian bicarakan" ucap salsa raguu


"Mbok sum,, tolong panggilkan anak mu kemari " perintah kakek meminta mbok sum memanggil anak tunggalnya yang bernama Dirman.


Dan tak lama anak muda berusia sekitar 19 tahunan itu muncul ditengah tengah mereka.


"Kakek memanggil saya?" Ucap Dirman santun


"Iyaa,, coba kamu ambil laptop mu dan cek cctv yang kita pasang" ujar kakek dan dituruti oleh Dirman.


Yaah tanpa sepengetahuan mereka semua,, kakek telah memasang cctv diseluruh sudut rumah dan perkebunan. Dan tentu saja itu saran dari Dirman agar lebih memudah memantau kemanan di rumah juga perkebunan karna disana yang bekerja hanya ada dirinya,, bapak serta ibunya dan bik inah.


"Ini kek" ucap Dirman sambil menenteng laptop yang kakek berikan kepadanya.

__ADS_1


"Coba kamu cek hari ini di sekitar dapur" perintah kakek dan Dirman pun segera mengotak ngatik laptopnya. Disebrang sana Salsa sudah sangat terpojok.


__ADS_2